Oknum Dosen UMMI Ditahan Polisi

*Dugaan Penggelapan Uang SPP Mahasiswa
*Rektor UMMI Anggap Musibah

SUKABUMI-Oknum dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), DM (34), terpaksa ditahan polisi. DM yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan UMMI ini diduga telah mengelapkan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) di perguruan tinggi ternama di Sukabumi ini. DM sendiri sekitar 28 Desember 2012 lalu, sudah meringkuk di jeruji besi Polsek Cikole Kota Sukabumi. Dia dilaporkan oleh pimpinan UMMI ke polisi lantaran tidak sanggup mengembalikan uang SPP Rp 500 juta lebih yang digelapkannya.

Andri Moewashi Idharoel Haq, salah seorang dosen UMMI mengungkapkan, terkuaknya dugaan tindakan penggelapan uang SPP dan DPP oleh DM terungkap setelah bagian keuangan mempertanyakan kepada mahasiswa soal pelunasan pembayaran administrasi sebagai salah satu syarat mengikuti ujian pendidikan. Namun ketika ditanyakan, banyak mahasiswa yang mengaku sudah membayarkan semua kewajiban pembayaran administrasinya kepada DM. Tidak hanya mengaku sudah membayarkan uang administrasi, para mahasiwa pun saat ditanya bukti pembayaran, tak canggung menunjukan bukti kuitansi sebagai bukti sah pembayaran yang dikeluarkan UMMI.

“Di situlah mulai terbongkarnya penggelapan uang SPP yang dilakukan dia (DM),” kata Andri ditemani sejumlah Pengurus Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Sukabumi saat mendatangi Redaksi Radar Sukabumi, baru-baru ini.

Anak salah seorang tokoh pendiri UMMI ini mengatakan, tindakan penggelapan uang SPP dan DPP mahasiswa ternyata tidak hanya terjadi di tahun 2012 saja. Setelah di cek, ternyata perbuatan DM sudah dilakukan dari tahun 2010 lalu, dengan nilai penggelapan uang sekira Rp 500 juta lebih.

“Makanya saya dan rekan-rekan pengurus Muhamadiyah sangat berharap kasus ini segera dituntaskan. Kami ingin lembaga pendidikan ini bersih dari orang-orang yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri,”tegas Andri, berapi-api.

Sementara, pengurus PD Pemuda Muhamadiyah Sukabumi, Rijal menambahkan, ia dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Forum Warga Muhamadiyah Peduli UMMI, menuntut penuntasan kasus ini segera dilakukan oleh pihak kepolisian. Sebab, Rijal dan rekan-rekannya mencium ada dalang intelektual di balik tindakan penggelapan yang dilakukan DM.

“Kita yakin dia (DM) tidak melakukan aksinya ini sendirian, jadi tolong kepada pihak kepolisian untuk segera menyelidiki masalah ini dengan profesional dan proporsonal,”pinta Rijal.

Ditemui terpisah, Rektor UMMI, Prof. Dr Asmawi Zainul didampingi Rektor II Idang Nuroddien dan Wakil Rektor III, Sakti Alamsyah membenarkan jika DM terindikasi kuat telah melakukan penggelapan uang SPP mahasiswa UMMI. Kepada sejumlah wartawan yang meminta konfirmasi di ruang kerjasanya, kemarin. Asmawi Zainul membeberkan seputar kasus yang menurutnya kasus ini merupakan musibah bagi lembaga UMMI. Kendati secara keuangan kelembagaan UMMI dirugikan, akan tetapi Asmawi menjamin semua mahasiswa UMMI tetap bisa mengikuti ujian yang diselenggarakan lembaganya. Sebab terang Asmawi, mahasiswa UMMI tidak dirugikan karena manajemen UMMI bertanggung jawab penuh terhadap biaya administrasi yang telah dibayarkan.

“Kita juga awalnya tidak menyangka yang bersangkutan bisa melakukan perbuatan ini. Padahal saya sendiri begitu percaya terhadap yang bersangkutan. Orangnya terlihat tawadu, tidak suka macam-macam dan selalu tuntas dalam setiap menyelesaikan tugas yang diberikan,”kata Asmawi.

Asmawi mengatakan, sebelum dilaporkan ke polisi, ia sebenarnya telah memberikan cara-cara kekeluargaan dengan memberikan waktu kepada DM untuk mengembalikan uang SPP tersebut. Namun DM dengan berbagai alasan seperti uang SPP itu dipakai untuk keperluan biaya investasi bisnis dan terakhir digunakan untuk berobat penyakit kelamin yang kabarnya dialami DM. DM ternyata kata Asmawi tidak mampu mengembalikan uang seperti yang diminta pihak UMMI.”Ya akhirnya kita berinisiatif untuk melaporkannya saja ke polisi guna diproses secara hukum, meski awalnya kita pernah berkonsultasi dengan ahli hukum, apakah masalah ini akan dimasukan hukum perdata atau hukum pidana, artinya kita tetap ingin uang itu bisa kembali,”terangnya.

Asmawi Zainul dan pimpinan UMMI lain, menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib termasuk mengembangkan keterlibatan pihak ketiga yang menurut pengakuan DM, uang itu diberikan secara bertahap kepada rekan DM.”Kita serahkan penyidikan kepada polisi. Jelas harapan kita uang itu bisa dikembalikan oleh DM,”harap Sakti Alamsyah.(wan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=48623

Posted by on 19 Jan 2013. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright Ā© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.