BPOM Sita 59 Obat Berbahaya

jenis-obat* Didimonasi Obat Kuat dan Asam Urat

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia kembali menyita 59 obat-obatan tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya hasil pengawasan Oktober 2012- Oktober 2013.

Plt Kepala BPOM RI, Hayati Amal, pihaknya telah menerbitkan publik warning terkait temuan terbaru ini agar masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan tradisional.

Hasil penelitian BPOM diketahui bahan kimia obat yang teridentifikasi dicampur dalam obat tradisional didominasi oleh penghilang rasa sakit dan obat rematik, seperti paracetamol dan fenilbutason, serta obat penambah stamina/asprosidiaka berupa sildenafil.

“Ini hasil pengawasan rutin BPOM RI bersama Balai Besar dan Balai POM yang ada di 31 provinsi. Temuan ini sudah langsung ditindak lanjuti dengan menyita, menarik produk dan memusnahkannya,” kata Hayatie Amal dalam konferensi opers di kantornya, kemarin.

Selain itu, kata Hayatie, BPOM RI juga telah mencabut izin edar dua produk yang diketahui memiliki izin resmi. Sedangkan 57 produk lainnya diketahui produk ilegal dan menggunakan nomor register fiktif.

“Masyarakat harus diedukasi agar terhindar dari bahaya obat-obatan megandung bahan kimia obat ini. Rata-rata jenis obat yang kita sita berupa obat asam urat, pegel linu dan obat kuat,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk obat tradisional yang sudah terdaftar dan ditemukan mengandung bahan kimia obat yang sebagian besar di produksi di Sukoharjo dan Banyuwangi, nomor izin edarnya telah diacbut serta diproses secara pro justicia bekerjasama dengan aparat penegak hukum.

Setidaknya, selama dua tahun terakhir sebanyak 44 kasus peredaran obat-obatan ilegal dan mengandung bahan kimia obat sudah diajukan ke pengadilan dengan sanksi putusanm pengadilan paling tinggi berupa pidana 2 tahun dan denda Rp 22.500.000.

Deputi Bidang Pengawasan BPOM RI, Badar Johan, menambahkan,beberapa bahan kimia yang terkandung dalam OT berupa obat kuat, pegel linu dan asam urat tersebut, bisa menyebabkan gagal jantung dan kematian bila dikonsumsi tidak sesuai dosis.

Terkait peredaran obat-obatan ini, lanjut Badar, BPOM RI sudah melakukan pengawasan sebelum obat beredar sampai beredar di masyarakat. Namun, dalam prosesnya tetap saja ada pengusaha-pengusaha nakal yang memproduksi obat-obatan ilegal dengan cmapuran bahan kimia obat berbahaya.

“Ada saja pengusaha nakal tidak konsisten dengan janjinya. Karena itu peran media sangat besar mengedukasi masyarakat untuk menghindari pemakaian obat-obatan mengandung bahan kimia obat,” ujar Badar di kantor BPOM RI, Jumat (8/11).

Dia juga membantah bahwa BPOM kecolongan atas peredaran obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat ini, karena msebagian besar tidak memiliki izin resmi.(fat/jpnn)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=90511

Posted by on 9 Nov 2013. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->