Andri Terkaya, Fahmi Termiskin

Hasil LHKPN Calon Walikota/Wawali Sukabumi

SUKABUMI–Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) merilis harta kekayaan calon walikota/wakil walikota Sukabumi, kemarin. Hasilnya, Calon Walikota Nomor 1, Andri Setiawan Hamami paling kaya dengan pundi pundi harta mencapai Rp 69 miliar plus 2300 dollar. Sementara Calon Walikota Nomor Urut 2, Achmad Fahmi menjadi calon walikota Sukabumi termiskin, memiliki harta senilai Rp 707juta, (selengkapnya lihat grafis,red).

Ketua Divisi Pencalonan KPU Kota Sukabumi, Agus Firmansyah mengatakan perhitungan harta kekayaan delapan calon walikota/wakil walikota ini mulai harta bergerak hingga tidak bergerak. Perhitungan ini berdasarkan laporan calon walikota dan wakil walikota tersebut yang sebelumnya telah mengisi form yang disodorkan LHKPN. “Kami sudah menerima laporan harta kekayaan calon, untuk calon yang paling kaya Andri dan terendah Achmad Fahmi,” ungkap Agus.

Terkait dana kampanye pasangan calon walikota/wakil walikota, KPU belum mengetahui persis jumlah nominal anggaran kampanye. Alibinya, karena hasil dana kampanye total akan terlihat setelah pelaksanaan kampanye. “Rekening kampanye semua pasangan sudah menyerahkan, sedangkan jumlah dananya menunggu laporan akhir setiap pasangan setelah kampanye,karena sponsor yang masuk kepada pasangan pun harus dilaporkan,” jelas Agus.

Ditempat terpisah, Andri Setiawan Hamami mengungkapkan kekayaan yang dimilikinya selama ini berasal dari hasil keringat pengembangan usaha yang ia jalankan.”Harta tersebut merupakan hasil usaha perusahaan saya,”kata Andri.

Disinggung mengenai nilai kekayaan yang angkanya jauh fantastis mengalahkan harta kekayaan kandidat lain, adik kandung Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami ini mengatakan kekayaan yang dimilikinya merupakan modal dasar apabila pencalonannya di Pilkada Kota Sukabumi tidak diniatkan, memikirkan apalagi sampai bertindak untuk memperkaya diri sendiri bila terpilih menjadi walikota. Maksudnya, ia tidak mengejar jabatan dan Andri bertekad akan terus bersih dari korupsi karena dalam hal materi Andri sudah mapan alias lebih dari terpenuhi. “Alhamdulilah kalau urusan duniawi saya dan keluarga sudah lebih dari cukup. Makanya jika terpilih nanti saya tidak akan mengurus lagi masalah kekayaan, tapi lebih fokus bagaimana mengurus masyarakat Kota Sukabumi,”kata cucu saudagar minyak (alm) H. Oting ini.

Sementara itu, kandidat dengan nominal kekayaan terendah Achmad Fahmi mengatakan angka Rp700 juta lebih itu, apa adanya. Sesuai harta dan aset yang dimiliki dirinya. “Itu data rill, bahkan menurut saya itu sudah sangat besar,” kata Fahmi dikonfirmasi terpisah.

Meski Fahmi tercatat sudah hampir dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Sukabumi, namun penambahan hartanya tidak terlalu signifikan. “Sebelum jadi anggota dewan, saya guru. Setelah jadi wakil rakyat pun tidak jadi pebisnis. Bagaimana harta saya bisa terdongkrak. Tapi saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dengan apa yang sudah saya miliki sekarang,” ujarnya.

Ia menegaskan tugas sebagai wakil rakyat bukan kesempatan untuk memperkaya diri. Tapi jauh lebih penting menjalankan amanah sebagai perwakilan rakyat di dewan. Komitmen untuk menjalankan amanah ketika menjadi anggota DPRD itu, kata Fahmi akan tetap dipertahankan jika nanti terpilih sebagai Walikota Sukabumi. “Sejak memutuskan terjun ke dunia politik (menjadi anggota dewan, red) saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk mengabdi menjalankan amanah. Insya Allah komitmen ini akan tetap saya pertahankan ketika menjadi kepala daerah,” kata politisi yang kerap mengkritisi kebijakan Pemkot Sukabumi yang dinilainya tidak memihak ke warga itu. (wan/dyl/fkr)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=54964

Posted by on 13 Feb 2013. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->