Hancurkan Gaya Hidup Liberal

CIKOLE– Sebagaimana diberitakan, tanggal 4-6 Desember 2012 akan berlangsung Global Youth Forum (Forum Kepemudaan Global) di Bali, Indonesia. Forum ini diselenggarakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan UNFPA. Isu yang diangkat adalah tentang kesehatan, ketenagakerjaan dan standar kemapanan keluarga, dan pastinya menggunakan perspektif kapitalisme liberal. Koordinator MHTI Chapter Kampus Sukabumi, RE Febrianti Pertiwi seperti yang pernah dilansir dari pertakaan Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Iffah Ainur Rochmah bahwa agenda tersebut harus dikritisi. “Ini mengingat ada tiga hal,”kata Febri mengacu pada tiga hal yang dikritisi Jubir MHTI, Iffah Ainur Rochmah. Apa saja, yakniPertama, issu kesehatan yang dimaksud adalah penanganan wabah HIV/AIDS dengan penanaman Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) ala UNAIDS.

“Konsep ABCD dan perilaku seksual ‘bertanggungjawab’ sebagai inti KRR hanya menekankan cara mencegah penularan HIV/AIDS tanpa menghilangkan budaya seks bebas,”tandasnya. Dalam sistem hidup sekular liberal dewasa ini, cara tersebut justru berpeluang menyebarkan perilaku maksiat seks bebas asal ‘bertanggung jawab’ karena dianggap tidak berisiko tertular HIV/AIDS.

“Kedua, masalah ketenagakerjaan difokuskan pada persoalan tingginya angka pengangguran dunia,”bebernya. Ditanamkan pemahaman bahwa masalah ini terjadi karena pertumbuhan penduduk yang tinggi terutama di negeri-negeri muslim dan mengakibatkan kemiskinan. Maka solusinya adalah program Keluarga Berencana (KB) dan menghilangkan semua hambatan agar laki-laki dan-terutama- perempuan bisa masuk ke dunia kerja. “Pandangan ini menyesatkan karena mengalihkan dari realita bahwa penyebab utama kemiskinan dan pengangguran adalah penerapan sistem ekonomi kapitalis yang merampok sumber daya alam milik rakyat, memonopoli distribusi pendapatan bangsa demi keuntungan segelintir kaum kapitalis,”tandasnya.

Ketiga, Pembahasan tentang keluarga dan kemapanan yang dimaksud adalah penanaman cara pandang materialistik yang menilai kebahagiaan dan kesejahteraan dengan ukuran materi semata. Pada gilirannya diharapkan pemuda akan menunda usia pernikahan hingga mapan secara materi, membatasi jumlah anak karena alasan ekonomi dan membangun keluarganya dengan orientasi materi.Ia menjelaskan seperti yang dijelaskan Iffah keterlibatan aktif pemuda dalam program kontrol populasi –terutama di negeri-negeri muslim- adalah target utamanya.

“Alih-alih berkontribusi pada penyelesaian persoalan dunia dan berperan positif dalam pembangunan di negara masing-masing, forum ini justru mengarahkan kaum pemuda menutupi buah busuk gaya hidup liberal,”tandasnya. Bahkan, imbuhnya, forum ini bisa melapangkan jalan untuk membajak potensi strategis pemuda demi mengkampanyekan ideologi kapitalisme. Karenanya demi menyelamatkan potensi strategis pemuda dan mewujudkan partisipasi positif pemuda dalam pembangunan, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan segenap komponen bangsa khususnya pemuda untuk menolak semua rekomendasi forum dan mewaspadai seluruh program tindak lanjutnya.

Sebagai gantinya Islam telah memberikan tuntunan agar kaum pemuda bisa berkiprah menghancurkan gaya hidup liberal, memerangi ideologi kapitalisme yang merusak dan mewujudkan masyarakat Islam yang menjadi panutan (role model) dunia dengan ideologi Islam.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada Allahlah kamu akan dikumpulkan,”katanya seperti juga tersurat dalam QS Al Anfal; 24.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=40816

Posted by on 15 Des 2012. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->