Pengrajin Kayu Sukabumi Kian Terancam

Bertahan : Seorang pengrajin di Cibatu Cisaat sukabumi, sedang mengerjakan tahap proses akhir kerajinan kayu untuk dijadikan keperluan alat rumah tangga. Foto : WIDI/RADARSUKABUMI

Bertahan : Seorang pengrajin di Cibatu Cisaat sukabumi, sedang mengerjakan tahap proses akhir kerajinan kayu untuk dijadikan keperluan alat rumah tangga. Foto : WIDI/RADARSUKABUMI

*Sepi Pesanan, Omset Turun Drastis

SUKABUMI- Para perajin kayu di kawasan Cibatu Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kondisi saat ini yang sepi pesanan, baik dari Sukabumi ataupun luar kota.

Perajin kayu untuk keperluan rumah tangga seperti cobek dan talenan dari Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Mumu Munjat (53), mengatakan jumlah pesanan kerajinan kayu saat ini turun 50 persen dibanding sebelumnya.

“Ini akibat dari harga kayu yang tinggi dan banyak pabrik serta perajin baru di kota lain,”kata Mumu kepada Radar Sukabumi.

Menurutnya, era 80an kawasan Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi memang terkenal sebagai sentra perajin kayu selain logam. Produknya pun bermacam-macam, mulai dari mainan anak, perlengkapan kapal, sampai keperluan rumah tangga.

“Kami rindu order. Kalau dulu suka bikin setiap hari, sekarang bikinnya setiap ada pesanan saja,”keluhnya.

Akibatnya, Mumu hanya mengandalkan pemesanan dari anak sulungnya, yang berjualan di salah satu pasar Jakarta.

“Mau gimana lagi, pesaing makin banyak, masih bisa bertahan juga sudah bersyukur,”ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan perajin kayu lainnya yang juga asal Cibatu Kabupaten Sukabumi Dadang Sutisna (50).

“Produk saya jadi sulit dipasarkan, karena kalah saing dengan perajin kayu dari kota lain,”aku Dadang.

Dadang juga membuat kemudi dan tangga untuk kapal, saat ini hanya bisa diam melihat barang-barangnya yang belum terjual.

“Kalau dulu pesanan bisa sampai ratusan, sekarang paling pesannya 10- 18 kemudi kapal,”ujarnya.

Akibat dari kurangnya pemesan, Dadang harus menutup bengkelnya selama kurang lebih dua tahun.Serta harus rela kehilangan para pegawainya.

Meski masa keemasan para pengrajin kayu Sukabumi ini sudah lewat, namun mereka tetap mempertahankan usahanya ini. Lantaran selain harta warisan dari leluhurnya.

“Bekerja sebagai perajin kayu yang digeluti selama puluhan tahun ini masih dipertahankan, karena bisa menopang kebutuhan sehari-hari,”urainya. (cr8)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=41022

Posted by on 17 Des 2012. Filed under EKBIS SUKABUMI, PENGRAJIN. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->