Mengenal Kerajinan Khas Sunda

CINTA PRODUK LOKAL: Jaelani menunjukkan sejumlah kerajinan buatannya dalam pameran di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. FOTO:WIDI/RADARSUKABUMI

CINTA PRODUK LOKAL: Jaelani menunjukkan sejumlah kerajinan buatannya dalam pameran di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. FOTO:WIDI/RADARSUKABUMI

Bisnis Potensial, Promosikan Budaya Sunda Lewat Produk

Meski terlahir sebagai orang Jakarta. Namun pria kelahiran Jakarta 35 tahun silam ini, sangat mencintai kebudayaan Sunda. Malah dari kecintaannya tersebut, Jaelani membuka usaha dengan menciptakan kerajinan khas Sunda.

Laporan : Widi Fitria — Sukabumi

Sejak 2002 lalu, Jaelani menggeluti bisnis kerajinan khas Sunda. Seperti anyaman pandan, mendong, ikat kepala, tas, kotak untuk seserahan batik dan kerajinan tradisional lainnya.

Dari kecintaannya terhadap seni budaya Sunda, sampai saat ini ia masih bertahan untuk mempertahankan bisnisnya tersebut. Menurtnya, dari tahun ke tahun peminatnya tumbuh pesat.

“Peningkatanya hampir 10-15 persen per tahunnya, ” ujar Jaelani kepada Radar Sukabumi disela-sela pameran di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

Dengan mengusung nama Gondewa Kriya Sukabumi, bersama tiga karyawannya Jaelani memproduksi kerajinan khas Sunda tersebut di Jl. Bojongkalong Desa Bojongkalong Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Dari hasil usahanya itu, pria berkacamata ini mampu meraup omset Rp2 juta-Rp3 juta per bulan.

“Semuanya tergantung dari jumlah pesanan dari konsumen,”terang pria yang saat ini menerima order pembuatan ikat kepala dari Diskoperindag Kota Sukabumi.

Untuk memasarkan produknya tersebut, Jaelani sering kali mengikuti pameran. Seperti di Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya. Hasilnya, barang-barang hasil kerajinannya bisa dikenal di setiap daerah, dan kini ia sudah mempunyai pelanggan tetap di Lampung.

Lewat kerajinan khas Sunda, dirinya sama seperti bisa mengenalkan kebudayaan Sunda kepada masyarakat luas. Apalagi saat ini, kebudayaan Sunda sudah mulai menghilang.

“Saya berharap masyarakat bisa mencintai produk lokal dan kebudayaan Indonesia sendiri,”ajaknya. (*).

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=41664

Posted by on 20 Des 2012. Filed under EKBIS SUKABUMI, FEATURES. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->