Ribuan Buruh Merana

PASCA KEBAKARAN: Seorang petugas keamanan melintas di sekitar bangunan PT Molax Global Sukabumi yang setelah persitiwa kebakaran hebat, Minggu (28/04) lalu. andri radar

PASCA KEBAKARAN: Seorang petugas keamanan melintas di sekitar bangunan PT Molax Global Sukabumi yang setelah persitiwa kebakaran hebat, Minggu (28/04) lalu. andri radar

* Pasca Kebakaran PT Molax Global Sukabumi

PARUNGKUDA- Nasib ribuan buruh pabrik garmen PT Molax Global Sukabumi tak jelas. Pasca kebakaran pabrik Minggu (28/04) lalu, manajemen belum bisa menentukan kapan pabrik ini dapat berjalan kembali. Sebab seluruh ruang produksi pabrik yang berada di Kampung Bojonglarang Desa Pondokasolandeuh Kecamatan Parungkuda ini terbakar.

Untuk memastikan nasibnya, buruh mendatangi lokasi pabrik, kemarin. Tidak berlangsung lama, buruh akhirnya meninggalkan pabrik setelah mendengar penjelasan manajeman perusahaan.

Supervisior PT Molax Global Sukabumi, Hermawan mengatakan, aktivitas produksi berhenti total. Ini mengingat alat serta bangunan pabrik yang rusak parah akibat kabakaran tersebut. Meskipun demikian, perusahaan tetap bertanggungjawab tantang upah. Buruh dapat kembali ke pabrik pada tanggal 13 Mei untuk menerima sisa gaji.

“Tentang karyawan, kami jelas bertanggungjawab. Saat ini pihak perusahaan sedang melakukan pendataan absensi secara manual sebab data absensi buruh hilang akibat kebakaran ini. Normalnya karyawan mengambil gaji itu tanggal 10. Tetapi karena kondisinya seperti ini maka hitungan upah itu direkap sampai hari sabtu tanggal 27, kemarin,” tuturnya.

Menurut Hermawan, pihak perusahaan sedang melakukan audit kerusakan, hal ini berkaitan dengan asuransi. “Hasilnya nanti nilai kerugian akan diketahui pasti,” tandasnya.

Pantauan Radar, di lokasi pabrik masih disiagakan satu unit kendaraan Damkar untuk menetralisir api. Pasalnya masih nampak kepulan asap di ruang pabrik yang terbakar. Pabrik ini pun di berikan garis polisi serta ditutup untuk umum.

Mengenai tim Puslabfor, kepolisian belum menerima kepastian soal turunnya penyelidikan menyeluruh di lapangan. “Memang akan turun, tapi soal waktunya saya belum tahu,” aku Kanitreskrim Polsek Parungkuda AKP Sumijo.

Sementara itu, selama tahun 2012, terjadi sebanyak 116 kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi. Pemukiman warga menjadi lokasi terbanyak terjadinya persitiwa kebakaran. Dari sekian banyak kasus, penyebabnya berasal dari berbagai paktor, bisa berupa hubungan arus pendek atau konselting listrik bahkan human error yang dapat pemicu api. Kasus kebakaran tahun 2012 ini termasuk kebakaran pasar Parungkuda.

“Tahun 2012 sebanyak 116 kasus kebakaran. Peristiwanya didominasi kebakaran rumha warga. Pada tahun itu salah satu kasus kebakaran hebat ialah pasar Parungkuda,” beber Kepala Bidang (Kabid) Damkar Dinas Kebersihan Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.

Sedangkan di tahun ini, kisaran 15 kasus kebakaran, termasuk kebakaran hebat pabrik garmen Molax Global Sukabumi Kecamatan Parungkuda. Menurut Puji, sejauh ini sejumlah kasus kebakaran di wilayah pemukiman bisa berakibat hubungan arus pendek. Di simpulkanya hubungan arus pendek ini diketahui jika di lokasi tersebut memang terdpat sambungan intalansi listrik yang tidak tertata. Selain arus pendek, untuk kasus kebakaran di pemukiman warga bisa terjadi akibat kompor, lilin atau sumber api yang memang dibuat untuk kebutuhan di rumah tangga.
“Penyebab kebakaran dilihat dari kategori lokasi dan tempat kejadian. Hubungan arus pendek bisa saja terjadi jika melihat tempat kejadian ditemukanya intalansi listrik yang tidak tertata. Jadi hubungan arus pendek merupakan dugaan dan bukan final,” jelasnya.

Kekuatan Damkar Kabupaten Sukabumi tambah dia, didukung delapan unit kendaraan pemadam yang di tempatkan berada di tujuh pos dengan jumlah petugas sebanyak 98 personil. (dri/l)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=67424

Posted by on 30 Apr 2013. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.