Istiqomah di Tengah Godaan Berat

Sukma Budi Prasetyati

Sukma Budi Prasetyati

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mbak sukma, bagaimana caranya agar tetap istiqomah dalam kebenaran di tengah godaan yang luar biasa berat.Terimakasih sebelumnya.
Rahmat (Warungkiara)

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Sebelumnya mohon maaf ya kalau contoh-contoh yang akan saya paparkan tidak sesuai dengan permasalahan yang Pak Rahmat hadapi. Setiap orang yang memiliki idealisme, di masa sekarang, pasti dihadapkan pada pilihan yang sulit antara ikut arus atau melawan arus yang berkembang di lingkungan. Contohnya, kita tahu bahwa suap (risywah) itu dilarang oleh Islam. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu , ia berkata : “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suap” (HR At-Tirmidzi). Tapi praktik suap ini, dengan nominal besar atau kecil telah dianggap biasa di sistem sekarang. Apakah  Pak Rahmat pernah dimintai sejumlah uang tertentu untuk memudahkan urusan Pak Rahmat ? Jika Pak Rahmat menolak memberikannya, maka urusan Pak Rahmat akan terbengkalai dan tak kunjung selesai. Ya kurang lebih seperti itulah gambaran sistem sekarang. Ada anekdot yang mengatakan, “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah”. Untuk kita yang memiliki idealisme, pada saat dihadapkan pada situasi seperti itu tentu membuat dilema. Bila diberikan, kita termasuk orang-orang yang diancam dilaknat oleh Rasulullah saw. Tetapi bila tidak diberikan, kita nya juga akan repot.
Kapitalisme dengan seluruh turunannya yaitu demokrasi, sekulerisme, hedonisme, materialisme dll telah mencengkram seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak pelak,  sistem ini telah menciptakan pola pikir dan pola sikap pada masyarakat  dengan ukuran manfaat dan materi. Sehingga semua perbuatan pun selalu ditimbang apakah bermanfaat atau tidak bagi dirinya. Apakah Pak Rahmat menyadari fenomena tersebut ?
Bagi seorang mukmin yang senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dirinya pasti merasa jengah dan tidak mau mengikuti sistem tersebut. Dengan keimanan yang dimilikinya, ia akan selalu berbenturan dengan lingkungan rusak yang telah diciptakan oleh sistem ini (saya katakan sistem kufur ya Pak). Butuh energi luar biasa untuk bertahan dan mengupayakan adanya perubahan. Sikap istiqomah (konsisten) dibutuhkan untuk selalu berada pada jalur yang benar.
Dalam satu kisah telah diceritakan bagaimana shahabat Rasulullah yaitu Bilal bin Rabah menunjukkan keistiqomahannya manakala disiksa oleh orang Quraisy yang masih kafir. Beliau terus mengatakan satu kalimat “Ahad”. Beliau tidak mau berkompromi dengan tawaran majikannya jika beliau kembali pada agama nenek moyangnya,maka beliau akan dibebaskan. Beliau lebih memilih menahan sakitnya siksaan berupa tindihan batu besar dan menolak kembali kepada kekafiran. Semoga kisah tersebut dapat menginspirasi.
Untuk menjaga ke-istiqomahan tersebut dapat dilakukan antara lain dengan senantiasa mengupayakan terikat dengan seluruh syariat Allah SWT, bila tergelincir dalam kekhilafan bersegeralah memohon ampunanNya. Taqarrub (medekatkan diri) pada Allah dengan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah, insyaAllah akan menebalkan sikap istiqomah kita. Selain itu kita juga dapat mengambil ibroh dari perjuangan Rasulullah saw dan para shahabat serta orang-orang sholih sesudahnya  saat memperjuangkan tegaknya Islam, dengan membaca dan memakanai Siroh Nabi atau tarikh shahabat. Penting juga untuk bergaul dengan orang-orang sholih yang akan menasihati kita manakala kita lupa atau terbawa arus. Satu lagi sebagai tambahan, saat kita berupaya istiqomah dengan kebenaran Islam, kita pun mesti melakukan perubahan agar lingkungan kita pun sesuai dengan Islam. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dakwah. Yakinlah bahwa Allah SWT akan meneguhkan kita bila kita senantiasa memohon pertolonganNya.Semoga bermanfaat Pak Rahmat. Wallahua’lam bishshawab. (Ketua DPD II MHTI Sukabumi,Sukma Budi Prasetyati, S.Pi. Untuk pertanyaan atau konsultasi dapat mengirimkan sms ke 081210825029 atau email ke konsultasi.mhti@gmail.com./*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=57115

Posted by on 22 Feb 2013. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->