Panen Perdana, Cetak Lahan Sawah Baru

PANEN PERDANA: Sejumlah pejabat secara simbolis melaksanakan panen perdana Perluasan areal sawah di Kabupaten Sukabumi. FOTO:IST

PANEN PERDANA: Sejumlah pejabat secara simbolis melaksanakan panen perdana Perluasan areal sawah di Kabupaten Sukabumi. FOTO:IST

*2014, Bappeda Kabupaten Optimis Rice Milling Jampangkulon Penyuplay Utama Bulog VI

SUKABUMI- Kabupaten Sukabumi menunjukkan kinerjanya. Cetak lahan sawah yang awalnya diragukan oleh beberapa media dan LSM, saat ini 200 ha sawah baru sudah berhasil dicetak. Buktinya, Sabtu (13/4) Panen Perdana perluasan areal sawah baru di Desa Cikareunggesan Kecamatan Jampangkulon berhasil dilaksanakan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sukabumi Akhmad Jajuli, Direktur Pengelolaan Air Irigasi Kementrian Pertanian Prasetyo Nuchsin, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi Sudrajat dan Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi yang diwakili Kabid Ekonomi Toha Wildan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengatakan, Kabupaten Sukabumi lumbung pangan Jawa Barat (Jabar) nomor tiga.

“Sehingga wajar jika mendapatkan perhatian lebih dari Kementerian Pertanian RI,”kata Kepala DPTP Kabupaten Sukabumi Sudrajat kepada Radar Sukabumi baru-baru ini.

Diakuinya, potensi cetak lahan sawah di Kabupaten Sukabumi masih cukup banyak. Akan tetapi Dinas Pertanian Tanaman Pangan tentu tidak bisa berdiri sendiri, harus didukung oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagai produsen air, Dinas PSDA yang mengatur pemanfaatan air, Badan Penyuluhan yang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) petani, serta Dinas Bina Marga yang menyediakan infrastruktur untuk transportasi hasil pertanian dan Bappeda sebagai koki anggaran pembangunan.

Kabid Bina Sumberdaya DPTP Kabupaten Sukabumi Iding Koswara dan Kasubid Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) DPTP Kabupaten Sukabumi Yanyan Setiawan mengatakan, produktivitas padi per hektar pada lahan cetak sawah baru memang belum menunjukkan angka yang menggembirakan masing dibawah 4,5 ton per hektar.

“Hal ini disebabkan oleh rusaknya beberapa lapisan top soil pada saat proses pencetakan. Namun setidaknya, sawah baru ini menjadi harapan baru sebagai pengganti lahan yang beralih fungsi menjadi fasilitas-fasilitas umum,”tutur Kabid Bina Sumberdaya DPTP Kabupaten Sukabumi Iding Koswara dan Kasubid PLA-nya Yanyan Setiawan.

Dijelaskannya, cetak lahan sawah tahun anggaran 2012 telah selesai dilaksanakan dengan luas areal 200 ha, Jampangkulon 40 ha, Ciracap 60, Sindangraja Curugkembar 40 ha, dan Nyalindung Desa Wangunreja 60 ha.

“Tahun 2013 cetak sawah akan dilakukan di dua lokasi yakni Jampangtengah dan Ciracap dengan luasan 100 ha,”paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Air Irigasi Kementrian Pertanian Prasetyo Nuchsin berpesan, agar Kabupaten Sukabumi memiliki data base potensi cetak lahan sawah dan segera diajukan ke Kementerian Pertanian, termasuk jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi usaha tani serta jalan pertanian. Pemerintah melalui kementerian pertanian telah menargetkan surplus beras 10 juta ton.

“Oleh karena itu, data base potensi cetak lahan sawah termasuk jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi usaha tani serta jalan pertanian Kabupaten Sukabumi segera diajukan ke Kementrian Pertanian. Karena peningkatan produksi perluasan lahan dan dukungan infrastruktur lahan sawah akan dirampungkan tahun 2014,”himbaunya.

Sementara itu, Menurut Kasubid Ekonomi Primer Bappeda Kabupaten Sukabumi Yana Chefiana, Sistem Informasi dan Desain Cetak Lahan Sawah termasuk data base sarana prasarana pertanian, dengan berbagai kondisi akan diselesaikan tahun 2013.

“Sehingga kegiatan di 2014 betul-betul tepat pada sasaran,”tegasnya.

Data base ini lanjut Yana yang juga suami Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Reny Sukmawani, sangat berguna untuk pijakan pembangunan pertanian Kabupaten Sukabumi, agar akselerasi surplus beras 250.000 ton di 2014 dapat direalisasikan.

“Selain itu kami menargetkan tahun 2014 Rice Milling yang ada di Jampangkulon akan bekerja optimal untuk menampung hasil padi disekitar wilayah VI dan VII, yang selanjutnya menjadi supply utama untuk Gudang Bulog di wilayah VI, dengan optimalnya fungsi RPC maka kesejahteraan petani padi akan meningkat dan beberapa pengangguran di wilayah Jampangkulon akan direkrut di RPC dan gudang tersebut,” urai Yana Chefiana menutup pembicaraan.(*/sri)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=65799

Posted by on 15 Apr 2013. Filed under EKBIS SUKABUMI, KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->