Lebih Dekat dengan Bakal Calon Walikota Sukabumi, M Muraz

M Muraz

PEMIMPIN IDEAL:Balon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, M Muraz dan Achmad Fahmi foto bersama Ketua Tim Pemenangan Mufakat, Fifi Kusumajaya.

M Muraz

Birokrat Ulung yang Paham Kesulitan Warga

Kota Sukabumi dengan kompleksitas permasalahan yang ada menuntut kepala daerah di Kota Mochi ini ke depan punya jurus jitu untuk mengatasinya. Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi M Muraz dan Achmad Fahmi merupakan salah satu kandidat yang siap menghadapi tantangan itu. Pasangan bertagline Muraz-Fahmi Bersama Rakyat (Mufakat) ini diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa. Jauh sebelum dideklarasikan sebagai Bakal Calon Walikota Sukabumi, M Muraz sudah punya banyak program yang akan diaplikasikan jika dipercaya memimpin Kota Sukabumi kelak. Seperti apa garis besar visi misinya, berikut petikan wawancara wartawan Radar Sukabumi, Jumaidil Halide dengan mantan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi itu.

PEMIMPIN IDEAL:Balon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, M Muraz dan Achmad Fahmi foto bersama Ketua Tim Pemenangan Mufakat, Fifi Kusumajaya.

1. Apa motivasi anda maju di Pemilukada Kota Sukabumi 2013?

- Dipilih dan memilih dalam pemilu adalah hak setiap warga negara. Saya maju untuk dipilih di Pemilukada Kota Sukabumi 2013 karena niat melanjutkan pengabdian untuk Kota Sukabumi. Alhamdulillah sejauh ini jalan untuk melaksanakan niat itu berjalan mulus. Apalagi saya berpasangan dengan Kang Fahmi, politisi yang berlatar belakang alim ulama. Kompetensi Kang Fahmi menyempurnakan bekal pengalaman saya di pemerintahan sebagai Sekda Kota Sukabumi kurang lebih delapan tahun. Inilah pasangan pemimpin yang dibutuhkan Kota Sukabumi.

2. Kenapa anda menyebut pasangan Mufakat sebagai pasangan pemimpin yang ideal?

- Ada banyak faktor atau alasan mengapa warga Kota Sukabumi akan memilih Mufakat. Pertama dari sisi latar belakang. Seperti saya jelaskan tadi bahwa saya dan Kang Fahmi adalah pasangan pemimpin dengan kompetensi birokrasi (umara) berpadu dengan ulama. Idealnya pemerintah itu adalah perpaduan umara dan ulama. Umara menjamin pelaksanaan pemerintahan yang baik dan bersih, sementara ulama akan menjadi penyejuk dalam menjaga akhlak dan moralitas semua komponen dalam kota ini. Dari sisi usia, kami juga pasangan yang merupakan representasi dari semua kalangan. Saya mewakili kalangan tua, sementara Kang Fahmi perwakilan kalangan muda. Sehingga keinginan warga mulai yang muda sampai yang tua pasti kami paham. Jadi Mufakat adalah perpaduan umara dan ulama, birokrat dan politisi, tua dan muda.

3. Banyak persoalan yang harus diatasi pemimpin Kota Sukabumi ke depan. Bisa anda jelaskan garis besar program yang akan anda terapkan?

- Saya kira persoalan bangsa ini, termasuk di Kota Sukabumi tidak akan jauh dari masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Saya akan menjelaskan beberapa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pertama, di bidang pendidikan. Sejauh ini program pendidikan gratis sebenarnya sudah berjalan. Namun masih kerap terdengar keluhan dari warga mengenai biaya pendidikan. Kenapa? karena memang ada beberapa item yang membuat orang tua murid ‘terpaksa’ merogoh kocek lagi. Salah satu yang akan kami hapuskan nanti adalah biaya pendaftaran ulang kenaikan kelas. Item-item pembiayaan yang tercantum dalam pendaftaran ulang kenaikan kelas ini akan dibiayai pemerintah, sehingga tidak lagi membebani orangtua siswa. Biaya pendaftaran siswa baru juga sering dikeluhkan. Ini juga menjadi perhatian kami. Terutama warga miskin, tidak akan dibebani biaya masuk sekolah, sehingga orangtua siswa tidak lagi kelimpungan mencari dana ketika anaknya tamat sekolah dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

4. Kebijakan di sisi moralitasnya?

- Ya, sejauh ini moral sebagian kecil pelajar Kota Sukabumi juga jadi sorotan, menyusul seringnya terjadi tawuran. Salah satu kebijakan kecil yang kami yakini akan berdampak besar bagi pelajar adalah kewajiban mengantongi ijazah madrazah diniyah bagi calon siswa baru SMP/MTs. Kami yakin, jika bekal akhlak tertanam kuat sejak dini akan membentuk anak muda yang bermoral. Mereka akan tumbuh dengan ilmu pengetahuan umum yang berkualitas diiringi perangai yang berakhlakul karimah.

5. Fakta di Kota Sukabumi, mayoritas insiden tawuran adalah antara sekolah swasta. Bagaimana anda menyikapinya?

- Sekolah swasta ini harus mendapat perhatian yang sepadan dengan sekolah negeri. Mereka tidak boleh dianak tirikan. Toh, sekolah-sekolah swasta ini juga pencetak generasi bangsa. Makanya ke depan, perhatian ke sekolah swasta akan setara dengan sekolah negeri. Mulai dari kualitas SDM/guru sampai sarana di sekolah. Saya melihat bahwa keterlibatan siswa sekolah swasta dalam tawuran karena minimnya kegiatan ekstrakurikuler. Dengan penambahan guru dan sarana, akan membuat aktivitas positif di sekolah itu makin banyak. Bakat seni dan olahraga siswa bisa tersalurkan, sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk sekadar kongkow atau bahkan sampai bentrok dengan sesama pelajar.

6. Bagaimana dengan bidang kesehatan?

- Soal kesehatan, saya tidak usah bicara jauh soal pengobatan gratis karena sebenarnya Kota Sukabumi sudah lebih awal menerapkan itu. Yaitu pada 2004 lalu melalui Kartu Kesehatan Masyarakat. Bahkan kalau sekarang sudah ada Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Masalahnya adalah pada praktiknya yang tidak maskimal. Bayangkan dari 26 ribu warga kuota jamkesda dan jamkesmas ini, hanya sekitar 2.000 yang tercover. Artinya praktik pelayanan kesehatan ini yang harus dibenahi.

7. Ada program khusus di bidang kesehatan ini.

- Betul, ini yang ingin saya sampaikan. Bahwa kami bertekad untuk meningkatkan sarana dan SDM di setiap puskesmas yang ada di Kota Sukabumi. Sehingga pelayanan kesehatan tidak berpusat di RSUD R Syamsudin SH. Bahkan kami mencanangkan untuk membangun Rumah Sakit (RS) Gratis. Di mana semua warga Kota Sukabumi, baik yang kaya maupun yang miskin, bisa merasakan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit ini.

8. Apa syarat untuk bisa mendapatkan pelayanan gratis di rumah sakit itu?

- Yang penting warga Kota Sukabumi. Syaratnya cukup memperlihatkan KTP, dalam hal ini E-KTP tentunya. Kami tidak akan melihat kondisi ekonominya, mau miskin atau kaya sekalipun, silahkan berobat tanpa dipungut biaya sepeser pun. Kenapa kami menyiapkan rumah sakit gratis ini? Itu karena banyaknya warga yang tidak tercover dalam program jamkesmas dan jamkesda tadi. Bisa saja ada warga yang sebenarnya masuk kategori miskin namun tidak masuk dalam program itu. Begitu pun sebaliknya, mungkin saja dari sisi ekonomi mencukupi tapi malah mereka yang masuk. Sebagai jalan tengahnya, kami pikir dengan menyediakan rumah sakit gratis ini, tidak ada lagi warga yang tidak terakomodir. Semua berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

9. Selain masalah pendidikan dan kesehatan, bidang ekonomi juga menjadi persoalan serius. Lebih spesifik soal pertumbuhan usaha mikro. Bagaimana program Mufakat untuk bidang ini?

- Satu hal yang menjadi sorotan kami adalah matinya usaha mikro karena menjamurnya minimarket. Anda bisa telusuri berapa banyak warung-warung kecil yang gulung tikar karena ada minimarket berdiri di dekatnya. Pertumbuhan minimarket ini nyaris tak terbendung. Ini masalah karena mematikan pedagang kecil. Untuk itu, nantinya kami akan membatasi pendirian minimarket. Terutama di daerah-daerah terpencil. Saya pikir tidak perlu ada minimarket di situ. Biarkan daerah itu menjadi lahan pedagang kecil. Pun di pusat kota, jarak antar minimarket ini harus dibatasi. Kasihan pedagang kecil. Kalau mau belanja, ke pusat perbelanjaan saja.

10. Terkait pusat perbelanjaan dalam hal ini pasar tradisional di Kota Sukabumi, ada rencana dari Mufakat untuk membenahinya?

- Memang pasar tradisional yang kita miliki saat ini terasa kumuh, semrawut dan membuat orang yang belanja merasa tidak nyaman. Ini juga masalah yang harus ditemukan secepat mungkin solusinya. Tapi tidak serta merta pasar itu harus dibongkar atau dipindahkan. Sebagai pemerintah, kami akan duduk bersama dengan pedagang dan semua stekholder yang ada. Masalah ini harus dibicarakan bersama, jangan sampai kebijakan instan yang diambil justru menyengsarakan pedagang. Misalnya membangun pasar baru, tapi pedagang kesulitan menempatinya karena mahal dan sebagainya. Itu kan masalah juga. Jadi soal revitalisasi pasar ini harus dibahas bersama, tampung semua aspirasi lalu tentukan solusinya.

11. Bicara soal pembangunan, kabarnya anda merencanakan untuk membangun Gedung Kesenian di Kota Sukabumi. Kenapa?

- Rencana ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aspirasi dari kalangan seniman dan budayawan yang kami terima selama ini. Bahwa para seniman di Kota Sukabumi butuh wadah untuk mengapresiasi bakat yang mereka miliki. Kepentingan lainnya, adalah kami ingin memberikan dukungan penuh pada pelestarian budaya Sunda di Kota Sukabumi. Kita punya banyak kebudayaan tapi sangat sedikit yang menjadi ciri khas. Maksud saya bahwa kebudayaan yang kita miliki itu belum melekat di luar daerah atau mancanegara bahwa itu adalah jatidiri atau ciri khas Sunda. Ciri khas ini yang harus diperkuat. Misalnya, ketika orang di luar negeri bicara Pencak Silat maka mereka harus mengatakan bahwa itu dari dari tanah Pasundan. Begitu pun kesenian dan kebudayaan lain. Kami berharap dengan Gedung Kesenian ini nantinya, intensitas latihan dan pementasan para budayawan dan seniman ini lebih tinggi. Sehingga kebudayaan akan lestari dan seniman-seniman berbakat pun akan semakin banyak bermunculan dari Kota Sukabumi.

12. Beberapa waktu lalu, anda sering menyinggung soal perhatian lebih kepada Ketua RT dan RW di Kota Sukabumi. Bagaimana konsepnya?

- RT/RW adalah ujung tombak pemerintah di lapangan. Segala macam keluhan, kebutuhan dan pelayanan untuk warga berhubungan dengan RT/RW, sebagai perpanjangan tangan kepala daerah di tingkat paling bawah. Makanya para RT/RW ini harus mendapat perhatian lebih pula dari pemerintah.

Kami akan memberikan stimulus sebesar Rp15 juta per RW per tahun. Ini merupakan dana operasional RW yang bisa digunakan untuk pembangunan fisik dan non fisik di RW masing-masing. Itu di luar insentif bulanan mereka. Soal tunjangan ini, nantinya Ketua RT akan mendapatkan tunjangan Rp100 ribu per bulan, sementara RW Rp150 ribu per bulan. Itu akan mereka terima setiap bulan, bukan dirapel.(*)

Biodata

Nama : HM Muraz SH MM
Tempat/Tanggal Lahir : Sukabumi, 6 Mei 1956
Istri : Esih Muraz

Riwayat Pendidikan

- SD sampai SMA di Mardiyuana (MY) Kota Sukabumi
- S1 Hukum Tata Negara, STH Pasundan Sukabumi, 1986
- S2 Managmen Keuangan, Universitas Padjajaran Bandung, 1999
Riwayat Pekerjaan

-Staf Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, 1975
-Kasubag keuangan DPRD Kota Sukabumi, 1980
-Kasubag Persidangan DPRD Kota Sukabumi, 1984
-Wakil Direktur PD Bank Pasar, 1987
-Kabag Hukum dan Ortala Setda Kota Sukabumi, 1989
-Kabag Keuangan Setda Kota Sukabumi, 1991
-Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Sukabumi, 1996
-Asisten Daerah Bidang Administrasi, 2000
-Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, 2003-2012

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=36460

Posted by on 14 Nov 2012. Filed under PEMILUKADA, RUBRIK, SOSOK. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

12 Comments for “Lebih Dekat dengan Bakal Calon Walikota Sukabumi, M Muraz”

  1. suararakyatsukabumi

    semoga sekses MUFAKAT

  2. untungsetia

    LATAR BELAKANG MY BISA JADI JAMINAN,DARI SABANG SAMPAI MERAUKE BEBAS TINGGAL DI SUKABUMI DGN RASA AMAN,MARI SAMA2 KITA BANGUN KOTA SUKABUMI SAYA SEBAGAI BEKAS TEMAN DI SMA MY TAHU PAK MURAZ ORANG YG BAIK,MALAH PAK HAJI OSCAR YG PERAMAHDIA YG PEJABAT MALAH MENEGUR DULUAN KALAU KETEMU DI JALAN PADAHAL SAYA CUMA ORANG YG BIASAPAK HAJI MALAH TEMAN DARI SD DGN PAK MURAZSAYA MUFAKAT PAK MURAZ JADI WALIKOTA

  3. ratungga

    setiap visi pasti bagus yg penting implementasi

    • untungsetia

      CUMA ADA VISINYA AJA SUDAH KEDODORAN,LUPA SAMA POTENSI SEWAKTU BERKUASA MALAH,BILANG AKAN LBH BAIK???,KITA HRS BERFIKIR JADI WALIKOTA CUMA LANGKAH AWAL SAJA,PASTI HASILNYA MAKSIMAL,LIHAT JOKOWI AHOK,MUNGKIN CITA2NYA DIGANTUNGKAN DILANGIT,LULUS SEKOLAH BUKAN BERARTI TAMAT BELAJAR,ITULAH YG SAYA LIHAT DARI PAK MURAZ

  4. agus

    Satu lagi PR kota sukabumi: masalah PKL, semrawut (orang jualan seenaknya), tidak ramah buat pejalan kaki, dan moralitas aparatur yang perlu ditingkatkan….

  5. jajaka

    kemana masalah sosialnya ko tdk ada, masalah tenaga kerja jg masalah penganggurannya, dan keagamaan jg tdk jadi sorotan target mufakat..tdk konkrit ah visi misinya

  6. kalo menurut saya jawaban yang disampaikan blm mencapai urgensinya,masih tampak ngambang dan seperti janji-janji yang hampa,.yang kami butuhkan langkah-langkah konkrit yang membawa perubahan bagi kota sukabumi kedepan.terimakasih

  7. shahrir

    Dari dulu program kampanye yang gini2 aja,pertumbuhan dari segala hal di sukabumi lambat,malahan sekarang anak muda sekarang senangnya motor2an bukan sekolah,pa muraz lebih lama di birokasi sukabumi malahan sekda nya,tapi belum ada perubahan,apakan dengan ada kesempatan walikota akan lebih baik lagi?? sukabumi butuh perubahan,yang berani turun ke rakyat,jangan pas kampanye baru keliatan pro rakyat,sudah jadi boro2 mau datangin rakyat. kita butuh bukti,bukan janji2 semata,sudah bosan rakyat di cekokin dengan janji dan program2 yang ga jelas hasil nya.
    Perubahan untuk sukabumi lebih baik.

  8. untungsetia

    visi misi hrs dinilai,jangan cuma populis,reformis yg utama,rakyat bebas memilih,jangan kembalikan orba,jangan hianati darah reformasi 98,maaf semua partai ngaku reformis tapi??kenyataannya lihat sendiri,calon hrs figur jokowi ahok,rakyat jakarta tdk melihat latar belakang partainya,berapa persen pdip+gerindra??lihat kursinya jugabahkan jika dilihat hasil survey terbaru begitulah rakyat yg makin pintar berpolitiksimbul kampanyepun baju kotak2 bukan baju pdip atau gerindra

  9. untungsetia

    banyak orang takut memilih di zaman orba jika bersebrangan dgnpemerintah,pns pun hrs jadi alat penguasa,jadi musuh rakyat yg bersebrangan dgn pemerintah,PNS TERMASUK PAK MURAZPAK MUSLIKH,PAK MULYONO DIGAJI PAKAI UANG RAKYAT UTK TUGAS NEGARA ,BUKAN TUGAS OKNUM PENGUASA,BUAT APA REFORMASI,KALAU PEJABAT MASIH OTAK ORBA ANDA HRS MENGUNDURKAN DIRIJIKA MEMANFAATKAN KEKUASAAN UTK KEPENTINGAN PRIBADI,PNS HRS NAIK KRN KARIRNYA BUKAN KRN MENDUKUNG ANDA SE-MATA2,SATU KATA…MUNDUR!!!!!

  10. untungsetia

    JABATAN SEKDA ADA PERBEDAAN DGN WALIKOTA INI PENDAPAT SAYA YG AWAM,MOHON KOREKSI JIKA SALAH,KASIHAN RAKYAT NANTINYA DPT INFO YG SALAH,UNDANGAN2 RAKYAT DITUJUKAN KE WALIKOTA YG BAPAKNYA RAKYAT BUKAN KESEKDA SOSOK WALI MEWAKILI SUKABUMI,BERBEDA DGN SEKDA,GUNTING PITA DLL SIAPA??? BRANDAL MOTOR LBH JADI TANGGUNG JAWAB POLISI ,BUKANPOLISI PAMONGPRAJA???PAK MULYONO DLL BANYAK TAMPIL JIKA SDH JADI WALIKOTA,JADI LBH PUNYA NAMA,KRN JABATANNYA,JUGA P MURAZ JIKA JADI WALIKOTA,KEGIATAN RAKYAT ATAS IJIN WALI BUKAN SEKDA

  11. untungsetia

    SUKABUMI AKAN HANCUR JIKA PEJABAT NAIK KRN KESETIAAN KE OKNUM BUKAN PRESTASI KERJA,LIHAT ZAMAN ORBA,ORBA MENOMORSATUKAN MEMENANGKAN GOLKAR,PDHAL SUARA BOLEH MANIPULASI,INTIMIDASI,PRESTASI LEWAT

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright Β© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.