Karena Kurikulum Baru dan Menghambat Wajardikdas Sembilan Tahun

Kemendikbud Matangkan Rencana Penghapusan Unas SD

Para siswa SD siap-siap bakal langsung naik jenjang SMP, tanpa mengikuti ujian nasional (unas). Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menuntaskan evaluasi penghapusan unas SD yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir.

——————————–

KABAR  penghapusan unas SD tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro. “Tetapi saya tegaskan lagi, kebijakan ini (penghapusan unas SD, red) masih sedang tahap evaluasi,” katanya.
Pejabat asal pulau Madura itu menuturkan, dirinya belum bisa memastikan apakah kebijakan penghapusan unas SD ini akan diterapkan tahun ini atau untuk unas periode selanjutnya. Dia menegaskan jika evaluasi penghapusan SD ini sudah berjalan dan telah beberapa kali menggelar pertemuan diskusi serius.
Khairil menjelaskan, ada banyak alasan yang mendasari rencana penghapusan unas SD tersebut. Diantara yang paling dominan adalah, ada sejumlah pihak yang berpendapat jika pelaksanaan unas SD tidak sejalan dengan amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dalam undang-undang itu dijelaskan dengan tegas jika wajib belajar pendidikan dasar adalah sembilan tahun (SD hingga SMP).
Nah jika unas SD diterapkan atau dijalankan sesuai prosedur, berpotensi besar ada siswa SD yang tidak lulus. Sebaliknya apabila sudah ada jaminan bahwa seluruh siswa SD lulus unas, semangatnya sebagai evaluasi akhir di SD tidak ada artinya. ” Jangan sampai ada yang tidak melanjutkan dari SD ke SMP. Apalagi gara-gara tidak lulus unas,” katanya.
Selain itu, Khairil mengatakan jika penghapusan unas SD berkaitan dengan penerapan kurikulum baru 2013. Dalam kurikulum baru itu, sistem pembelajaran di SD hampir berubah total.
Kemendikbud memutuskan jika pembelajaran di SD menggunakan model tematik integratif. Dimana mata pelajaran selain pendidikan agama, dilebur menjadi tema-tema tertentu. “Memang benar kurikulum baru ini menjadi salah satu alasan penghapusan unas SD,” tutur pengabung almarhum Gus Dur itu.
Jika benar kurikulum baru yang menjadi alasan utama, penghapusan unas SD baru dijalankan untuk edisi 2016 nanti. Sebab kurikulum baru tahun ini baru dijalankan untuk siswa kelas I dan IV SD tahun pelajaran 2013/2014. Di mana siswa kelas IV SD baru akan melaksanakan unas tahun 2016 nanti.
Khairil menyebutkan jika penghapusan unas SD ini benar-benar dievaluasi secara mendalam dan matang. Dia tidak ingin Kemendikbud justru melanggar peraturan undang-undang lain, jika akhirnya uans SD benar-benar dihapuskan.
Dalam pelaksanaan unas SD selama ini, Kemendikbud memasrahkannya ke satuan pendidikan, dinas pendidikan kabupaten dan kota hingga provinsi. Kemendikbud hanya mewajibkan laporan unas SD disampaikan ke pusat sebagai bahan pemetaan kualitas pendidikan SD. Kondisi ini berbeda sekali dengan unas untuk SMP dan SMA yang kelulusannya juga harus ditetapkan oleh Kemendikbud (porsi penentu kelulusan 60 persen nilai unas dan 40 persen nilai rapor). (wan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=57338

Posted by on 25 Feb 2013. Filed under NASIONAL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

1 Comment for “Karena Kurikulum Baru dan Menghambat Wajardikdas Sembilan Tahun”

  1. anang

    Pak Menteri, Plis dech…!!!

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->