Hiswana Migas Bantah Pengurangan Elpiji 3kg

DISTRIBUSI LAMBAT: Sejumlah pekerja sedang menurunkan tabung elpiji 3 kg dari truk. Foto : Widi/RADAR SUKABUMI

DISTRIBUSI LAMBAT: Sejumlah pekerja sedang menurunkan tabung elpiji 3 kg dari truk. Foto : Widi/RADAR SUKABUMI

Sodorkan Program Fakultatif ke Diskoperindag

SUKABUMI-Banyaknya keluhan yang dilontarkan sejumlah pemilik pangkalan dan agen elpiji di Kota Sukabumi, akibat langkanya pasokan elpiji 3 kg akhirnya mendapat tanggapan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Saat ditemui Radar Sukabumi di kantornya Jl. Sriwidari Kota Sukabumi, Hiswana Migas Sukabumi membantah tudingan pengurangan LPG 3 kg dari SPBE ke agen.

“Tidak ada pengurangan, yang ada hanya keterlambatan pengiriman saja,” kata Ketua Bidang LPG 3 kg Hiswana Migas Sukabumi Yedi Nurhayadi.

Menurutnya, cuaca buruk serta banjir yang melanda Jakarta menyebabkan pendistribusian tabung melon ke setiap SPBE terhambat.

“Sekarangkan cuaca lagi buruk jadi banyak kapal yang sulit untuk berlabuh ke daratan, sehingga banyak truk pengangkut tabung LPG menumpuk di SPBE,”ujarnya.

Dijelaskannya, Elpiji 3 kg ke agen tidak dikurangi. Akan tetapi, saat ini memang ada kebijakan baru dari pemerintah bahwa ada pemotongan hari kerja yaitu setiap hari libur tanggal merah dan Minggu.

“Namun itu tergantung dari kebijakan wilayah masing-masing,”terangnya.

Diakuinya, kebijakan tersebut sudah diatur pemerintah pusat. Dirinya pun tidak mengetahui pasti maksud pemotongan hari kerja itu.
Meski begitu, pihaknya sudah mengusulkan ke dinas terkait tentang program fakultatif. Yaitu setiap tanggal merah SPBE masih tetap buka, terkecuali Minggu.

“Jadi saat ini setiap agen maupun pangkalan yang biasa mendapat jatah gas 30 truk dalam satu bulan, sekarang dikurangi 4 hari jadi satu bulan itu agen ataupun pangkalan menerima 26 truk LPG 3kg,”ujarnya sambil menjelaskan.

Namun karena pemotongan hari kerja ini dirasa bisa merugikan masyarakat. Saat ini Hiswana Migas berupaya mengganti pemotongan hari kerja tersebut dengan program fakultatif atau dengan katalain meminta setiap hari libur merah, agar SPBE tetap buka dengan meminta persetujuan dari pemerintah setempat dan sudah disahkan oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi.

“Alhamdulilah kemarin kita sudah mengusulkan ke diskoperindag dan sudah diizinkan juga,”imbuhnya.

Bahwa untuk bulan ini, jika ada tanggal merah SPBE masih tetap buka dan pegiriman lancar. Terkecuali Minggu tetap tutup.

“Sedangkan untuk bulan-bulan berikutnya kita juga akan terus berusaha melanjutkan program fakultatif ini,”ujarnya.

Ditambahkannya, program fukultatif tersebut akan terus diajukan setiap bulan yang ada tanggal merahnya. Karena program fakultatif ini, hanya berlaku untuk satu kali. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat bisa tetap sabar dan mengerti sampai cuaca kembali normal.(cr8)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=49816

Posted by on 25 Jan 2013. Filed under EKBIS SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.