Semasa Hidup Tak Pernah Absen Salat Malam

Dibalik Utuhnya Jasad Amil Nikah yang Terkubur Selama 20 Tahun (1)

UTUH : Warga saat memindahkan jasad alm M Syamsuri yang masih utuh belum lama ini.

UTUH : Warga saat memindahkan jasad alm M Syamsuri yang masih utuh belum lama ini.

Sebagaimana lazimnya kita mengetahui, apabila jasad sudah dikubur pasti akan segera mengalami proses pembusukan dan penguraian apalagi jasad yang sudah dikubur dalam waktu yang sangat lama. Namun, dengan Kuasa Allah, kita bisa temui banyak fakta dan bukti yang sangat kuat bahwa Jasad atau jenazah para Syuhada (Orang Yang Mati Syahid /Martir), para Nabi, dan orang-orang suci (Waliyullah) itu tetap segar bugar dan tidak mengalami proses pembusukan ketika kuburan mereka itu digali kembali. Salah satunya adalah jasad M Syamsuri seorang pembantu pencatat nikah (amil nikah) di Kecamatan Sukabumi. Saat makamnya hendak dipindahkan, jasadnya masih utuh.  

WAHYU SYAHIDAN, Sukabumi

SUASANA Pagi sekitar pukul 09.00 pada pekan lalu itu terasa sejuk. Angin sepoi-sepoi seolah membangunkan pohon-pohon bambu disekitar pemakaman M Syamsuri yang rencananya akan dibongkar dan dipindahkan ke makam rintisan Syamsuri semasa hidupnya. Ya, di TPU Kampung Hikmatlah rencanya Syamsuri akan dipindahkan.
Salah seorang penggali kubur, Ahmad (65) bersiap mengangkat cangkulnya. Dengan cekatan, satu, dua kali cangkulan sudah Ahmad lakukan. Dengan cangkul yang berbatang kayu dengan ukuran setengah meter itu, Ahmad terus melakukan penggalian. Tak terasa Ahmad dengan memakai topi loreng itu telah menyelesaikan hampir setengah pekerjaannya. Saat hedak menyelesaikannya, Ahmad tersentak kaget, melihat balutan putih yang ada dibalik tanah kuburan ahmad.
“Sebelumnya saya tidak tahu apa itu balutan putih yang ada di kuburan M Syamsuri. Tapi saat saya selidiki ternyata jasad M Syamsuri masih terlihat utuh.” tutur Ahmad.
Padahal, sebelumnya Ahmad sendiri menyuruh keluarga M Syamsuri untuk menyiapkan kain kafan saja, sebagai bungkus tulang belulang. Tapi setelah terlihat jasad yang masih utuh, Ahmad kembali menyuruh keluarga untuk membawa keranda untuk memindahkan jasad M Syamsuri ini.
M Syamsuri yang tercatat sebagai warga Kampung Tugu Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi ini dikenal warga sebagai seorang pembantu pencatat nikah (amil nikah) di Kecamatan Sukabumi, yang meninggal sekitar 20 tahun lalu akibat terjatuh saat hendak melakukan salat malam.
Salah seorang anak bungsu M Syamsuri, Abdul Hakim (38) yang juga ikut menyaksikan pembongkaran ayahnya itu. Hakim mengatakan, ayahnya memang tidak pernah lepas dari salat malam. Meski tidak bertitel ulama, namun Syamsuri sering memberikan pengajian kepada warganya, sehingga banyak warga yang mengenal ilmu agama lebih dalam dari almarhum. (**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=50740

Posted by on 28 Jan 2013. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

1 Comment for “Semasa Hidup Tak Pernah Absen Salat Malam”

  1. Subhanallah, Maha Suci Ya Allah. Saya ingin seperti beliau bila waktunya nanti

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.