Marhaban Yaa Ramadhan 1434 H

Oleh : dr.Hj. Adrialti, MKM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi

BULAN Ramadhan pada dasarnya merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah SWT juga telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Sudah dekat bulan Ramadhan ini akan tiba sebagai kewajiban umat Muslim dalam melaksanakan Rukun Islam yang keempat. Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, selain sebagai salah satu kewajiban kepada Sang Maha Pencipta, ibadah puasa pun begitu banyak memberikan manfaaat dengan beragam keutamaan didalamnya.

Ibadah puasa banyak sekali memberi manfaat, khususnya bagi kesehatan tubuh. Dengan beragam hikmah dan manfaat dari ibadah puasa ini, perlu kiranya masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Sukabumi yang akan menjalankan ibadah puasa, bisa menjaga kesehatan tubuhnya agar dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh secara lancar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk ‘syukuran’ atas semua nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Bagaimana caranya agar badan kita tetap fit, sehat dan segar saat berpuasa di bulan Ramadhan? Agar sehat saat berpuasa tidaklah sulit. Sebab, cara menjaga kesehatan selama berpuasa dibulan Ramadhan termasuk dalam pola makan yang baik saat sahur dan berbuka, cara olah raga, dan pengobatan bagi yang sedang sakit.

Untuk itu, meski tetap menjalani aktivitas sehari-hari ditengah ibadah puasa, kesehatan tetap perlu untuk diperhatikan. Tentunya, kita tidak ingin puasa menjadi terganggu karena tubuh yang tidak sehat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya;

(1) Minum yang cukup. Selama puasa sebulan penuh, hidrasi menjadi hal yang penting. Setelah berbuka puasa, ada baiknya kita harus minum dalam jumlah besar. Selain itu, kita juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari;

(2) Makan yang sehat. Diet sehat pada saat berbuka tak ada salahnya untuk diterapkan. Kue dan makanan dengan rasa manis sebaiknya jangan disantap dengan berlebihan atau dalam jumlah besar. Sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan;

(3) Hindari makan terlalu banyak. Kebanyakan orang, ketika berbuka puasa selalu menyiapkan makanan yang banyak. Padahal, seharusnya puasa tidak identik dengan makan berlebihan. Sebab, tak hanya bisa mengganggu tubuh, makan berlebihan akan berdampak ngantuk saat Shalat Tarawih;

(4) Tetap makan tiga kali sehari. Puasa memang dimulai dari matahari terbit hingga terbenam. Namun, kita pun masih bisa menerapkan pola makan tiga kali sehari. Pertama sat bersahur, kedua ketika berbuka, dan terakhir sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka;

(5) Makan buah-buahan saat sahur. Sebaiknya kita jangan meninggalkan buah-buahan sebagai asupan vitamin. Makanlah disaat sahur beserta sumber karbohidrat, seperti; nasi dan umbi-umbian. Jenis makanan ini akan bertahan hingga berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.

(6) Upayakan untuk meminimalkan penggunaan tenaga fisik. Bagi masyarakat yang suka melakukan olah raga ada baiknya bisa ekstra hati-hati untuk tidak berolahraga terlalu keras selama bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk berolahraga secara intensif di sore hari sebelum saat berbuka.

(7) Memonitor gula. Bagi penderita diabetes, ada baiknya secara teratur mengontrol gula darah, minum air yang cukup, serta jangan makan yang manis-manis tanpa nasihat dokter.

(8) Konsultasi pada dokter bila memiliki penyakit. Puasa mestinya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Apabila puasa tetap dijalankan, berkonsultasilah pada dokter saat merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan.

(9) Jangan menghentikan pengobatan. Tanpa anjuran dokter, jangan menghentikan pengobatan. Bagi penderita suatu penyakit yang mengharuskan berobat secara berkala, ini tidak boleh ditinggalkan.

Dengan memperhatikan hal tersebut, mudah-mudahan umat Muslim, khususnya seluruh masyarakat di Kabupaten Sukabumi yang akan menjalankan ibadah puasa bisa menjalankan ibadah ini dengan lancar tanpa adanya beragam gangguan kesehatan yang bisa membatalkan ibadah puasa. Marhaban Yaa Ramadhan…(*).

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=76230

Posted by on 8 Jul 2013. Filed under OPINI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.