20 Napi Digugat Cerai Istri

SOSIALISASI: Ketua Posbakum Cianjur, Asep Anwar ketika sosialisasi pelayanan hukum bagi para pesakitan yang ada di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Cianjur, kemarin. (FOTO : DENI ABDUL KHOLIK/RADAR CIANJUR)

*Pasrah, di Pengadilan Agama Menjadi Tergugat

CIANJUR-Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ini ungkapan yang pas bagi 20 narapidana di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Cianjur ini. Bagaimana tidak, karena menjadi pesakitan, menjalani hukuman di penjara, sama sang istri malah digugat cerai. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan binggung harus berbuat apa atas gugatan cerai istrinya tersebut.

Demi menegakan supermasi hukum dan keadilan, serta ajas hukum yang berlaku untuk siapa saja/Justice For All. Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Cianjur bekerjasama dengan Kantor Pengadilan Agama Cianjur, mengadakan pelayanan hukum bagi para pesakitan yang ada di LP Cianjur.

Ketua Posbakum Cianjur, Asep Anwar mengatakan, mekanisme dan persyaratan untuk mendapatkan bantuan hukum pada Posbakum sebagaimana yang telah ditentukan dalam lampiran B surat edaran Mahkamah Agung RI Nomor 10 Tahun 2010. Yaitu bantuan yang diberikan Posbakum sesuai yang disyaratkan MA antara lain. Penerima jasa pos bantuan hukum, jenis jasa hukum serta syarat dan mekanisme permohonan bantuan hukum.

“Ketentuan tersebut berlaku untuk siapa saja, sepanjang permohonannya memenuhi syarat, Posbakum siap memberikan bantuan hukum, termasuk bagi para pesakitan yang sedang berperkara di Kantor Pengadilan Agama (PA) Cianjur,” kata Asep Anwar saat sosialisasi pelayanan hukum bagi para pesakitan yang ada di LP Cianjur, kemarin.

Menurutnya, saat ini para pesakitan ketika digugat cerai, mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan binggung harus berbuat apa.

“Termasuk masalah harta gona-gininya yang ada cuma pasrah nerima nasib karena perkaranya di PA tidak ada yang membantu,” ujarnya.

Dia memaparkan, adanya bantuan hukum yang diberikan Posbakum kepada para pesakitan, menjadi setitik harapan bagi para pesakitan yang sedang berperkara di PA. Karena saat ini para pesakitan bisa mendapat bantuan hukum. Bahkan biaya perkaranya dibebaskan, sepanjang memenuhi persyaratan dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Baik sebagai penggugat, pemohon maupun tergugat, termohon. Bantuan ini juga diberikan secara cuma-cuma tampa dipungut biaya,” paparnya.

Dia menegaskan, salah satu dasar pemberian bantuan hukum bagi para pesakitan yang ada di LP, karena ada dari beberapa pesakitan yang sedang memiliki perkara di PA. Bahkan berdasar data yang ada di LP Cianjur, ada sekitar 20 orang, serta pada umumnya mereka menjadi tergugat. Hal ini jelas sangat merugikan.

“Sudah jatuh ketimpa tangga,” paparnya.

Sementara itu, Humas PA Cianjur DFuad Syakir memaparkan, PA Cianjur dan Posbakum sudah mengagendakan setiap hari Jumat berkunjung ke LP Cianjur. Tujuannya untuk melakukan sosialisasi, mendata dan memberikan bantuan hukum kepada para pesakitan. “Bagi para pesakitan kalau mereka punya perkara di PA, jangan sungkan untuk meminta bantuan hukum ke Posbakum. “ imbuhnya.

Terpisah, Yudian salah seorang pesakitan menyambut baik kehadiran Posbakum jelas sangat membantu dan meringankan beban hidup dan pikiran para pesakitan.

“Karena yang selama ini dirinya tersandera untuk mendapat keadilan di luar hukuman yang sedang dijalaninya,” pungkasnya. (den)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=34757

Posted by on 1 Nov 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.