Petani Ciemas Semakin Geram

* Dampak Tambang Emas Ilegal Menjadi-jadi

BARANG BUKTI: warga saat memperlihatkan foto dan contoh air sungai Ciletuh yang terkena limbah tambang emas ilegal. foto: perli rizal/radarsukabumi

PALABUHANRATU–Warga tiga kecamatan yang wilayahnya terkena dampak tambang emas ilegal semakin geram. Sampai kemarin, pihak DPRD maupun Pemkab Sukabumi tak kunjung mengecek lokasi. Terlebih menutup lokasi tambang liar yang berlokasi di Sungai Ciletuh dan areal hutan konservasi. Kejengkelan itu disampaikan Tokoh Masyarakat Kecamatan Ciemas, Bayu Risnandar kepada Radar Sukabumi, kemarin.

    Dijelaskan Bayu, kemarin rencananya ratusan warga yang notabene para petani itu akan mendatangi lokasi pertambangan. Lantaran sejak puluhan warga Ciemas mendatangi gedung DPRD, hingga kini tak kunjung ada reaksi. Namun, setelah koordinasi dengan DPRD dan pihak Polres Sukabumi, niat itu dibatalkan. Itu karena kepolisian hari ini berjanji akan mendatangi lokasi tambang emas ilegal itu.

 ”Kalau saja pihak pemerintah tidak juga segera menutup lokasi tambang itu. Dengat terpaksa warga akan menutup sendiri tanpa ada koordinasi lagi,” ancamnya.
Ia menuturkan, dampak lingkungan diakibatkan tambang ilegal itu kini semakin meluas. Dan jelas, petani di tiga kecamatan itu sudah sangat dirugikan. Sedikitnya 1.400 hektar lahan sawah kini sudah mengalami gagal panen. Lantaran sawah-sawah tersebut tercemar limbah tambang emas ilegal tersebut.

 ”Saya punya sawah seluas 7.000 meter, biasanya kami menghasilkan rata-rata 3 ton tiap panen. Untuk panen kali ini kami hanya mendapatkan 1,4 ton. Ini artinya kami mengalami kerugian 50 persen jelas ini akan mengganggu ketahanan pangan nasional,” ulasnya.

   Ia juga menambahkan, warga kini tengah mengalami pemiskinan secara struktural. Terlebih dengan adanya pencemaran lingkungan yang menyebabkan mata pencaharian warga terganggu. Kelaparan kelaparanpun sudahsemakin mengancam. Selain mencemari ribuan hektar sawah, areal tambang juga mencemari peternak ikan hingga mengalami rugi total.
Bahkan kegiatan rumah tangga dan pesantren pun turut terganggu. “Ikan-ikan di sana mati total gara-gara tercemar limbah itu. Dan air pun kotor. Untuk mencuci saja kami kesulitan air bersih,” tambahnya.

Ia meminta, pemerintah tidak hanya diam dan menutup mata. “Coba turun tangan. Apakah benar atau tidak perkataan kami ini. jika benar segera tutup, karena tambang itu sudah merugikan banyak pihak termasuk kami,” desaknya.

 Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi mengatakan, ia sudah menugaskan Komisi I untuk mengecek lokasi.  Namun, dengan agenda kerja dewan yang padat, pihaknya akan mengecek lokasi itu dalam dekat ini. “Kami sedang mengurus masalah perkebunan Goal Para dulu. Dalam dekat ini Komisi II akan segera tunrun tangan. kalau tidak ada halangan saya juga akan turun kelokasi,” janjinya.(ryl)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=9723

Posted by on 25 Apr 2012. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.