Mujarab Tunggu Jadwal Sidang MK

Muraz:Panwaslu Tidak Punya Wewenang Tentukan PSU

SUKABUMI – Tim Mulyono-Jona Arizona (Mujarab) sudah mengajukan gugatan terkait hasil Pemilukada Kota Sukabumi ke Mahkamah Konstitusi (MK), kemarin (4/3). Materi gugatan itu adalah sejumlah pelanggaran yang dinilai Tim Mujarab mempengaruhi perolehan suara.  Terkait sejumlah dugaan pelanggaran itu pun, Panwaslu Kota Sukabumi telah mengeluarkan rekomendasi ke KPU Kota Sukabumi untuk melakukan pemungutan suara ulang di tiga kelurahan, yaitu Sriwedari, Cisarua dan Selabatu. Meskipun tindak lanjut atas pelanggaran-pelanggaran di ketiga kelurahan itu, tindaklanjutnya baru sampai pada klarifikasi terlapor. “Kami sudah menerima empat laporan, dengan terlapor Camat Cikole, Ketua PPS Kelurahan Cisarua, Lurah Sriwedari dan Ketua PPS Kelurahan Sriwedari,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Sukabumi Ending Muhidin kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Menurut dia,  berdasarkan wilayah Kelurahan Sriwedari dengan permasalahan dari keterangan saksi pada Selasa (26/2)   pukul 02.00 WIB, Camat Cikole membawa kotak suara berisikan rekapitulasi panitia pemungutan suara (PPS) Kelurahan Selabatu ke panitia pemilihan kecamatan (PPK) Kecamatan Cikole. Di Kelurahan Cisarua permasalahan yang timbul yakni menurut pelapor atau saksi bahwa PPS Cisarua tidak mengundang secara tertulis kepada kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS)-KPPS saat rekapitulasi perhitungan suara di PPS tanggal 25 Februari lalu. Untuk wilayah Sriwedari yang menjadi permasalahan berdasarkan pelapor yaitu pada 25 Februari lalu, Lurah Sriwedari mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bentuknya mengarah tidak netral (memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon).  “PPS Sriwedari juga membuka segel dan mengambil model C untuk penyelenggara, Panwaslu dan PPS dari tempat pemungutan suara (TPS) 13 saat ketua PPS menyerahkan rekapitualsi KPPS tanpa disaksikan PPK,” katanya.

Desakan pilkada ulang di sejumlah kelurahan itu memang muncul pasca aksi demonstrasi Forum Rakyat Miskin Bersatu (FRMB) yang dilakukan kemarin. Dengan diikuti ratusan massa, FRMB yang pro Mujarab itu menegaskan agar persoalan ketidakfairan pemilukada ini dibalas dengan pemilukada langsung. Ketua FRMB Tatan Kustandi mengaku, ia akan bersikap ksatria manakala pemilukada ini berjalan murni dan tanpa kecurangan. “Saya adalah orang yang akan mengucapkan selamat pertama kepada pemenang jika pemilukada ini berlangsung murni,” terangnya.

Hanya saja, ia menilai, pemilukada 24 Februari lalu berlangsung penuh  intrik dan kecurangan. Ada dua hal yang ia soroti pasca pemilukada tersebut. Pertama, kecurangan yang terjadi jelas merusak dan menodai jalannya demokrasi. “Dan yang kedua, adanya kecurangan itu jelas melukai amanah rakyat. Makanya, saya tidak akan pernah rela dan akan terus berjuang untuk kebenaran,” tegasnya.

Sementara, terkait rekomendasi Panwaslu itu, tim Mufakat angkat bicara. Walikota Sukabumi terpilih, M Muraz mengatakan, proses demokrasi harus mengedepankan penegakan hukum. Jika penyelenggara atau pihak-pihak yang berkepentingan dalam pesta rakyat itu melakukan pelanggaran maka diproses secara hukum, tanpa ada intervensi dari siapapun. “Gunakan kekuatan hukum, bukan people power (kekuatan orang, red). Dalam pemilu itu harus jujur dan adil (Jurdil), dengan berpatokan pada hukum atau aturan yang berlaku.  Itu kata mantan Presiden RI, Megawati,” ujar Muraz, kemarin.

