Di balik Penutupan TPA Pasir Jeding, Cicurug (1)

TIDAK DIFUNGSIKAN:TPA Pasrir Jeding Desa Purwasari Kecamatan Cicurug yang nampak tidak ada aktivitas. Foto:andri/radarsukabumi

TIDAK DIFUNGSIKAN:TPA Pasrir Jeding Desa Purwasari Kecamatan Cicurug yang nampak tidak ada aktivitas. Foto:andri/radarsukabumi

Diratakan, warga TPA Kelabakan, Dapur Tidak Ngebul

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir jeding Desa Purwasari Kecamatan Cicurug saat ini dalam sosialisasi penutupan menyusul Surat Keputusan (SK) Bupati yang turun pada bulan Nopember 2012 lalu. Jika di tutup TPA akan dialihkan ke Cimentang Kecamatan Cikembar, sedangkan untuk mengangkut sampah dari kawasan utara Sukabumi akan diangkut menggunakan truk sampah. Namun penutupan ini menyisakan beberapa persoalan.

ANDRI SOMANTRI-Cicurug.

RENCANA penutupan TPA ini sudah bulat setelah Surat Keputusan (SK) Bupati turun. Sebelumnya permintaan penutupan dan tidak difungsikan TPA ini dilontarkan BPD serta pihak Desa Purwasari Kecamatan Cicurtug atas dukungan warga sekitar, pasalnya TPA sudah di patenkan di salah satu wilayah Kecamatan Cikembang.

Hanya saja, kabar ini membuat kelimpungan para pencari nafkah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Mereka para pemulung yang jumlahnya tidak sedikit mengandalkan  tumpukan sampah sebagai mata pencaharian.

Terlebih TPA ini sudah menjadi ladang usaha selama belasan tahun, bahkan diantara para pemulung ini sudah ada yang menetap. Mendengar kabar penutupan ini para pemulung bingung mesti mencari nafkah kemana lagi.

“Sudah pasti kami para pemulung yang menggantungkan hidup di TPA ini bingung mesti pergi kemana lagi mencari usaha kalau tempat ini ditutup. Kalau pun benar ini sudah keputusan pemerintah mungkin kami hanya bisa pasrah mengikuti aturan,” ungkap Roroh salah seorang pemulung.

Roroh bukan orang baru di TPA tersebut, dirinya mengaku sejak tahun 1983. Bisa dikatakan pekerajaanya ini turunan karena dirinya berada di TPA ini diajak bapaknya. “Dari hasil mengasi sampah, lalu menyortir plastik bekas saya bisa mendapatkan uang hingga menyekolahkan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi persoalan pemulung ini dapat diselesaikan secara bersamaan , dengan cara ikut memindahkan para pemulung tersebut.

Lalu mengenai teknis penutupannya sudah berjalan dari sekarang, selanjutnya pada pertengahan tahun ini lahan tersebut akan di ratakan lalu sampah di timbun. Menurut Agus karena lahan tersebut milik Pemerintah Daerah (Pemda) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat asalkan ada sebuah konsep yang memberi kegunaan. “Tetapi terlebih dahulu lahan eks TPA ini mesti di hijaukan,” tukasnya.(*/t)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=66998

Posted by on 26 Apr 2013. Filed under FEATURES, KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.