Siswi Tawuran, Diduga Kena Tembak

DIPERIKSA: Siswi SMK Kartika Chandra memberikan keterangan kepada petugas polisi di Polres Sukabumi Kota, kemarin. Foto:ikbal/radarsukabumi

DIPERIKSA: Siswi SMK Kartika Chandra memberikan keterangan kepada petugas polisi di Polres Sukabumi Kota, kemarin. Foto:ikbal/radarsukabumi

Kasat Reskrim:Korban Terjatuh, Bukan Ditembak

CIKOLE – Aksi tawuran kembali terjadi, kali ini pelakunya bukan hanya pelajar laki-laki namun perempuan pun ikut tawuran. Sejumlah siswa dan siswi terlibat tawuran di Jalan RE Martadinata Cikole, kemarin. Beruntung aksi tawuran tersebut berhasil dibubarkan polisi, setelah melepaskan tembakan peringatan. 

Namun ada kejanggalan ketika salah satu Siswi Kelas XII SMK Kartika Chandra, DR (17) Warga Sukalarang Kabupaten Sukabumi mengaku terkena tembakan polisi di lengan kirinya.

DR mengakui dirinya memang benar terlibat aksi tawuran, ketika dirinya panik melihat polisi kemudian DR berlari ke gang yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) tawuran. Saking paniknya DR terjatuh di gang dan mengalami luka sobek di bagian tangan dan kaki kiri.

Pengakuan DR dirinya terjatuh karena panik setelah mendengar suara seperti tembakan di belakang. “Saya panik dan terjatuh saat ada suara seperti tembakan. Awalnya saya tidak merasakan sakit, setelah agak lama baru terasa sakit di bagian tangan kiri. Masalah terkena tembak atau tidaknya saya tidak mengetahui secara pasti,” ujar DR.

Lebih lanjut DR juga menjelaskan bahwa dirinya memang tidak begitu jelas apakah luka sobek di bagian tangan kiri akibat tersambar peluru atau bukan yang pasti waktu kejadian Ia panik. “Saya panik dan tidak tahu apakah itu tembakan atau tidak,” jelasnya sambil memegang tangannya yang luka.

Sementara itu Kasat Reskrim Kota Sukabumi AKP Sulaeman menjelaskan, bahwa kasus ini murni akibat kepanikan DR saat melihat polisi yang berusaha membubarkan tawuran. Dirinya juga menjelaskan bahwa korban sudah mendapat perawatan di rumah sakit dan hasilnya tidak ada ditemukan bekas luka tembakan atau zat lain yang ada di dalam peluru.

“Ini murni kecelakaan saking paniknya, DR terjatuh karena panik bukan karena tembakan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Lanjut AKP Sulaeman kalaupun benar ada polisi yang melakukan penembakan maka dirinya sudah berkoordinasi dengan Propam untuk memeriksa Polisi yang melakukan tembakan, kalaupun terbukti maka akan diproses secara hukum. Tapi untuk saat ini kasus ini melihat dari hasil pemeriksaan dokter yang merawat korban, menjelaskan kepada pihak kepolisian tidak ada tanda-tanda bekas peluru. “Dokter yang menangani korban, memang mengatakan apa adanya bahwa korban luka sobek akibat terjatuh,” tandasnya.(hnd/t)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=82032

Posted by on 29 Agu 2013. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.