Arkeolog: Gunung Padang Bukan Piramida

GUNUNG PADANG : Tim Arkeologi Situs Gunung Padang saat menggelar diskusi dan sosialisasi hasil penelitian di Hotel Cianjur, Cipanas.(FOTO:ZULFAH ROBBANIA/RADAR CIANJUR)

* Hasil Penelitian Hanya Tumpukan Batu

CIANJUR-Teka teki seperti apa hasil penelitian situs megalitik Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur terjawab sudah. Mundardjito, seorang Arkeolog sekaligus Ketua Tim Arkeolog Penelitian Gunung Padang dengan tegas menyebutkan, jika struktur bangunan Gunung Padang bukan berupa Piramida, seperti yang selama ini diisukan. Terlebih soal adanya ruangan di dalamnya.

Dalam sesi wawancara dengan sejumlah wartawan, dirinya mengungkapkan hal tersebut. Pria yang usianya sekitar 60 tahunan ini, menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya selama hamper sebulan, mengungkapkan bahwa stuktur bangunan di Gunung Padang hanya tumpukan batu yang buat per teras.

Tumpukan batu tersebut, dilakukan oleh lebih dari puluhan orang dengan cara tradisional, mengangkat batu dari bawah atau teras satu hingga ke atas, yakni ke teras lima.

Batu-batu yang diketahui merupakan jenis andesit ini, dipilih dari wilayah sekitar Gunung Padang, tanpa merubah bentuk aslinya. “Manusia pada zaman tersebut, mengadaptasi dari potensi alam yang ada, kemudian disusun untuk menjadikannya sebuah karya, yang dulunya berfungsi tempat upacara,” jelasnya.

Selama melakukan penelitian dengan cara kajian pustaka, observasi, ekskavasi, pemetaan, penggambaran, dokumentasi, hingga 3D scanning images, tidak disepakati bahwa bentuk Situs Gunung Padang merupakan piramida.

“Tidak ada historisnya, bangunan peninggalan zaman dulu di nusantara berbentuk piramida. Pasalnya, kita ada di kawasan tropis, karakteristik masyarakatnya selalu memusatkan kegiatannya di halaman. Sama halnya masyarakat Gunung Padang waktu itu, makanya ada teras-teras,” jelasnya.(zul)

PERJALANAN PENELITIAN SITUS MEGALIT GUNUNG PADANG

1. 28 Februari 2012, tim peneliti bentukan Kementerian Sekertaris Negara untuk memfokuskan penelitian di Gunung Padang, Cianjur.
2, 4 Juni 2012, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief penelitian ekskavasi Situs Gunung Padang dilanjutkan.
3. 19 Juni 2012 Penelitian Gunung Padang Diambil Alih Oleh Puslit Arkenas.
4. Tim Riset Mandiri dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Windu Nuryanti akan menentukan hasil aktivitas survei lanjutan.
5. 22 Juni 2012 Tim Peneliti Temukan Ruangan Diperut Gunung Padang.
6. 25 Juni 2012 Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh Tolak Pembebasan Lahan Gunung Padang.
7. 26 Juni 2012 Penggalian untuk Membuktikan Kebenaran Pintu Masuk Ruangan Gunung Padang.
8. 27 Juni 2012 Kelanjutan Ekskavasi di Lereng Timur Situs Megaliti Gunung Padang dihentikam oleh Tim Arkeolog Dibawah Kendali Arkeolog.
9. Juli 2012 Kontroversi Ekskavasi dan Penelitian Situs Megalit Gunung Padang Terus Bergulir.
10. Agustus Rizky Anggota Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang, Membantah Tegas Kalau Timnya Bekerja Ilegal.
11. 16 September 2012 Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Erik Satrya Wardhana menilai eskavasi Situs Gunung Padang perlu segera dilakukan.
12. 29 November 2012 Seorang Arkeolog Sekaligus Ketua Tim Arkeolog Penelitian Gunung Padang Mundardjito, Dengan Tegas Jika Struktur Bangunan Gunung Padang Bukan Piramida.

SUMBER : DIOLAH BERBAGAI SUMBER

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=38791

Posted by on 30 Nov 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.