Akhir Jabatan, Walikota Mutasi Pejabat

PELANTIKAN: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) diambil sumpah pelantikan eselon III dan IV di Halaman Balaikota Sukabumi, kemarin. Foto:ikbal/radarsukabumi

PELANTIKAN: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) diambil sumpah pelantikan eselon III dan IV di Halaman Balaikota Sukabumi, kemarin. Foto:ikbal/radarsukabumi

*Muslikh:Banyak Jabatan Kosong

CIKOLE – Di akhir masa jabatannya yang kurang dari sebulan, Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur melakukan rotasi di tubuh Pemkot Sukabumi. Kali ini, Muslikh melantik dan mengambil sumpah 32 Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon III dan IV di Halaman Balaikota Sukabumi, kemarin (24/4). Pelantikan dilakukan pagi hari sekaligus kegiatan apel.

Ditegaskan Muslikh, pelaksanaan pelantikan tersebut untuk mewujudkan dan menjalankan roda pemerintahan agar lebih baik lagi. Selain itu, kata Muslikh pelantikan ini dilakukan karena memang ada sejumlah jabatan yang kosong. “Bagaimana akan mampu mewujudkan sebuah tujuan, jika di pemerintahan tidak memiliki orang yang melaksanakannya. Pelantikan karena memang banyak posisi yang kosong,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai aparatur negara PNS harus tahu tujuan negara ke mana. Jangan sampai, menanyakan apa yang sudah pemerintah berikan. Justru harus berfikir sebaliknya, apa yang sudah diberikan kepada pemerintah. “Saya menghimbau kepada seluruh PNS di Kota Sukabumi, agar tetap menjaga persatuan dan kebersamaan untuk mewujudkan Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera,” terangnya.

Diungkapkannya, meski jabatan dirinya sebagai Walikota Sukabumi tinggal menghitung hari hingga 13 Mei 2013, namun akan tetap terus berjuang untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang ada. “Saya masih punya hak untuk menyelesaikan tugas saya sebagai Walikota Sukabumi,” ungkapnya.

Adapun para pejabat yang dilantik dan diambil sumpah tersebut, diantaranya Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Asep Mohamad Ilyas, Sekretaris Kecamatan Baros, Yunita Nusmeri Sitepu, Sekretaris Kecamatan Cikole, Asep Koswara, Sekretaris Kecamatan Lembursitu, Fajar Rajasa, Sekretaris Kecamatan Cibeureum, Ence Wahyudin, Lurah Subangjaya Kecamatan Cikole, Fery Munggaran, dan Lurah Sukakarya Kecamatan Warudoyong, Supriatna Sugianto.

Selanjutnya Kasubbag Humas dan Protokol Bagian Umum Setda Kota Sukabumi, Arlan Paranti Rivai, Kasubbid Mutasi dan Kepangkatan Pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Sukabumi, Apandi, Kasubbid Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai BKPP Kota Sukabumi, Budi Purwanto, Sekretaris Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, Tirta Gumelar, Sekretaris Kelurahan Cikole Kecamatan Cikole, Dedi Kuswandi, Sekretaris Kelurahan Sudajaya Hilir Kecamatan Baros, Yudi Saripudin, dan Sekretaris Kelurahan Sindangpalay Kecamatan Cibeureum, Hidayat Ece.

Mutasi di akhir masa jabatan Walikota ini sendiri menuai sorotan dari pengawamat kebijakan publik. Menyoal pelantikan yang dilakukan Walikota Sukabumi bagi eselon III dan IV, mendapatkan sorotan dari pengamat kebijakan publik Kota Sukabumi Dedi Fatius. Menurutnya pelantikan tersebut melanggar aturan sesuai Sesuai Pasal 28 huruf a UU No.32/2004 tentang melakukan mutasi yang dilakukan menjelang enam bulan berakhirnya masa jabatan serta surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800/5335/SJ yang diterbitkan Desember 2012 lalu. “Surat edaran tersebut sudah lama diterbitkan Mendagri. Seharusnya Pemkot Sukabumi mengetahuinya,” ujar Dedi, kepada Radar Suakabumi.

Dedi menilai larangan kepala daerah untuk mutasi pejabat struktural sebelum pilkada harus ditaati oleh kepala daerah, baik tingkat kabupaten kota maupun provins. “Sangat riskan ketika ini dilanggar karena akan mengakibatkan politisasi birokrasi. Jangan pilkada, ini bahkan sudah mau pelantikan Walikota Terpilih,” kritik Dedi.

Jika kepala daerah tetap saja melakukan mutasi, khususnya eselon II, pihaknya tidak akan memberi izin karena mutasi pejabat eselon II harus seizin mendagri. Jika mutasi tetap dilakukan dan pegawai merasa dirugikan mereka bisa saja mengajukan gugatan ke PTUN. “Mendagri mengancam tidak menyetujui surat mutasi jika itu dipaksakan,” ungkapnya.(nur/fkr/e)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=66822

Posted by on 25 Apr 2013. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

3 Comments for “Akhir Jabatan, Walikota Mutasi Pejabat”

  1. apa tdk lebih baik perhatikan kebersihan+got2+tutup got yg hancur yg bisa membahayakan penduduk!,kaki lima dll!mutasi biar pak Muraz saja

  2. BUDIMAN

    lebih baik, di akhir masa jabatan Pak Muklish bikin tambah semrawutan lagi PKL, dan perbolehkan PKL menempati semua bahu ruas jalan trotoar termasuk trotoar di depan kantor Pemkot, terus perbolehkan gerobak-lapak-tenda menginap di tengah jalan jadikan hotel 24 jam buat PKL !!!

    Hancurin kota Sukabumi ini oleh Pak Muklish, sudah kepalang tanggung.

    ckckckckck

  3. ucub basuki

    “Saya masih punya hak untuk menyelesaikan tugas saya sebagai Walikota Sukabumi,” tugas yang mana pAk ?? kalo mutasi ga begitu penting tapi liat jalan2 pada ruksak sudah +/- 6 bulan kebelakang,… sampai sekarang belum di perbaiki sy kira itu tugas yang lebih penting ketimbang pelantikan dan mutasi/ peresmian /seremonial,..

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.