Home » BISNIS » Food Truck, Bisnis Baru Beromzet Tinggi. Lagi Ngehits, Biasa Mangkal di Dago
FOTO: WIDI/RADAR SUKABUMI KREATIF: Sejumlah konsumen menikmati sajian food truck di kawasan Dago, Kota Sukabumi yang buka sore hingga malam hari

Food Truck, Bisnis Baru Beromzet Tinggi. Lagi Ngehits, Biasa Mangkal di Dago

Beberapa tahun belakang ini, food truck lagi ngehits. Truk kuliner ini mulai berkembang di kota-kota besar Indonesia tak terkecuali di Kota Sukabumi.

Selain karena bentuknya unik, ternyata food truck juga menyajikan sensasi berbeda saat kongko di food court yang membuka lapaknya di jalanan. Maka tak heran, jika para pebisnis muda kini beralih membuka usaha kulinernya dengan memanfaatkan mobil-mobil truk bekas untuk dijadikan usaha kuliner.

Berkunjung ke Jalan Ir Djuanda Kota Sukabumi atau lebih dikenal dengan kawasan Dago, banyak dijumpai berbagai makanan kuliner dengan harga terjangkau.

Namun akhir-akhir ini, ada sedikit berbeda dari biasanya. Jika dulu banyak kuliner yang menggunakan roda untuk usaha kulinernya. Kini tak sedikit para pengusaha kuliner yang menawarkan dagangannya dengan memanfaatkan truk.
Seperti yang dilakoni Iega Yudha Prawira (28). Ia tertarik membuka usahanya menggunakan mobil truk. Sebab, berbisnis menggunakan food truck lebih mobile dan tidak terlalu menggunakan modal besar jika dibandingkan harus membuka toko.

“Iya awalnya sih pengen buka kuliner tapi yang bisa mobile gitu, kalau buka kafe atau sewa kontrakan kan budgetnya lumayan mahal dan kita hanya di situ saja, tetapi kalau pakai mobil gini kita bisa pindah-pindah tempat,” ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi di kawasan Dago, kamisĀ (16/2/2017) sore.

Ide awal pembuatan bisnis mobil kuliner itu terinspirasi dari Bandung. Awalnya Iega pun sempat membuka usaha kopi dengan menyewa sebuah tempat di Kota Sukabumi, namun karena biaya yang lumayan besar dan banyaknya persaingan, dirinya gulung tikar dan membuka usahanya kembali dengan konsep food truck.

Dalam kesehariannya, ia menjual berbagai produk makanan camilan dan juga aneka minuman seperti mi lidi, bakso goreng, kentang goreng beraneka rasa dan berbagai menu camilan lainnya. Sementara untuk minumannya sendiri, ia menyediakan kopi, tea dan ice blanded.

“Untuk harga kita terjangkau, mulai Rp10 ribu ke atas,” ujar bapak dari satu orang anak itu.

Iega mengaku untuk modal yang digunakannya untuk bisnis food truck ini awalnya hanya membutuhkan modal berkisar Rp200 jutaan, untuk mobilnya sendiri ia pun membeli mobil bekas dan merenovasi kembali menjadi sebuah food truck.

“Lumayan lah, tetapi hasil keuntungannya juga cukup lumayan,” ucapnya

Berawal dari mobil bekas layak pakai, Iega pun menyulap mobil tersebut menjadi sebuah kendaraan khusus untuk kuliner dengan suasana food truck.

“Kami ingin menyajikan makanan dan minuman yang pembuatannya benar-benar di dalam mobil. Inilah konsep food truck sesungguhnya, jadi memang benar-benar mobil truk bukan mobil biasa kemudian disajikan seperti bar mini gitu,” jelasnya.

Meski usaha food trucknya ini baru berdiri lima bulan, namun food truck yang diberi nama Osyin ini mulai laris di pasaran, terutama bagi anak-anak muda khususnya anak sekolah.

()

(Visited 41 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

XL Beri Program Pelatihan , Bagi Peserta XL Future Leaders Jabodetabek

SUKABUMI – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab ...