Melirik Pembuatan Cone Es Cream Sukabumi

KREATIF:Cone atau sejenis tempat es krim ini adalah karya seorang warga Kebonjati Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. FOTO: WIDI/RADARSUKABUMI

Resep Goyang Dangdut, Orderan Terus Meningkat

Es krim salah satu jajanan yang paling banyak disukai berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa menikmatinya. Tapi tahukah Anda bahwa cone atau sejenis tempat es krim ini adalah produksi seorang warga Kebonjati Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.

Laporan : Widi Fitria Rachman-Sukabumi

Kebonjati merupakan salah satu sentra pembuatan cone sejenis tempat es krim. Salah satunya adalah Firmansyah (28). Pria yang sudah menggeluti bisnis pembuatan cone sejak tahun 2007. Awalnya Firmansyah belajar usaha ini dari kakaknya, yang memang sudah puluhan tahun menggeluti bisnis ini. Karena dirasa peluangnya cukup menjanjikan, ia pun mencoba menjalankan usaha ini sendiri, dengan mendapat bantuan modal dari orang tuanya.

“Dulu sering ngeliatin sama bantu-bantu kakak, kalau lagi bikin cone. Dari situ, saya tertarik untuk serius menggeluti bisnis pembuatan cone ini,”ujar pria yang dulu sempat bekerja di salah satu pabrik besar di Sukabumi.

Mulanya Firman hanya memiliki satu alat cetak dan hanya dikerjakan sendiri, serta dibantu orang tuanya. Namun, sejalan perkembangan usaha kini dirinya memiliki lima mesin cetak es corn dan dibantu oleh lima orang pegawai.

Proses pembuatan cone cukup cepat, hanya dalam hitungan detik. Alat cetak tinggal dimasukan kedalam adonan, lalu dimasukan kedalam cetakan cone tunggu beberapa detik cone siap dipasarkan. Untuk bahan adonannya pun terbilang cukup aman, karena terbuat dari campuran adonan tepung sagu, terigu, tepung beras, minyak kelapa, pewarna makanan dan tanpa bahan pengawet maupun pewarna buatan. Sehingga aman untuk dikonsumsi.

Meski, usahanya tergolong masih baru, tetapi untuk pemasaran cone buatan Firman sudah tersebar kemana-mana. Seperti daerah Karawang, Bogor, Cikampek, Citereup, dan Gunung Putri.

“Alhamdulillah usaha saya berjalan dengan lancar dan permintaan konsumen dari tahun ke tahun bertambah,”terangnya kepada Radar Sukabumi.

Dalam sehari Firman mampu memproduksi sekitar 50 bal, dengan setiap pengiriman rata-rata 300 bal – 400bal per dua kali dalam seminggu. Harga yang ditawarkan per balnya Rp15 ribu, sehingga dalam dua minggu Firman mampu meraup omset sekitar Rp6 juta.

Meski permintaan bertambah. Namun, yang menjadi kendala Firman saat ini adalah sulit mencari tenaga kerja yang mau bekerja keras.

“Sekarang pabrik sudah mulai menjamur di Sukabumi, jadi anak-anak muda sekarang pada lari ke pabrik,”imbuhnya.

Selain itu, pembuatan cone ini juga terbilang cukup sulit, menurutnya tidak semua orang bisa membuat cone ini. Terutama untuk pembuatan adonannya.

“Kalau dilihat emang kaya gampang, tapi sebenarnya sulit hanya orang-orang tertentu yang bisa mengerjakan cone ini,”kataya seraya menambahkan.

Selain permintaannya yang semakin bertambah, ada keunikan lain dari cone buatannya. Diantaranya pembuatan cone ini dibarengi dengan goyangan dari karyawannya. Sambil mendengarkan musik asli Indonesia yaitu dangdut, kelima karyawan dan Firman berjoget sambil membuat cone.

Menurutnya dengan menggerakan badan pada saat bekerja, bisa membuatnya sehat dan badan menjadi tidak kaku saat membuat cone.

“Supaya lebih semangat aja dalam bekerja, dan kalau diam rasanya badan jadi kaku,”ujarnya sambil tersenyum. (*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=35244

Posted by on 6 Nov 2012. Filed under EKBIS SUKABUMI, FEATURES, KULINER. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.