Pasarkan Manisan Hingga Ibu Kota

Mengintip Usaha Manisan Buah di Desa Sukaresmi, Cisaat (2-Habis)

TAK ADA MODAL : Seorang pengrajin tengah mengolah manisan di tempat miliknya belum lama ini.

TAK ADA MODAL : Seorang pengrajin tengah mengolah manisan di tempat miliknya belum lama ini.

Sudah 13 tahun manisan buah yang digeluti Een (38) warga Desa Sukaresmi Kecamtan Cisaat berjalan. Meski tersendat biaya, produksi manisan Een sudah menembus pasaran Ibu Kota. Hal ini membuktikan, kerja keras dan ketekunan dalam mencari peluang usaha menjadi modal utama seseorang pengusaha untuk membangkitkan usahnya.

WAHYU SYAHIDAN, Cisaat

KERINGAT  bercucuran menjadi gambaran keseharian wanita perkasa pembuat manisan, Een. Meski sudah ditinggalkan suaminya sejak dulu, Een tak pernah mengeluh bahkan ingin menjadikan usahanya ini terus berkembang. Namun apa daya tangan tak sampai usaha untuk mengembangkan usahanya tersebut harus terbentur pembiayaan yang cukup besar.

Menurut Een, untuk satu kali produksi manisan, Een harus mengeluarkan modal sebesar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta. Tentunya hal ini sangat memberatkan dirinya, melihat dirinya pun harus menghidupi beberapa keluarganya.

Tak ayal, Een kini tengah dirundung hutang dari hasil pinjaman dana PNPM yang diberikan sekitar Rp 6 juta. Een mengaku, dirinya harus mebayar hutangnya tersebut dengan 12 kali cicilan. ” Setiap bulan saya harus membayar Rp 400 ribu kepada peminjam,” keluhnya.

Meski dirundung hutang, Een tak patah arang untuk meneruskan warisan suaminya ini agar menjadi sebuah perusahaan yang besar kelak dikemudian hari. Ya, produksi bahan manisan mentah Een ini, kini sudah dilirik perusahaan manisan lainnya di ibu kota Jakarta. Perusahaan tersebut biasanya memasok produksinya setiap 10 hari sekali bahkan satu bulan sekali, dengan mengambil bahan mentahnya saja yang kemudian diolah menjadi bahan manisa yang sudah di kemas yang kemudian di jual ke pasaran. ” Andai ada modal dan pelatihan pembuat manisan, saya ingin mengembangkannya menjadi perusahaan yang sudah yang sudah siap saji,” ujarnnya.

Een berharap, kedepannya ada sentuhan pemerintah dalam pengembangan usahanya ini, sehingga dirinya bisa memproduksi bahan mentah menjadi bahan yang siap santap. (*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=62545

Posted by on 21 Mar 2013. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->