Menurut dia, panwaslu tidak memiliki kewenangan untuk menentukan dilakukannya pemilihan ulang. Itu ranah Mahkamah Konstitusi (MK). “Pertanyaannya adalah apakah laporan-laporan itu sudah diteliti dan dibuktikan adanya. Lalu apakah terjadi perubahan rekapitulasi suara pascakejadian itu? Sehingga harus dilakukan pemilihan ulang. Untuk pemilihan ulang ini, sekali bukan ranah panwaslu, itu MK yang tetapkan,” tegas mantan Sekda Kota Sukabumi itu.

Senada dikatakan salah satu anggota Tim Advokat Mufakat, Dedi Fatius. Menurutnya, soal Pilkada Kota Sukabumi saat ini sudah masuk tahapan yuridis, bukan lagi politis. “Secara politis sudah berakhir ketika KPU menetapkan perolehan suara Mufakat tertinggi, melalui rapat pleno. Kalau pun sekarang ada gugatan dari peserta pemilukada, itu proses yuridis melalui MK,” jelas Dedi.

Terkait rekomendasi itu, Dedi mengatakan penentuan pemilihan ulang bukan wewenang panwaslu. “Boleh saja mengajukan rekomendasi, tapi penentuannya tetap di tangan MK melalui sidang panel hakim MK,” kata Dedi.

Sementara itu, salah satu anggota kuasa hukum Tim Mujarab, AA Brata Soedirdja optimis gugatannya ke MK bakal dikabulkan. Alasannya, bukti yang diajukan cukup kuat untuk dilakukannya pemilihan ulang. “Kami sudah daftar ke MK tadi (kemarin, red), tinggal menunggu jadwal sidang,” ujar Brata, seraya menambahkan dirinya mendaftar gugatan ke MK bersama anggota kuasa hukum yang lain serta tim pemenangan Mujarab.(dyl/veg/fkr)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=59045

Posted by on 5 Mar 2013. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

38 Comments for “Mujarab Tunggu Jadwal Sidang MK”

  1. ABAH

    Mun teu siap eleh tong hayang jadi pamimpin, jadi tukang demo wae jiga si Tantan…, dasar preman kampungan…

  2. tim Mustahil (no.5)

    Matakan ngamplokan na ka jelema na langsung door to door lain mancing jeng mancing we emang kabeh jelema beuki mancing mania mantaap kabeuh???
    Tp aluslah sok lah gugat mun bener aya pelanggaran mah
    Teu rido mun nu mimpin ieu kota aliran sesat(ahmadiyah)

    • sebagian rakyat

      atuh padahal mh arek miluan mancing mh mancing we.ulah kudu make era sagala.da moal aya nu nyahoeun ath didinya kamari teu nyolok mufakat..tong sok loba teuing ngomong.cicing we ari rumasa teu bisa ngarubah hasil keputusan ti KPU mh,,mun didinya bisa jeung mampu berarti sakti.

  3. bram

    geus we ari tukang bank keliling mah/ rentenir fokus dagang duit, tong hayang ngotot jadi wakil walikota, pan tos buktos kek?, meni ngotot ngerahken preman?, pengecut ah

  4. bram

    geus we ari tukang bank keliling mah/ rentenir fokus dagang duit, tong hayang ngotot jadi wakil walikota, pan tos buktos keok?, meni ngotot ngerahken preman?, pengecut ah

  5. ucub basuki

    ah,.. gelo nu demo kamari mah,… camat di alungan rokok, nyiduhan sekda,.. kalakuan jelma GELO,.. saya sebagai masyarakat merasa risih dan terganggu,.. coba bersikap tegas kepada para aparatur keamanan di kOta Sukabumi,..

  6. Anak abah..

    Setuju bah..
    Nyaeta atu.. Aya2 wae..
    Rek kmh jd pemimpin ari teu gaduh sikap kesatria mah..

