KABUPATEN SUKABUMI

GEMA ZAKAT. Milad PSI ke XVI, Ekspose Baznas dan Launching Jumat Sedekah

BAZNAS Kabupaten Sukabumi menggelar puncak acara Gebyar Muharam 1439 Hijiriah, Milad Penegakan Syariat Islam (PSI) versus Sukabumi dan Ekspose Baznas Kabupaten Sukabumi di Gedung Olah Raga Palabuhanratu, kemarin (11/10).

Semua lembaga pemerintah pun turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Sudah menjadi tradisi, perhelatan keagamaan menjadi momen membangun silahturaahmi antar umara dan ulama dalam rangka menyapa masyarakat untuk membangun kesamaan pandangan dalam membangun Sukabumi lebih baik, religius dan mandiri.

“Sawasiah fi tafkir (kesamaan berfikir), sawasiah fi suur (kesamaan rasa) dan sawasiah fi al amal (kesamaan dalam beramal),” ujar Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, U Ruyani.

Momentum ini bagi Baznas Kabupaten Sukabumi merupakan ajang pemberian reward bagi masyarakant melalui UPZ kecamatan dan UPZ yang dibentuk di Pemda, UPZ perusahaan yang senantiasa memperlihatkan progres peningkatan dalam membangun peradaban zakat.

“Zakat membangun peradaban, khususnya dalam bidang penghimpunan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya,” imbuhnya.

Dikatakan Ruyani, reward ini diberikan untuk memotivasi seluruh UPZ yang ada di Kabupaten Sukabumi agar terpanggil supaya ambil bagian dalam pergerakan ZIS.

Pemberian penghargaan ditambah dengan pemberian reward bagi UPZ perusahaan terbaik sebagai pengelolaan ZIS.

“Implementasi Perbup nomor 35 tahun 2016 tentang gerakan Infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya berbasis masyarakat diberikan kepada Kecamatan Cicurug dan camat terbaik untuk gerakan kebangkitan ZIS di wilayah kecamatannya yang diberikan kepada Agung Gunawan sebagai Camat Cicurug,” terangnya.

Ruyani juga mengapresiasi Pemda dan kegembiraannya dengan peningkatan pencampaian penghimpuanan dari target Rp50 miliar dan terealiasi sebesar Rp37 miliar atau 74 %, penghimpunan 100 % dari seluruh masyaraka Kabupaten Sukabumi dan sekaligus mengapresiasi launching Jumat Sedekah.

“Bagi Baznas Jumat Sedekah ini merupakan proses edukasi dan internalisasi sehingga masyarakat semakin sadar dan bangkit untuk membangun peradaban zakat, sebagai solusi untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat, sehingga Sukabumi lebih baik, religius bisa diwujudkan,” pungkasnya. (*)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close