Hukum & Kriminal KabSUKABUMI

Hakim Fauzi Vonis Bebas Lima Terdakwa

Tiga Kasus Pembunuhan, Satu Kasus Pencabulan

SUKABUMI – Pengadilan Negeri IB Cibadak membebaskan tiga terdakwa kasus pembunuhan terhadap Mumuh (68) warga Kampung Cilangkop I RT02/04 Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi yang diduga merupakan dukun santet.

Sidang sendiri, digelar kemarin siang (11/10) yang diketuai oleh Hakim Ketua Fauzan Haryadi, dua hakim anggota Deni Indrayana dan Prasetyo Nugroho.

Vonis bebas ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada Rabu 4 Oktober 2017, dengan hakim yang sama juga memvonis bebas terdakwa pada kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Padahal informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, keempat terdakwa yang sebelumnya diduga melakukan tindakan pembunuhan dituntut hukuman 10. Sedangkan untuk terdakwa kasus kekerasan seksual, dituntut 13 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pengadilan 1B Cibadak melalui Humasnya, Rio Barten TH angkat bicara.

Menurutnya, perkara vonis bebas terhadap para terdakwa selalu berdasarkan atas pertimbangan.

Salah satu yang paling sering ditemukan ialah terdapat keraguan dari beragam alat bukti yang dihadirkan saat sidang.

Sementara jika terjadi keraguan seperti itu, kata Rio, hakim secara asas harus memberikan putusan yang menguntungkan terhadap terdakwa.

“Misalnya alat bukti masih gamang, tidak bisa langsung serta merta memutuskan terdakwa bersalah. Layaknya apa yang menguntungkan bagi terdakwa yaitu kesalahannya tidak di perberat atau dakwaannya dianggap tidak terbukti. Itu sama pada ke empat terdakwa yang saat ini di vonis bebas,” paparnya saat ditemui Radar Sukabumi dikantornya, kemarin (11/10).

Lebih lanjut Rio menjelaskan, sistem perkara pidana harus dipahami terlebih dahulu.Dalam pidana itu, sistem pembuktiaannya adalah negatif. Dimana, sistem ini harus didasari pada dua alat bukti. Kemudian setelah itu, ditambah dengan keyakinan hakim.

“Kalau pun ada alat bukti tapi tidak ada keyakinan hakim, maka tidak bisa divonis bersalah. Hal ini untuk menghindari kambing hitam misalnya alat bukti tapi menurut hakim tak mungkin dia. Jadi jika begitu, harus lengkap dua alat bukti dan keyakinan hakim dalam pemutusan perkara,” tandasnya.

Salah satu terdakwa kasus pembunuhan saat digiring menuju ruang sidang Pengadilan Negeri IB Cibadak.

Dua alat bukti yang dimaksud kata Rio, harus merujuk pada 184 KUHPidana. Dimana, dalam poinnya disebutkan lima poin penting. Diantaranya keterangan saksi, ahli, surat, petunjuk dan lima terdakwa. Dimana, dari lima poin tersebut minimal dua alat bukti harus dihadirkan.

“Kalau untuk perkara yang dihadirkan kemarin, mungkin hakim tidak memiliki keyakinan terdakwa bersalah atau tidak. Karena, alat bukti yang dihadirkan dinilai lemah,” ungkap Rio.

Untuk itu, setiap perkara masalah putusan hakim selalu melihat berdasarkan runtutan masalah yang ada. Salah satu yang terlihat alasan hakim, tertuang dalam putusan halaman 16 paragraf kedua. Dimana, hakim beralasan walaupun dalam penyidikan dapat digunakan sebagai alat bukti, namun keterangan terdakwa dinilai lemah. Sehingga, keterangan saksi korban itulah sedikit besarnya memberikan gambaran hukum.

“Bisa saja itu lemah. Namun harus dipadukan juga dengan alat bukti lain supaya kuat. Sehingga, pengaruhnya terhadap putusan hakim yang menilai alat bukti tersebut tidak kuat dan terdakwa tidak bisa divonis bersalah,” akunya.

Lebih jauh Rio mengatakan, dalam kasus pencabulan misalnya, terdakwa mengatakan bahwa luka robek pada kemaluan korban dikarenakan jatuh. Itu dibenarkan oleh para saksi dalam persidangan.

“Saksi korban itu sudah membenarkan, bahwa korban pernah jatuh sesuai keterangan terdakwa. Sehingga, atas alasan tersebut tidak terjadi persesuaian antara alat bukti yang ada. Sehingga, dengan adanya ketidaksesuaian tersebut menimbulkan pada majelis hakim untuk meyakini adanya perbuatan terdakwa yang bersifat cabul pada korban. Begitupun pada vonis bebas kasus pembunuhan santet,” terangnya. (cr10/e)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close