  7. dulu yg tertangkap ada pns aktif kampanye siapa?malah pak camat sewktu meninjau bencana alam,dikawal tatan,bagi2uang/materi waktu kampanye mayoritas mujarab/tatan,jika diulang,kebanyakan orang punya kesibukan,juga apa pasti sesuai dgn yg awal?peserta nanti dijamin nyoblos yg sama??pendukung batik+syahadat??jangan2serangan fajar pula?jika cuma dua tanda gambaritu=putaran kedua bukan pengulangan namanya,hayo lebih baik legowo,jangan atas petunjuk megawati,dijabar engga legowo juga,

  8. dedi

    siap meunang tp TEU SIAP KALAH.. parah pisan, euy…

  9. urangbanten

    Mun geus eleh mah eleh we atuh kang !!!!!……aya naon nya meni ngebet ngulang…..bingung mayar hutang meuren nya……

  10. reiza

    lebar cenah geus ngaluarkeun duit anu loba, tp eleh, lmn jadi pamimpin nukitumah moal bener, nu aya engke mikiran kumaha carana malikeun duit nu kamari kapake pemilu,,,,

  11. sebagian rakyat

    dalam kompetisi pst selalu ada konflik.ataupun pihak ke-3 yg tidak suka.jd anggaplah itu semua hanya godaan syetan..bukannya dukung dan bantu pemenang pemilukada kota SMI,malah sibuk demo.kaya yg krg kerjaan aja..
    maju terus pemimpin terpilih,tingkatkan terus prestasi kota sukabumi.

  12. mang udin

    Numutkeun pamendak amang mah teu kudu riweuh2 ngerahkeun massa (bayareun), apanan geus diajukeun gugatanana ka MK. ceunah rek tunduk patuh kana hukum (teu kudu make haok polotot, sok komo hayang ngagaplok).

  13. lurah

    kenapa yang di usulkan pemilu ulang hanya di lokasi yang team “MUJARAB” kalah saja,saya usulkan juga untuk kelurahan sukakarya di ulang saja kumaha tah satuju teu ……………????

    • abu

      satujuuuuuuuuu.. keok tah ayeuna mah mujarab. sabab masyarakat jd loba nu teu simpati ku loba demo.

  14. ripuh yeuh mikiran bayareun……!!!!!! tos kersaning alloh kang ntos w nya ayeuna mah nampi keun……teu aya guratan panginteun,,,da alloh mah uningaeun…..!!!

  15. ujang

    matak ulah licik..hayang meunang licik..nya wayahna we didemo….tong sok ngarasa bersih ari pangkotornamah….rakyat geus pinter euy…..teu bisa dilicikan…kabatur money politik padahal mufakat nu ngawur…didoakeun lah..hasil MK mujarab nu meunang,,atawa..madani,,atawa syahadat..tong ahmadiyah..najis

    • dewek hayang nanya jang k ente…!! ari nu di unggulkeun ku ente teu licik…?? mantak kitu g warga sukabumi geus palinter teu jiga ente boloon di janjikeun gw di puskesmas g daek w…..!!!

    • urangbanten

      Jang…….ari maneh ngomongkeun saha ???? nu baleg atuh ari ngomong teh,teu pararuguh……sugan teu ngarti naon anu diomongkeun na

  16. mujarab di SMI patent di BANDUNG= bang samiun=keok,engga legowo.teten sdh legowo nerima kekalahan,frmb masih bisa cari makan biar kalah,legowo donk,rakyat muak lihat mujarab demo,ingat tdk semua yg nyoblos orang fanatik partai tertentu,mereka akan kecewa milih mujarab(usungan pdip)yg otomatis pdip yg dicap jelek dlm waktu lama.mujarab+jona mah akan lewat,mereka akan hilang tanpa bekas,jadi pengusaha,nah pdip akan ambruk dithn 2014,hayo survey,biar demokrat+pks bermasalah,tapi partai lain yg untung,golkar juga hancur,lihat besar kampanye tdk sama dgn suara yg didapat

