Memaknai Arti Tafakur atas Kebesaran Allah SWT

SaehudinOleh:ย Saehudin

[Dosen PAI AMIK BSIโ€“STIMIK Nusa Mandiri Sukabumi]

Dalam sebagian ajaran Islam, Allah Swt. memerintahkan kepada umat-Nya agar selalu bertafakur terhadap Allah Swt. Istilah tafakur dalam hal ini ialah melakukan suatu perenungan dengan melihat, menganalisa, meyakini secara pasti untuk mendapatkan keyakinan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah. Alhasil, tafakur bukan berarti melamun, tapi membangkitkan giroh dalam diri bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah Swt. itu merupakan Kuasa-Nya.

Perintah untuk selalu bertafakur kepada Allah ini terdapat dalam QS. Ali Imran [03] ayat 191 yang berbunyi:

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูŽุงุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ุงู‹

ย โ€œ(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), โ€œYa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.โ€ (QS. Ali Imran [03]: 191)

Menurut ayat di atas, tafakur merupakan penggunaan hati yang disertai dengan melihat, menganalisa, dan meyakini secara pasti yang bertujuan memiliki keyakinan diri akan segala hal yang berhubungan dengan kekuasaan Allah Swt. yang berada di alam ini. Segala hal yang berhubugan dengan Allah Swt. sangat banyak, untuk itu kita harus mampu menafakurinya. Seperti sifat-sifat Allah, Asma-asma Allah dan seluruh ciptaan Allah yang ada di alam ini.

Setiap gerak dan langkah hidup kita harus dimulai dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. Dengan demikian, bertafakur terhadap alam, dengan cara melihat danย  menganalisa seluruh ciptaan Allah dengan diiringi dengan niat untuk ibadah mencari ridha-Nya, tentu hal ini ini merupakan satu bentuk dzikir mata batin yang mampu mendekatkan diri kita kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Misalkan, tatkala kita melihat semut, ikan, dan makhluk-makhluk Allah lainnya yangada di ala mini, kita sadar bahwa seluruh rzeki dan hidupnya sudah diatur dan ditentukan oleh-Nya. Dengan demikian, tatakal kita bertafakar terhadap alam dengan diringi hati yang bersih dan niat yang ikhlas, maka akan bertambah keimanan dan ketauhidan kita kepada Allah Swt. Hal ini tentunya bisa menjadikan kita mengagumi akan Kebesaran Allah Swt., sehingga hidayah-Nya terus mengalir ke dalam hati dan jiwa kita. Oleh sebab itu, cara untuk bertafakur terhadap Allah yaitu dengan cara menggunakan akal sehata yang diiringan oleh hati yang bersih dan niat yang ikhlas.

Adapun di antara hal-hal yang harus kita renungkan dan pikirkan dalam kehidupan sehari adalah sebagai berikut:

  1. Merenungkan yang berkenaan dengan tanda-tanda kekuasaan Allah. Karena dengan merunungkan segaka tanda-tanda kekuasaan-Nyaย  akan melahirkan rasa dan sikap yang rendah hati serta taโ€™zhim terhadap ke-Maha Agungan-Nya. Bahwa diri kita tidak memiliki kekuatan apapun.
  2. Merenungkan atas segala nikmat yang telah dikaruniakan Allah Swt. kepada kita. Karena dengan merenungkan hal iniย  dapat menumbuhkan sifat syukurย  dan selalu mensyukuri atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan-Nya. Hal ini senada dengan yang dilontarkan Allah Swt. melalui firman-Nya:

ย  ู„ูŽุฆูู† ุดูŽูƒูŽุฑู’ุชูู…ู’ ู„ุฃูŽุฒููŠุฏูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฆูู† ูƒูŽููŽุฑู’ุชูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุนูŽุฐูŽุงุจููŠ ู„ูŽุดูŽุฏููŠุฏู

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (QS. Ibrahim [14]: 07)

  1. Merenungkan terhadap ancaman-ancaman Allah (siksa api neraka). ย Hal seperti ini mampu melahirkan rasa takut berbuat salah dan dosa atas segala hal yang telah ditetapkan dan diatur oleh Allah Swt.
  2. Merenungkan terhadap janji-janji Allah (nikmat surga). Hal ini akan mampu melahirkan rasa cinta akan kehidupan di hari Kemudian, dan memotivasi diri agar kita bisa meraih kebahagiaan di dalamnya.
  3. Merenungkan akan datangnya kematian di setiap saat. Hal ini tentu akan melahirkan kesadaran akan diri kita tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Dengan demikian kita harus mengumpulkan bekal sebanyak mungkin guna menatap kehidupan di hari kemudian yang kekal.

Sikap tafakur yang paling baik adalah dilakukan pada setiap saat dan waktu, tatkala kita meihat setiap peristiwata-peristiwa yang ada di sekitar kita. Untuk itu kita harus menjadikannhya sebagai ย bahan renungan dan pengajaran yang penuh hikmah buat diri kita. Berkaiatan dengan hal ini Baginda Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda:

Tafakur dalam waktu yang singkat itu lebih baik daripada ibadah satu tahun.

Dalam kesempatan yang lain Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

Tiada ilmuyang lebih baik daripada hasil tafakur

Tentu pesan yang terkandung dalam hadis Nabi Saw. dan ungkapan Ali bin Abi Thalib di atas bukanlah memberi ruang terhadap kita untuk berleha-leha dalam beribadah. Namun sebaliknya, pernyataan di atas menegaskan bahwa keistiewaan tafakur adalah mampu meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan kita. Sedangkan ibadah dan rasa keberimanan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh hamba demi sang Tuannya (Allah). Alhasil, tafakkur adalah proses yang dilakukan oleh manusia guna meningkatkan kualitas kerja yang lebih efektif dan efisien.

Semoga kita sebagai hamba Allah yang beriman mendapatkan buah dari tafakur berupa keyakinan-kayakinan Ilahiyyah yang akan memudahkan kita dalam pengendalian diri agar dapat selalu taat pada titah Allah dan Rasul-Nya. (*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=70881

Posted by on 22 Mei 2013. Filed under OPINI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright ยฉ 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->