Perbaikan KRD Bumi Geulis Molor Mogok Hingga Batas Waktu yang Tidak Ditentukan

KOSONG: Sudah tiga pekan lebih KRD Bumi Geulis tidak beroperasi di Stasiun KA Sukabumi ini. FOTO : IST

KOSONG: Sudah tiga pekan lebih KRD Bumi Geulis tidak beroperasi di Stasiun KA Sukabumi ini.
FOTO : IST

SUKABUMI-Rencana Kereta Rel Diesel (KRD) Bumi Geulis jurusan Sukabumi-Bogor, yang bakal dioperasikan kembali pada 31 Desember tahun lalu, ternyata gagal.

Agenda penyelesaian kereta api yang molor terhitung sejak 12-31 Desember 2012, akibat kondisi mesin yang cukup tua. Hingga adanya perbaikan rel kereta api yang tersebar di tiga stasiun, mulai dari Stasiun Batu Tulis sampai Stasiun Parung Kuda Sukabumi. Menyebabkan moda transportasi massal ini mogok beroperasi.

“Perbaikan mesin KRD Bumi Geulis diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan,”ujar Kepala Stasiun Kereta Api (KA) Sukabumi Budi Mulyana, saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya (4/1).

Lebih dari tiga pekan sudah, KRD yang menjadi unggulan masyarakat Sukabumi ini tidak ada di Stasiun Timur Kota Sukabumi. Kereta dengan lima gerbong bermesin diesel ini, masih dalam perbaikan di statsiun Tanah Abang Jakarta. Meski begitu, saat ini belum ada upaya apapun dari pihak stasiun sendiri.

“Karena ada beberapa gerbong yang belum bisa diperbaiki, jadi kita menunda KRD ini untuk beroperasi di Sukabumi,”tambah Budi.  Sementara itu, kereta yang biasa berangkat dari Sukabumi menuju Bogor pukul 05.00 WIB. Dengan kapasitas penumpang 1000 ini, disayangkan banyak pihak. Masyarakat sebagai konsumen utamanya mendesak pihak KAI untuk mengoperasikan cadangan keret diesel lain. Agar bisa menekan angka kemacetan.

Seorang penumpang KRD Bumi Geulis Dewi (24) mengaku kecewa, dengan tidak beroperasinya kereta api tersebut. Hal ini menyebabkan Dewi bersama para penumpang lain, terpaksa harus menggunakan jasa transportasi lain yang harganya jauh lebih mahal, dengan jarak tempuh yang lama. Alhasil, dirinya sering telat masuk kantor di Bogor.

“Kecewa juga, soalnya kalau naik colt mini ongkosnya lebih mahal dua kali lipat dari harga KRD,”kesal wanita yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan kecantikan ini.
Selaku konsumen, pihaknya meminta PT KAI segera mengoperasikan kembali kereta buatan Jepang itu di Sukabumi.  “Agar kami tak kesiangan terus kerja, ongkos lebih irit dan bisa mengurai kemacetan di Sukabumi,”desaknya. (cr8)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=44999

Posted by on 7 Jan 2013. Filed under EKBIS SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.