KECAMATAN PARUNGKUDA, KABUPATEN SUKABUMI

KOMPAK: Camat Parungkuda, Tri Suwito, SH, M.Si bersama pegawai Kecamatan Parungkuda foto bersama. foto:didiet/radarsukabumi

KOMPAK: Camat Parungkuda, Tri Suwito, SH, M.Si bersama pegawai Kecamatan Parungkuda foto bersama. foto:didiet/radarsukabumi

Wilayah Industri Besar, Buah-buahan, dan UKM

Berdasarkan informasi dari kecamatan, ada delapan desa yang melingkupi Kecamatan Parungkuda. Kedelapan desa tersebut antara lain, Desa Parungkuda, Sudawenang, Langensari, Pondok Kaso Landeuh, Palasari Hilir, Babakan Jaya, Bojong Kokosan, dan Kompa. Bila bergerak menelusuri Kecamatan Parungkuda, secara umum potensi yang dapat dilihat di kecamatan tersebut adalah industri besar.

Laporan Didiet Rahma Aditya

Camat Parungkuda, Tri Suwito, SH, M.Si yang dibantu Sekretaris Kecamatan Parungkuda, Riny Zuraidah menyebutkan lebih kurang ada 18 industri besar atau sekelas pabrik di wilayahnya.”Belasan pabrik tersebut beberapa di antaranya Longvin, Doosan, LNB, Starkom, Nina, dan lain sebagainya,”sebutnya kepada Radar Sukabumi.

Keberadaan kecamatan tersebut secara langsung memberikan multiplier efek kepada masyarakat di sekitarnya. Apa saja multiplier efek yang diberikan dengan adanya industri besar tersebut. Camat mengatakan, yakni tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar di Parungkuda yang memperkerjakan warga sekitar sebagai karyawannya. Kaum perempuannya lebih mendominasi pekerjaan di perusahaan-perusahaan tersebut. Sehingga, ini memang juga diharapkan ada keseimbangan perusahaan untuk memperkerjakan karyawan lelakinya dari warga.

Di samping pengaruh jumlah karyawan dari warga, keberadaan perusahaan besar juga membuat sejumlah masyarakat membuka usahanya. “Di sini ada imbas ekonomi. Dengan adanya pabrik-pabrik di lingkungan Kecamatan Parungkuda, beberapa warga kami ada yang membuka usaha kos-kosan.

Ada yang juga menjadi pengojek (ojeker,red), tak sedikit juga warga yang membuka usaha warung masakan,”sebutnya.Semua itu sebagai sarana penyedia menu kebutuhan para karyawan pabrik. Tak jarang juga, imbuhnya ada warga yang memanfaatkan limbah pabrik sebagai usaha daur ulang.

Sementara di samping industri-industri besar, di Kecamatan Parungkuda juga memiliki potensi pengembangan buah-buahan.” Di wilayah kami tepatnya di Desa Palasari Hilir ada lahan yang digunakan untuk pengembangan komoditi buah-buahan seperti, durian, duku, pepaya, dan pisang,”paparnya.

Sedangkan untuk pengembangan sektor usaha kecil menengah, di Parungkuda juga ada warga yang menjadi pengrajin akar-akaran dan fosil. “Kami sangat mengharapkan warga dapat memajukan potensi masing-masing khususnya dalam menunjang taraf hidup masing-masing,”tuturnya seraya berharap. (*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=96690

Posted by on 23 Jan 2014. Filed under KABUPATEN SUKABUMI, RUBRIK. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.