  17. abu

    alhamdulilllah geuning loba keneh nu peduli ka kota sukabumi teh,..da heueuh mun difikir eta demo jang naraon.? hayang meunang..? supaya naon? tapi yakin lain ikhlas jang rahayat. nu puguh mah pede teuing mimiti maju na jadi nalika eleh teh loba nu disalahkeun, itu tea ini tea, curang tea.. nupuguh mah introspeksi diri, mawas diri, ngaca kana diri da ti lohmahfudz na ge ngaran calon walikota teh geus ditulis pasti nu teu bisa di tipex kumaha kahayang manusa.” komo ieu mujarab nu timimiti tarung pilkada teu tanggung2 nu ngabackup na g walikota cs kayaning asda 2, wali songo kota sukabumi eta teh ajengan geledegan wungkul disukabumi na. purah tawasul, istighosang & ngadoa. tapi pan saha nu apal kereteg manah nu alit namah. naha jang kamaslahatan umat atawa aya niat nu lain. da geuning anu kaluar mah tong nepika korsi walikota dicekel ahmadiah. malah tawsulna basa penghitungan suara. maca surat yasiin pas ayat salamun qaulan mirrobirrahim ngadoa tong ahmadiah nu meunang. ari kabuktian muradz nu meunang. patarosana.. salah doa atawa memang muradz geus lain ahmadiah deui ayeuna? jung daptar k mk. didu’akeun sing lungsur langsar jang kamaslahatan kota. sing emut kana pituah rasul dina hadits anu soheh.: bakal datang hiji jaman nalika pamingpina lir ibarat singa, ulama na saperti monyet, rahayatna saperti domba.” ngan ieu do’a kuring ” ya alloh mdh2 sukabumi nu jaga baring bakal jadi puseur na syariat islam ditebihkeun tina pamingpin saperti singa, ulama saperti monyet, rahayat saperti domba. naon wae kaputusan mk tarima.. sok sanajan hasil istikhoroh kuring salaku jalma bodo. tetep moal ngarubah hasil.. sok bandungan ku salarea. hapunten ka pangersa kyai, kamaslahan umat langkung utami.. piraku ni didukung ku ulama eleh.” hapunten

  18. urangbanten

    Mangkaning tos seep milyaran……jaba meunang nambut artos na oge…..pek teh teu meunang deuih,padahal anu ngadukung mujarab mah mulai ti walikota nepi ka ulama,masyarakat ayeuna mah palalinter cooy…..duit serangan fajar mah dicandak wae….milih mah kumaha engke….peace aah..!!!

  19. sebagian rakyat

    masyarakat ayn mh geus pinter,pasti neangan pamimpin anu sok ibadah.ciri-cirina nyaeta tara lepas tina peci.cing saha calon walikota jeung wakil walikota anu kamari teu nganggo peci,,anu pertama di nilai teh penampilan panginteunnya???hatur nuhun ah

  20. sam

    BETULLLL DULUR…. cing atuh ari teu siap eleh mah tong wawanianan nyalonkan sagala… anggeus we cicing di imah make erok, make daster,…
    boga duit loba mah sumbangkn we tuh ka pakir miskin,,, ka warga palestina ke, ka somalia ke… dari pada dihambur-hamburkan kitu. . . puguh-puguh etamah jihad…
    berarti bener ternyata para calon birokrat, yang sedang menjabat dan mantan birokrat teh masih banyak yang belum mengerti arti dari sebuah demokrasi..
    kalo demokrasi ki

  21. nu cinta sukabumi

    aduuuuuuhhh karunya teuing nya tah nu make baju MUJARAB..
    karunya sagalana euy….
    masa calon seorang pemimpin kitu… tidak gentle ppppisssan euy…, tidak mau mengakui kekalahan, dimana jiwa KEDEWASAAN BERPOLITIKNA????
    kira-kira tidak siap kalah mah atuh jangan masuk arena pertempuran,, tos we dibumi, masak, nyuci baju, bersihin pekarangan, nonton acara Gosib…
    Matak bener dulur….pantesan daerah teh teu bisa maju-maju ari para mental jeung sifat birokratna model kie mah… neupi ka beulut bisa hiber ge moal arek maju-maju….

