Peternak Ayam Pelung Resah

Isu Flu Burung Kembali Merebak

CIANJUR-Para peternak ayam pelung di Kabupaten Cianjur mulai resah menyusul merebaknya virus Avian Influenza (AI) yang menyerang unggas di beberapa daerah. Karena itu, para peternak mulai memvaksinasi ternaknya.

Abdurahman, seorang peternak ayam pelung mengatakan kekhawatiran itu muncul lantaran di beberapa daerah sudah mulai merebak virus AI bersamaan cuaca ekstrem saat ini. Karena itu, secara serentak para peternak melakukan vaksinasi ayam pelung termasuk memberikan disinfektan di semua kandang.

“Semua ternak ayam pelung divaksin sebagai antisipasi serangan virus flu burung yang sudah merebak akhir-akhir ini di sejumlah daerah bersamaan cuaca ekstrem,” kata Abdurahman, Rabu (16/1).

Dia menyebutkan, peternak ayam pelung di Kabupaten Cianjur tersebar di 11 kecamatan dengan jumlah mencapai hampir 1.200 peternak. Sementara jumlah ayam pelung mencapai 16.500 ekor.

“Kami lakukan insiatif memvaksin hewan ternak ayam pelung ini karena penyebaran virus flu burung memang biasa menyerang setiap kali musim hujan. Kita berikan vaksin jenis ND dan AI,” tuturnya.

Diakui dia pemberian vaksin memang rutin dilakukan setiap bulannya sejak memasuki musim hujan beberapa bulan lalu. Pemberian akan terus dilakukan lebih intensif hingga berakhirnya musim hujan.

“Kami berharap agar Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur bisa aktif turun tangan mengantisipasi kemungkinan serangan virus flu burung di Kabupaten Cianjur,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Kesehatan Ikan dan Hewan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur M Agung Rianto menuturkan upaya mengantisipasi penyebaran virus flu burung memang kerap dilakukan pihaknya. Terlebih saat musim hujan dengan cuaca ekstrem saat ini yang dinilai berpotensi terjadinya serangan virus flu burung.

“Kita lakukan berbagai upaya antisipasi, di antaranya melakukan surveylance, monitoring, penyuluhan, pemberian disinfektan, maupun penyemprotan dan pengawasan lalu lintas unggas, terutama jenis itik yang digembalakan secara berpindah-pindah,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan salah seorang peternak ayam pelung di Kampung Songgom, Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Agus Abdurahman. Ia mengatakan, sejak merebak isu flu burung di beberapa daerah, pihaknya rutin memberikan vaksin kepada unggas yang dipeliharanya. Meski sebelumnya sudah dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali, memasuki musim hujan, pemberian vaksin ditingkatkan.

“Biasanya juga divaksin, sebulan sekali. Tapi, pemberiannya makin intensif memasuki musim hujan hingga akhir musim hujan. Karena, penyebaran virus flu burung lebih aktif di cuaca seperti ini,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus flu burung, pemberian vaksin juga dilakukan oleh peternak lainnya di Kabupaten Cianjur. Adapun jenis vaksin yang diberikan merupakan jenis ND dan Al.

“Jumlah peternak di Kabupaten Cianjur sekitar 1.200 dan tersebar di 11 kecamatan, dengan jumlah ayam pelung mencapai sekitar 16.500 ekor. Kita berharap, pihak dinas juga ikut berperan aktif dalam hal ini,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Bina Kesehatan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur Agung Rianto mengaku, jika pihaknya juga melakukan upaya pencegahan penyebaran virus flu burung. Salah satunya dengan melakukan pendataan langsung ke lapangan, penyuluhan hingga pemberian disinfektan.

“Termasuk penyemprotan dan pengawasan lalu lintas unggas, utamanya unggas jenis itik yang digembalakan secara berpindah-pindah. Terkait penyuluhan, setiap kali turun ke lapangan kita selalu mengingatkan kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk wilayah Cianjur, tidak terdapat wilayah endemik virus flu burung. Pasalnya, hal tersebut sifatnya hanya outbreak (bisa dimana saja) dan kejadiannya sporadik.

“Kalau untuk penanganan, kita sudah siap. Misalnya, nanti di lapangan ditemukan kematian massal unggas, kita tentunya akan melakukan rapid test (tes cepat) dengan berbagai pihak, untuk memastikan positif atau tidaknya unggas yang diduga terjangkit virus flu burung. Tapi, beberapa tahun terakhir di Cianjur belum ada kasus flu burung, utamanya yang menyerang ke manusia,” pungkasnya.(zul/tan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=47949

Posted by on 17 Jan 2013. Filed under CIANJUR, EKBIS CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.