Yang Menarik dari Helaran Budaya Cianjur (1)

Ajang Pelestarian Budaya, Diikuti 24 Jenis Seni dan Budaya

HELARAN BUDAYA: Kesenian kuda kosong turut meramaikan kegiatan Helaran Budaya yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pasundan.(FOTO:ZULFAH ROBBANIA/RADAR CIANJUR)

HELARAN Budaya yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pasundan mampu menarik perhatian publik. Warga Cianjur rela berlama-lama dibawah terik matahari dan berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan hiburan yang tersaji setahun sekali ini. Berikut pantauanya.

Laporan : ZULFAH ROBBANIA, Cianjur

RIUH suara musik khas Sunda mengiringi penampilan setiap kontenstan yang melintasi panggung kehormatan. Ya ada acara Helaran Budaya yang diikuti sedikitnya 24 jenis seni dan budaya, baik dari Cianjur maupun luar Cianjur.
Meski memiliki banyak kesenian khas daerah, Cianjur termasuk kabupaten yang jarang menyuguhkan kegiatan tersebut. Padahal, kegiatan semacam Helaran Budaya, tidak hanya sekedar tampilan seni yang pasti mendapat sambutan meriah dari warga.
Kegiatan tersebut, bisa menjadi ajang untuk pelestarian budaya itu sendiri. “Yang ikut acara ini ada 24 jenis seni budaya, tidak hanya dari kebudayaan sunda, tapi juga kebudayaan tionghoa, kebudayaan timur tengah dan kebudayan modern yang ditampilkan oleh para pelajar, seperti marching band atau perkusi,” papar Ketua panitia acara Abah Ruskawan.
Bukti kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya, munculnya kesenian kuda kosong, kesenian debus dan lainnya. Terancanmnya eksistensi kesenian di Cianjur disebabkan berbagai faktor.
“Seperti kuda kosong, itukan sempat jadi kontroversial, karena mistisnya bahkan sempat dilarang. Tapi, yang namanya budaya tidak melulu soal itu, harus dilihat dari berbagai faktor. Kalau mencontohkan kuda kosong, itu ada hubungannya dengan sejarah Cianjur,” paparnya.
Namun, perhatian pemerintah juga menjadi kendala tersendiri dalam pelestarian budaya, khususnya Seni Budaya Cianjur.
“Bayangkan saja, dari sekitar 125 seni budaya yang ada, kini yang masih eksis hanya sekitar 11 nya,” ujarnya.
Abah menyebutkan, kalau tidak digelar semacam Helaran Hudaya seperti itu, mungkin tahun depan generasi muda tidak ada lagi yang mengenal budayanya. Maka sudah sepatutnya perhatian pemerintah akan pelestarian budaya lebih ditingkatkan lagi. “Karena seni dan budaya juga mengiringi berdirinya sebuah bangsa,” ujarnya.(**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=5240

Posted by on 3 Mar 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.