Mendidik Anak Sesuai Ajaran Rasulullah

SUKMA BUDI PRASETYATI

SUKMA BUDI PRASETYATI

Assalamu’alaikum wr wb

Pengasuh rubrik, bagaimana seharusnya mendidik anak-anak terutama anak perempuan agar menjadi anak shalihah ? Saya prihatin dengan banyaknya pemberitaan tentang kekerasan yang dilakukan pelajar, seks bebas, aborsi, narkoba dll. Bagaimana pendapat Ibu?

Wassalamu’alaikum wr wb.
Ning (Baros)

Wa’alaikumussalam wr wb. Ketua DPD II MHTI Sukabumi, Sukma Budi Prasetyati mengatakan Rasulullah Muhammad SAW bersabda ” Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (perempuan) yang salihah” (HR.Muslim). “Memiliki anak perempuan tentu menjadi nikmat yang harus disyukuri,”katanya. Ia menyebutkan Rasulullah SAW juga berjanji “Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya,”paparnya seperti yang dikutip dari HR. Muslim.

“Bagaimana Ibu, luar biasa bukan ? Sebagai umatnya Muhammad SAW tentu kita menginginkan bersama dengan Beliau kelak di yaumil akhir,”katanya. Dan, imbuhnya salah satunya dapat diupayakan dengan mencukupi kebutuhan dan mendidik anak-anak perempuan.

Namun, sambungnya, dalam kondisi saat ini, di mana sekulerisme (pemisahan agama dan kehidupan) dianut mayoritas masyarakat bahkan dalam sistem pendidikan mendidik anak perempuan sebagaimana mendidik anak laki-laki menjadi pekerjaan yang sulit. “Ibu Ning, apakah merasakan bagaimana dilemanya menjadi ibu? Ketika di rumah anak diajarkan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, namun begitu berada di luar rumah, anak dengan mudah terpengaruh lingkungan yang tidak sesuai dengan kebiasaan yang kita ajarkan,”tanyanya.

Ia optimis yakin, tak ada orang tua yang sengaja mendidik anak-anaknya menjadi pelaku kemaksiatan. Setiap orang tua, imbuhnya pasti mengharapkan anak-anaknya menjadi anak salih dan sukses. “Namun sayangnya, patut kita akui, bahwa standar sukses saat ini diukur oleh materi. Betul tidak bu ? Boleh kita tanyakan pada para orang tua, apa yang membuat orang tua bangga dengan anaknya ? Sebagian akan menjawab karena anaknya salih, tetapi mayoritas kemungkinan akan menjawab karena pandai, berpendidikan, kerjanya mapan, memiliki materi berlimpah atau terkenal,”paparnya. Sukma menambahkan Rasululullah SAW mengingatkan jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau do’a anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya,” paparnya yang dikutip dalam HR. Muslim. Memiliki anak yang sukses tentu membahagiakan dan akan lebih membahagiakan lagi bila anak salih dan sukses.

“Ibu Ning yang baik. Untuk mencetak anak yang salih dan sukses di masa sekarang memang memerlukan upaya keras,”katanya. Lingkungan dan sistem kehidupan tidak mendukung terbentuknya ketaqwaan pada individu dan masyarakatnya. Namun sulit bukan berarti tidak bisa. “Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mendidik anak-anak kita terutama anak perempuan,”terangnya.

Sukma mengatakan, hal mendasar yang wajib diajarkan pada anak-anak adalah perkara akidah. Ia mengajak tumbuhkan kecintaan pertama dan utama kepada Allah SWT dengan cara yang benar yakni dengan membiasakannya berfikir.

Kedua, mengenalkan dan membiasakan anak untuk taat kepada hukum-hukum Allah dengan perasaan ridho. “Ibu bisa melatih anak dengan membiasakannya mengerjakan ibadah bersama anggota keluarga yang lain. Tumbuhkan pula kecintaannya untuk membaca Al Qur’an, menghafalkan, memahami dan mengamalkannya,”paparnya.

Ketiga, ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah. Ia menjelaskan bagi anak perempuan biasakanlah menutup aurat dengan jilbab dan kerudung sejak dari kecil dan ajarkan segala hal tentang tata cara berpakaian dan berhias. Mendekati masa baligh, ajarkan tentang haid dan hukum-hukumnya terkait dengan hal tersebut. Juga tata cara bergaul dengan lawan jenis. Kemudian ajarkan pula hal-hal praktis terkait dengan pekerjaan rumah tangga. Misalnya dengan membantu membersihkan rumah, memasak, mencuci dan sebagainya.Tentu sesuai dengan kemampuan dan tahapan usia anak. Agar anak menjadi terampil dan cekatan. Keempat, imbuhnya tumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungan dan dakwah Islam. Selalu berikan penghargaan bila anak-anak kita dapat mengerjakannya.

Untuk mencetak anak-anak yang berkualitas tentu saja memerlukan ibu yang tangguh. Ibu yang menjadi inspirasi dan teladan bagi buah hatinya. “Semoga akan lebih banyak lagi Ibu-ibu tangguh yang siap mencetak generasi unggul di negeri kita tercinta ini. Aamiin.Demikian Ibu Ning, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Wassalamu’alaikum wr wb,”ucapnya. (pertanyaan konsultasi dapat mengirim sms ke 0812 10825029 atau ke email konsultasi.mhti@gmail.com/*).

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=42990

Posted by on 27 Des 2012. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.