Ikong Siap jadi Polisi Artis

AKSI HEBOH: Babinkamtibnas Polsek Cisaat Aiptu Supriatna alias Ikong  menampilkan tarian Jaipong dalam acara pernikahan di Gedung PLN,Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole,Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Foto:ikbal/radarsukabumi.

AKSI HEBOH: Babinkamtibnas Polsek Cisaat Aiptu Supriatna alias Ikong menampilkan tarian Jaipong dalam acara pernikahan di Gedung PLN,Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole,Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Foto:ikbal/radarsukabumi.

SUKABUMI–Nama anggota Polisi Sektor (Polsek) Cisaat Polres Sukabumi Kota, Aiptu Supriatna alias Ikong mulai terkenal. Selain menghiasai berita hiburan atau infotaiment di sejumlah stasiun TV Nasional, Ikong juga eksis di situs web video sharing You Tube. Ya, Ikong terkenal karena aksi tarian joget “liarnya” yang unik. Di You Tube, tarian Ikong dapat diakses dengan Dance Police Goyang Ikong sudah 1.764 pengunjung yang melihat aksi Ikong. Sedangkan di You Tube dengan judul Polisi Heboh Sukabumi, pengunjug You Tube mencapai angka 2.542.

Ikong pertama kali mulai dikenal masyarakat Sukabumi dengan aksi jogetnya di tiap undangan pesta hajatan pernikahan warga ataupun acara hiburan yang diadakan lembaga kepolisiannya.

Sebelum seperti sekarang, tak sedikit warga yang sempat mencibir aksi joged Ikong yang dianggap lebay, apalagi saat manggung di acara hajatan, seragam korpsnya tak pernah lepas. Meski sering tampil, masyarakat yang mengetahui Ikong beraksi pun, jadi terbiasa dan pada akhirnya terhibur dengan aksi pria yang mengaku sudah 30 tahun mengabdi sebagai polisi ini.”Ya memang awalnya tak sedikit yang mencibir saya, tapi kini Alhamdulilah yang tadinya mencibir jadi terhibur,”kata Ikong kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/3).

Menurut Ikong, dirinya sama sekali tidak memiliki tujuan aksi jogetnya bisa dikenal orang seperti sekarang ini apalagi sampai masuk televisi. Saat kali pertama melakukan aksi joget hebohnya ini didepan para tamu undangan pesta pernikahan, Ikong hanya ingin menghibur saja. Tapi ternyata reaksi kebanyakan masyarakat berbicara lain, joget atau tarian koreografi yang dia ciptakan dari perpaduan disko, reage, caca, jaipong, dan pencak silat tersebut, mendapat respon positif dari masyarakat.”Sebelum di kenal dengan joget, sebetulnya saya kalau diundang ke hajatan pernikahan cuma nyanyi dangdut saja. Tapi saya rasa kalau untuk nyanyi saja semua orang pasti tentu bisa. Nah dari situ lah saya mencoba berjoget dengan gaya perpaduan joget hasil karangan sendiri,”ujar pria kelahiran 19 Oktober 1962 ini.

Disinggung apakah dirinya akan meninggalkan kepolisian bila ada peluang untuk mengembangkan karier seperti mantan anggota Brimob Polda Gorontalo, Norman Kamaru. Dengan tegas Ikong memilih lebih baik jadi polisi artis ketimbang jadi artis mantan polisi.”Sampai saat ini saya makan dari karier di kepolisian, jadi sampai kapanpun meski ada tawaran jadi artis, saya tetap akan menjadi polisi,” tegas sang anak dari seorang pensiunan anggota Brimob ini.

Tidak hanya masyarakat yang terhibur dengan aksi joget Ikong. Kapolda Jabar Polda Jawa Barat juga memberi perhatian terhadap Ikong. Bahkan, kabarnya, Polda Jabar akan memberi pelatihan khusus agar kemampuan Ikong terus terasah.”Kita latih yang bersangkutan, mulai dari etika, public speaking, koreografi, dan bernyanyi,” tutur Humas Polda Jabar, Martin Sitompul seperti dikutip okezone.com.

Polda Jabar tidak akan menghalangi Ikong untuk berkarya di dunia seni. Malahan, Ikong sudah selayaknya mendapat apresiasi karena dengan bakat menarinya polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat. “Ini sesuai dengan program Kapolda Jabar, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, bahwa polisi harus menjadi sahabat rakyat,”terangnya.(wan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=62358

Posted by on 21 Mar 2013. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright Β© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.