  22. nu cinta sukabumi

    tapi nya meskipun demikian dlur.. kita mesti tetap berprasangka dan berkeyakinan baik meueunnya , kalo tidak semua birokrat bermental dan bersifat kawas tadi.. ( MUDAH-MUDAHAN PARA CALON/PEMIMPIN YANG MASIH MEMPUNYAI HATI TULUS BUAT MENGABDI DAN MEMAJUKAN DAERAH, ALLAH SWT MEMBERIKAN KESEHATAN, KELANCARAN, KEMUDAHAN, …..)

  23. nu cinta sukabumi

    MAJULAH TERUS UNGKAU PEMENANG..
    BUKTIKAN APA YANG ENGKAU JANJIKAN KEPADA SEMESTA…
    CIPTAKAN KOTA SUKABUMI YANG RAHMATAN LIL ALAMIN…
    SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN KEKUATAN, DAN KALANCARAN DALAM MEWUJUDKANNYA….
    AMIIIINNNNN….

  24. yuni

    TATAN tolong jawab salaku Anggota DPRD dan selaku Masyarakat yg kata kamu ngerti Hukum walaupun tidak sekolah Hukum, bagaimana menurut anda jika seorang USTAD AYI RUSTANDI mengikuti KAMPANYE, bahkan Jadi jurkam Padaha; Ia tercatat sebgai PNS aktif, dan kenapa Wartawan Pada diam membisu,.. ? bukankah ini yang di sebut Icumbent Power ?? jadi yg memiliki peluang untuk melakukankecurangan sistematis dan bisa menekan aparatur pemerintahan itu siapa ?? yang pasti bukan calon yg statusnya sudah menjadi rakyat bukan aparatur pemerintahan ataupun pejabat !!! mohon jawaban dari Sdr. TATAN, saya

  25. Kaka

    Mujarab di dominasi orang2 preman.

  26. Dedi

    Kalaupun terjadi putaran kedua, sy himbau kepada suluruh masyarakat sukabumi jangan memilih calon walikota yg anak buahnya preman semua dan dibantu oleh sdr.muslich abdul kufur mengerahkan kekuatannya dengan preman2.

  27. nu pasti mah mufakat teh aya dalam lindungan ALLAH SWT. da ALLAH mah maha uninga. mana anu dikersakeun jadi pamimpin mana anu teu panteus janteun pamimpin, INSYAALLAH MUFAKAT mah pamimpin anu AMANAH. AMIN

  28. BUDIMAN

    PREMAN dan PKL membuat Sukabumi kota TAMBAH HANCUR !!

  29. Ewon

    Warga Kota Sukabumi Kudu beunta ulah mempermasalahkeun agama arek ahmadiyah arek naon wae oge anu penting mah tingali kalakuananan/akhlakna jeung cara mimpin na, kurang kumaha si muslich abdul kufur jiga anu heueuh nyantri ngaku agama na anu paling bener tapi tingali gaya mimpin na anak buah na preman wungkul bagi-bagi lapak setor ka preman teh tiap bulan, manehna ayeuna geuring tah lamun eleh mujarab manehna pasti dipenjara matak oge bebeakan ngadukung mujarab jiga anu kasetanan, ha haha….

  30. edi

    Masyarakat Sukabumi teu kudu ring rang atawa salempang lamun meunang mufakat moal mamaksa kudu asup aliran ahmadiyah sagala eta mah hak individu masing2, anu penting mah aliran naon wae oge ari akhlakna alus jeung bener teu korupsi mah teu jadi masalah. daripada ayeuna ngaku aliran anu bener tapi akhlak na bejad, preman2 di piara dijieun anak buah jeung dibere kakawasaan naha nu kitu patut anu erek dipilih ??!

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->