Strategi Penanggulangan Penyakit Malaria

Ade-WijayaOleh : Ade Wijaya. K, AMKL

Wasor Malaria Sie. Pengendalian
Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi

PENYAKIT malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang tiba-tiba bisa muncul kembali. Malaria merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Sesuai tujuan global MDD’s nomor 6 : Tahun 2015 kasus malaria menurun 50 %. Program penanggulangan malaria harus lebih selektif.

Dilihat dari iklim dan letak geografis wilayah endemis malaria di Kabupaten Sukabumi yang berpotensi sebagai daerah penyebaran penyakit malaria, terutama daerah pegunungan dan pesisir pantai, sehingga penyakit malaria ini sering terjadi di daerah pedesaan dan jarang terjadi di perkotaan

Keadaan geografis yang bervariatif pantai dan pegunungan dan tersebarnya tempat perindukan vektor dan resting sulit untuk dikontrol, dalam penurunan angka kepadatan vektor pada nyamuk dewasa sulit dan memerlukan biaya besar. Oleh karena itu yang paling memungkinkan adalah pengendalian larva/jentik nyamuk Anopheles spp pada tempat tempat perindukan vektor yang potensial, dengan strategi inilah yang paling memungkinkan untuk dapat dilaksanakan secara rasional.

Gambaran penderita kasus positif malaria selama 5 tahun di wilayah endemis malaria di Kabupaten Sukabumi dari tahun 2008, kasus positif malaria mencapai 373 penderita, pada tahun 2009 penderita positif malaria menurun yaitu 290 penderita, pada tahun 2010 kasus malaria kembali mengalami kenaikan menjadi 316 penderita , pada tahun 2011 kasus positif malaria kembali turun yaitu 273 penderita, sedangkan kasus positif tahun 2012 naik menjadi 325 penderita.

Kasus Positif Malaria

Gambaran umum penderita penyakit malaria diwilayah Kabupaten Sukabumi jika dilihat dari kasus yang positif malaria, yaitu :

(1) Penderita kasus positif malaria berdasarkan waktu. Penderita kasus positif malaria berdasarkan selama 6 tahun di wilayah endemis malaria Kabupaten Sukabumi Pada tahun 2007 kasus positif malaria meningkat 188 kasus, sedangkan kasus positif tahun 2008 naik menjadi 373 kasus, pada tahun 2009 kasus positif malaria kembali turun, dan pada tahun 2010 kasus positif malaria ada peningkatan yaitu 316 kasus, pada tahun 2011 kasus positif malaria kembali turun di Kabupaten Sukabumi menjadi 273 kasus, dan pada Tahun 2012 penderita positif malaria kembali mengalami kenaikan yaitu sebanyak 325 penderita positif malaria.

(2) Penderita kasus positif malaria berdasarkan tempat. Berdasarkan penyebaran wilayah kasus positif malaria di 16 Puskesmas yang endemis malaria di Kabupaten Sukabumi pada Tahun 2012 tidak ada Kecamatan ataupun Desa yang dikatagorikan HCI (Hight Case Insident) > 5 %. Kasus yang paling tinggi diantara 16 Puskesmas daerah endemis malaria yaitu Puskesmas Simpenan sebanyak 84 kasus positif, Puskesmas Lengkong 38 kasus serta Puskesmas Waluran dan Puskesmas Cimanggu masing-masing 32 kasus. Dibandingkan dengan tahun 2011, pada tahun 2012 wilayah dengan kategori MCI betambah 1 Kecamatan. Pada Tahun 2011 ada 3 Kecamatan dengan kategori MCI yaitu Simpenan, Lengkong, dan waluran. Pada tahun 2012 Kecamatan dengan kategori MCI ada 4 yaitu Simpenan, Lengkong, Waluran dan Cimanggu.

(3) Penderita kasus positif malaria berdasarkan kelompok umur. penderita kasus positif malaria berdasarkan golongan umur di Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pada usia 15-44 tahun dan jenis kelamin laki-laki sangat mendominasi penderita positif pada golongan umur ini. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas maupun mobilitas kaum laki-laki lebih luas dibandingkan kaum perempuan. Terutama pada tahun 2011 dan Tahun 2012 dengan banyaknya kusus penderita positif malaria import, warga Kabupaten Sukabumi banyak yang bekerja keluar Pulau Jawa untuk bekerja dan kebanyakan para pekerja ini bekerja didaerah endemis malaria.

(4) Kasus positif malaria berdasarkan Plasmodium. Berdasarkan Plasmodium, dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 paling banyak penderita positif malaria di Kabupaten Sukabumi terinfeksi oleh Plasmodium vivax disusul dengan P. falciparum dan Mix.

(5) Kasus positif malaria berdasarkan epidemiologi. Selama kurun waktu 3 tahun terakhir dari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2012 kasus positif malaria di Kabupaten Sukabumi dengan kategori “Indegenus” setiap tahunnya menurun, berbanding terbalik dengan kasus import. Dari Tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 kasus import cenderung terus meningkat, hal ini yang lebih diperhatikan lagi dan lebih ditingkatkan lagi yaitu survey migrasi dengan kecenderungan kasus import selama kurun waktu 3 tahun terakhir terus meningkat.

Pengendalian Malaria

Upaya pemecahan masalah pada penyakit malaria ada 4 poin yang harus digaris bawahi, diantaranya;

Pertama, survey migrasi. Penemuan penderita malaria dan pengobatan secara intensif dilakukan terutama dengan tingginya kasus import di Kabupaten Sukabumi.

Kedua, deteksi dini dan penatalaksanaan kasus malaria dengan benar. Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang di akibatkan penyakit malaria dengan cara penemuan kasus secara dini secara aktif dengan ACD, sebab dengan penemuan kasus secara dini dan segera diberikan pengobatan dengan SOP (standar operasional prosedur) yang tepat sehingga parasit yang ada di dalam tubuh penderita belum menjadi gametosid yang merupakan stadium penularan oleh nyamuk Anopheles spp.

Ketiga, menurunkan kepadatan vektor. Menurunkan angka kepadatan vektor ini sangat tergantung dengan spesies dan bionomic vektor, maka perlu di adakan survey pengambilan sampel larva nyamuk / penangkapan nyamuk secara rutin setiap bulannya, untuk mengetahui penentuan strategi pengendalian vektor malaria.

Keempat, peran serta masyarakat dan dukungan pemerintah. Dengan peran serta masyarakat yang aktif dan peka serta dukungan pemerintah dalam penanggulangan penyakit malaria sangat penting artinya karena penanganan malaria secara komprehensip membutuhkan kerja sama yang solid baik dari masyarakat itu sendiri maupun pemerintah dengan antar lintas sektor terkait.

Dengan adanya strategi ini mudah-mudahan pada tahun 2013 ini, kasus penderita malaria di Kabupaten Sukabumi bisa menurun, yaitu dengan memutus mata rantai penularan malaria. Amien…. )**

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=61561

Posted by on 18 Mar 2013. Filed under OPINI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
3.34% 2.77% 11.49% 16.28% 13.80% 10.83% 10.17% 14.81% 5.76% 8.52% 1.50% 0.74%
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.