Mengenal Komunitas Metal Sukabumi

ALBUM METAL: Salah satu anggota SDM memperlihatkan album metal berjudul Sound of Brutaly yang laku di pasaran. foto:andri/radarsukabumi

Rilis Album Sound of Brutaly, Terjual 7 Ribu Keping

Komunitas Metal atau penyuka/pelaku musik metal tak sedikit diidentikan masyarakat sebagai komunitas brutal yang tak punya hati.Namun pernyataan tersebut jelas bertolak belakang dengan Sukabumi Death Metal (SDM). Mereka bahkan berkarya dengan musik yang digandrunginya itu dengan mendirikan album kompilasi metal nasional.

Laporan Handi Salam Sukabumi

Komunitas Metal Sukabumi yang menamakan Sukabumi Death Metal (SDM) baru- baru ini meliris album kompilasi metal berjudul Sound Of Brutality (SOB).

Album ini berisikan lagu dari band-band metal yang handal dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Bandung,Tangerang,dan Bogor. Salah pengurus SDM, Adi Hb mengatakan, album tersebut sudah masuk pangsa pasar secara nasional.”Dan ini bukan pertama kalinya. Penjualannya pun sangat bagus hingga menembus angka 7ribu kopi kaset yang terjual,”bebernya. Penikmat album metal, sambungnya, kian hari kian banyak seiring perkembangan. “Kebanyakan untuk penikmat lagu metal adalah pelajar dan kalangan tertentu yang menggilai lagu metal sebagai motivasi,”jelasnya. Atau sambung Adi, dijadikan sebuah ekspresi diri

Dengan persiapan yang optimal dari band metal, album tersebut bisa selesai tepat pada waktunya.”Alhamdulillah hasilnya pun sangat memuaskan,”ucapnya. Adi menerangkan di album sekarang memang banyak band-band asal Sukabumi yang masuk di dalamnya dan kualitasnnya pun diadu dengan band luar. Dan itu merupakan suatu kebanggan bagi kami.

Untuk saat ini anggota komunitas SDM, sambungnya, sudah ribuan orang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Bandung,Tangerang, Bogor, hingga Bali. “Dengan tujuan mewadahi penggemar komunitas metal yang ada di Sukabumi SDM juga diharapkan bisa menjadikan anggotanya lebih Kreatif dan inovatif,”tuturnya.

Ia berharap ke depan agar keberadaan SDM tidak lagi dianggap sebelah mata oleh kalangan luar.”Pada dasarnya kami hanya menggemari musik tersebut. Adapun pandangan orang yang tidak suka dengan keberadaan kami saya tanggapi secara enjoy saja. Mungkin masyarakat yang beranggapan negatif karena tidak tahu tujuan kami secara jelas,”pungkasnya.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=32650

Posted by on 18 Okt 2012. Filed under FEATURES, KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->