Melihat Usaha Penggemukan Sapi CV Mitra Agro Sangkuriang

Seluas 80 Hektar, Lahan Kandang Hanya Sembilan Hektar

TERNAK SAPI: Seorang karyawan, Agus Rahmat menunjukan sejumlah ekor sapi Limosin hasil peliharaan CV Mitra Agro Sangkuriang, di Kampung Pasir Sembung, Desa Sirngalih, Cilaku, Cianjur. (FOTO:SARTANU ARISASMARA/RADAR CIANJUR)

Keberadaan penggemukan dan kandang sapi CV Mitra Agro Sangkuriang Cilaku
sudah berdiri sejak tahun 2000. Perusahaan penggemukan sapi paling besar di Cianjur ini menjadi percontohan bagi perusahaan yang sama. Seperti apa pengelolaanya. Berikut liputannya.

Laporan : SARTANU ARISASMARA, Cianjur.

Minggu (26/2) pagi, wartawan koran ini ini mencoba mendatangi perusahaan penggemukan ternak sapi Limosin, CV Mitra Agro di Kampung Pasir Sembung, Desa Sirngalih, Cilaku, Cianjur. Keberadaan perusahaan ini sebelah timur berseberangan jalan dengan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasir Sembung. Bertemu dengan orang kepercayaan perusahaan Danil Purwana yang didampingi karyawan yang setia selalu ada di dalam kawasan kebun rumput dan kandang sapi yaitu Agus Rahmat.
Puluhan karyawan juga terlihat sibuk bekerja sesuai bagiannya masing-masing. Seperti mengangkut rumput dari kebun menggunakan mobil bak, bagian kebersihan kandang, halaman kantor, bagian administrasi dan lainnya.
Danil Purwana mengatakan, sapi-sapi Limosin ini dikelola dengan baik. Semua jenis limosin didatangkan dari luar daerah, karena pengurusannya tepat dan baik. Sehingga belum pernah mendapat komplen warga sekitar. Menurut Danil tidak mengganggu kenyamanan warga.  “Kami terapkan sistem sanitasi yang tepat. Mulai dari pipa, tempat pembuangan kotoran sapi yang pas dan tidak keluar dari tempat kandang. Untuk peredam bau, ya salah satunya kami gunakan serbuk gergaji dan campuran bahan lainnya sehingga tidak bau,” kata Danil.
Namun selebihnya ada trik khusus, maka bagi siapapun mau berbagi ilmu dengan dipersilahkan.
“Buktinya, jangankan bau ke luar lokasi ini, di dalam komplek kandang pun silahkan rasakan sendiri,” ujar Danil diamini Agus Rahmat.
Apa yang dilakukan CV Mitra Agro Sangkuriang yang ingin terus berkembang dan berhasil, prinsip Danil, hal itu dilakukan tidak mengorbankan pihak lain apalagi masyarakat sekitar Sirnagalih dan Cibinonghilir.
Bahkan, sekitar ribuan sapi Limosin ini sering dikontrol oleh dokter hewan secara rutin. Bahkan keberadaan CV Mitra Agro Sangkuriang mendapat acungan jempol Kepala Dinas Peternakan Yanto Hartono. Karena, selama ini tidak mengganggu masyarakat dan lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, bahkan Yanto menyarankan pihak perusahaan penggemukan sapi khususnya PT Pasir Tengah, Cikangkulon, yang sering diprotes massa karena berbagai hal, agar mencontoh kepada Mitra Agro Pasir Sembung. Agus Rahmat menambahkan, seluruh lahan CV Mitra Agro sekitar 80 hektar. Namun dari luas itu yang digunakan kandang dan penggemukan sapi hanya sekitar sembilan hektar, dengan kapasitas sapi 3000 ekor. Adapun sisa lahan, sebut Agus dimanfaatkan untuk tanam rumput buat pakan sapi-sapi ini. Jumlah karyawan semuanya, mulai bagian kantor, bagian kandang dan tukang ngarit rumput seluruhnya sekitar 100 orang.
“Di sini, pokoknya mulai kotoran sapi diolah untuk kepentingan perusahaan ini. Tapi dari kotoran sapi kemudian menjadi kotoran kering, lalu dilah jadi kompos atau pupuk untuk dijual ke luar, misalnya ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan,” kata Agus.
Sapi dipasarkan, kata Agus kebanyakn untuk masyarakat Cianjur. Misalnya sapi-sapi dari tempat ini dibawa ke tempat jagal lalu dipasarkan di Cianjur.
“Sebetulnya, siapapun yang mau beli sapi silahkan saja. Mau pupuk dari kotoran sapi juga boleh, semua ada aturan mainnya,”  tutup Agus, sambil menunjuk sapi-sapi yang ada di kandang. (**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=4629

Posted by on 27 Feb 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.