Nelayan Disuntik Rp11,73 Miliar

BERI HIBAH: Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C Sutardjo saat memberikan bantuan kepada Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli, kemarin. FOTO: PERLI RIZAL/RADARSUKABUMI

PALABUHANRATU–Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo menyerahkan bantuan langsung senilai Rp 11,73 miliar kepada para nelayan di Kabupaten Sukabumi dalam kunjungan kerjanya di Pelabuhan Perikanan Nusatara Palabuhanratu (PPNP), kemarin.

Bantuan hibah tersebut, di antaranya dua unit kapal inka mina berbobot 30 GT senharga Rp3 miliar, empat rumah ikan pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) perikanan tangkap untuk 20 Kelompok Usaha Bersama (KUB) senilai Rp 2 miliar, sertifikat hak atas tanah (sehat) sebanyak 250 sertifikat, 1054 kartu nelayan, rumah ikan sebanyak empat paket seharga Rp 800 juta, satu paket peralatan sistem rantai dingin seharga Rp500 juta, satu paket depo pemasaran dan sarana pemasaran senilai Rp 800 juta, dua unit SPG roda tiga berpendingin senilai Rp77, 550 juta, enam unit chest freezer kapasitas 194 liter senilai Rp203 juta, cool box kapasitas 210 liter senilai Rp17, 443 juta, PUMP P2HP untuk 14 kelompok senilai Rp700 juta, PUMP perikanan budidaya untiuk 21 KUB senilai Rp1,365 miliar, 10 paket calon induk lele senilai Rp50 juta, dan pendampingan desa pesisir tangguh (PDPT) senilai Rp1,675 miliar.

Sharif mengatakan, bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memberikan dukungan industrialisasi di bidang perikanan di Kabupaten Sukabumi. Ia juga menyebutkan, percepatan pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan itu juga ditentukan oleh delapan faktor. Kedelapan faktor itu yakni, pertama, terjaminnya ketersediaan sumberdaya ikan secara berkesinambungan. Kedua, ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai. Ketiga, pengembangan ragam inovasi dan diterapkannya teknologi kelautan dan perikanan secara masif. Keempat, komoditas perikanan dan kelautan yang berkualitas dan bernilai semakin inggi.

Kelima, SDM nya handal dan berkompeten. Keenam, pasar potensial yang terus dikembangkan dan dikelola baik. Ketujuh, dukungan investasi dari pelaku usaha. Kedelapan, regulasi pemerintah yang kondusif untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan. “Kedelapan faktor itu harus mendapat dukunngan dari pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat. Sehingga, percepatan industrialisasi dibidang perikanan itu bisa segera terealisasi,” harapnya. Makanya, pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan dukungan baik materil maupun in materil.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah sudah menetapkan Palabuhanratu sebagai kawasan minapolitan. Sehingga, ia berharap, Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) yang kini tengah dalam proses ditargetkan bisa segera dimulai pada 2013 mendatang. “Sebagai penunjang industrialisasai, PPS itu harus segera bisa terwujud. Dan palabuhanratu merupakan salah satu daerah pengespor ikan. Diantaranya tuna dan layur,” sebutnya. Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan tersebut bisa meningkatkan tarap hidup masyarakat, terutama masyarakat wilayah pesisir.(ryl)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=37744

Posted by on 23 Nov 2012. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.