Pemkot Takut Tuntaskan Jalan Lingsel?

SIAP DILANJUTKAN:Kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Selatan akan dialokasikan dalam APBD Perubahan 2013.FOTO:ikbal/radarsukabumi

SIAP DILANJUTKAN:Kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Selatan akan dialokasikan dalam APBD Perubahan 2013.FOTO:ikbal/radarsukabumi

*Dianggarkan di APBD Perubahan

CIKOLE – Kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Selatan tahap II dan III, bakal dilanjutkan tahun ini. Meskipun untuk tahap ketiga masih ada beberapa kapling lahan yang bermasalah. Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sukabumi, Asep Irawan pembangunan tersebut bakal dilanjutkan menunggu anggaran perubahan di 2013. “Rencananya, baru bisa dianggarkan di perubahan. Untuk pembangunannya, mungkin yang bermasalah tak akan dilanjutkan,” terangnya.

Sementara itu terkait masalah pembebasan lahan Jalan Lingkar Selatan tahap ketiga, Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Henry Selamet mengatakan, selama ini Pemkot Sukabumi ketakutan untuk menyelesaikan kasus jalan lingsel. Padahal, dilihat dari kebutuhan, jalan pengurai kemacetan di tengah kota ini terbilang mendesak. “Jangan sampai, masyarakat dikorbankan karena masalah hukum yang terjadi. Ini harus ada keberanian dari Pemkot Sukabumi. Jangan sampai, kasus ini terkatung-katung dan dibebankan kepada pemerintahan baru ini. Bisa tidak fair itu,” lanjutnya.

Lebih lanjut Henry mengatakan, dari informasi yang ia terima, meninggalnya pimpro pembebasan lahan yang saat ini menjadi sengketa tak bisa menjadi alasan. Sebab, pemkot pasti tahu aliran dana pembebasan lahan tersebut. “Sangat aneh bila Pemkot Sukabumi tak bisa menelusuri permasalahan ini. Kalau menurut saya, tinggal pertemukan semua yang terlibat dalam pembebasan lahan sehingga bisa menerima informasi jelas. Kalau ada indikasi hukum, tinggal serahkan kepada yang berwenang,” beber Henry.

Dikatakan Henry, pihaknya siap membentuk pansus untuk menyelesaikan masalah tersebut dan biar ada kejelasan. Soalnya, pansus mempunyai kewenangan lebih besar. Pansus nanti, bisa memanggil siapa saja sehingga bisa mendapat kejelasan masalah tersebut. “Kalau memang pemda merasa tak mampu, kami siap mengambil alih,” terangnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Henry mengatakan memang ada jalan lain yakni dengan melakukan gugatan perdata oleh pihak pemilik tanah. Ketika terbukti belum dibayar, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk membayarnya. “Tapi kasus hukumnya harus terus dilanjut. Jangan sampai enak bagi yang terlibat,” pungkasnya.(nur/t)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=70256

Posted by on 18 Mei 2013. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.