Dahlan Iskan Bawa Cucu Syekh Abdul Qodir Jaelani ke Tasik

FOTO : SHANDY AW / RADAR TASIKMALAYA
JADI PENERJEMAAH: Menteri BUMN Dahlan Iskan menjadi penerjemaah ceramah Al-Sheikh Hasimuddin Al-Galyani, keturunan ke- 17 Sheikh Abdul Qodir AL Jailani, kemarin (12/10)

*Menjadi Penerjemaah di Ponpes Suryalaya, Tasikmalaya

TASIKMAYALA–Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membawa cucu Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-17, Syekh Hashimuddin Al-Gaylani ke Pondok Pesantren Suryalaya Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya dan Pondok Pesantren Al-Amin Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya kemarin. (12/10). Kedatangan mursyid Syekh Abdul Qodir Jaelani ini adalah untuk syiar agama Islam dan juga bersilaturahmi.

Dahlan Iskan datang ke Tasik menggunakan pesawat dan mendarat di Pangkalan Udara Korps AU I Lanud Wiriadinata Tasikmalaya sekitar pukul 08.00. Kedatangan Dahlan Iskan di Lanud Wiriadinata disambut Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Indan Gilang Buldansyah S.Sos, Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat dan unsur pimpinan Jawa Pos Group Jawa Barat. Setelah itu Dahlan Iskan berangkat menuju Pondok Pesantren Suryalaya di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.

Saat dalam perjalanan, Dahlan Iskan sempat mampir ke Pasar Seng Makkah Hajni milik H Imat Ruhimat di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya. Di sana, Dahlan membeli selendang (sorban). H Imat Ruhimat yang juga mendampingi kunjungan Dahlan Iskan ke Pesantren memberikannya secara gratis. Setelah mendapatkan selendang, Dahlan Iskan pun langsung melanjutkan perjalan ke Pondok Pesantren Suryalaya.

Dahlan Iskan tiba di Pondok Pesantren Suryalaya sekitar pukul 08.50. Di Ponpes Suryalaya Dahlan Iskan disambut oleh KH Zaenal Abdin Anwar sebagai Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya dan Pengurus Ponpes Suryalaya lainnya. Di Ponpes Suryalaya, Dahlan Iskan bertemu dengan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani yang sudah tiba lebih dulu.

Pada kesempatan bersilaturahmi dengan pengurus Ponpes Suryalaya, Dahlan Iskan dan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani menyempatkan sarapan pagi bersama para sesepuh pesantren maupun tokoh masyarakat.

Setelah sarapan pagi selesai, Dahlan Iskan bersama Syekh Hashimuddin Al-Gaylani yang juga merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW ke-27 berangkat ke Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya untuk memberikan ceramah keagamaan. Dahlan Iskan dan Syekh Hashimuddin tiba di IAILM langsung disambut ribuan mahasiswa, masyarakat dan santri. Mahasiswa, masyarakat maupun santri sempat berebut salaman dengan Dahlan Iskan maupun Syekh Hashimuddin.

Dahlan Iskan di hadapan ribuan mahasiswa, masyarakat dan santri yang berjubel di dalam Gedung IAILM sempat memberikan sambutan. Selain itu, menteri BUMN ini juga menerjemahkan ceramah keagamaan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani yang menggunakan Bahasa Inggris. Setelah selesai memberikan ceramah keagaamaan, Dahlan Iskan dan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani kembali ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk melakukan shalat Jumat. Usai shalat Jumat, mereka menyempatkan waktu untuk makan siang.

Kemudian, sehabis agenda di Ponpes Suryalaya selesai, mereka berangkat ke Pondok Pesantren Al-Amin di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Dahlan Iskan dan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani tiba di Ponpes Al-Amin sekitar pukul 14.00. Mereka disambut ratusan santri yang berjejer di jalan dan Pimpinan Ponpes Al-Amin KH Wawan Nawawi. Pada acara kesempatan ceramah Syekh Hashimuddin Al-Gaylani dan pidato Dahlan Iskan, Wali Kota terpilih H Budi Budiman dan H Dede Sudrajat juga ikut hadir. Demikian juga para tamu undangan lainnya.

Setelah menyelesaikan agenda di Ponpes Al-Amin, Dahlan Iskan dan Syekh Hashimuddin Al-Gaylani serta rombongan berangkat kembali ke Pangkalan Udara Korps AU I Lanud Wiriadinata Tasikmalaya. Mereka tiba di Pangkalan Udara tersebut sekitar pukul 15.30 untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

JADI PENERJEMAAH

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjadi penerjemah Syekh Hasyim Al Gaylani saat berceramah di Pondok Pesantren Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya Jumat (12/10). Ribuan pengikut tarekat Qadiriyah di Pesantren Abah Anom ini memadati Aula Pesantren.

Syekh Hasyim adalah imam besar tarekat Qadiriyah yang tak lain adalah cucu ke-17 ulama besar Syekh Abdul Qadir Jailani Baghdad atau cucu ke-27 Nabi Muhammad SAW.

Syekh Hasyim minta agar Dahlan yang menjadi penerjemah agar bisa lebih pas menangkap ceramahnya mengenai tarekat dan tasawuf. Terlebih Dahlan dinilainya bisa menghayati isi ceramahnya, mengingat Dahlan juga seorang yang menjalani tarekat.

Syekh Hasyim datang ke Indonesia atas undangan Dahlan. Sebelumnya Dahlan menjadi tamunya saat berziarah ke makam Syekh Abdul Qodir Jailani di Baghdad, Irak, Lebaran yang lalu.

Syekh Hasyim mengaku sudah berkeliling berbagai negara untuk mengunjungi jemaah Tarekat Qadiriyah, tapi belum pernah ke Indonesia. Dia kaget setelah ke Sukabumi dan Tasikmalaya disambut puluhan ribu jemaah tarekat Indonesia.
Dari Tasik Syekh Hasyim lalu ke Surabaya dan terakhir akan menemui Habib Luthfi, Rais Aam Tarikat Indonesia di pekalongan.

“Tidak apa-apa jadi penerjemah. Sekalian belajar,” kata Dahlan. Dahlan merasa mendapat ilmu baru (die) bidang tasawuf. Misalnya saat menerjemahkan ceramah Syekh Hasyim mengenai peran sentralnya Imam Hasan dan Imam Husein.

Diceritakan, suatu saat Nabi Muhammad SAW baru selesai shalat Asyar, keluar dari masjid sendirian, tanpa disertai para sahabat. Di luar masjid Nabi melihat Hasan dan Husein, putra Imam Ali bin Abi Thalib sedang bermain.

Nabi Muhammad SAW langsung ikut bermain dengan dua cucunya itu. Saat itulah malaikat Jibril turun dan menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Setiap kedatangan malaikat Jibril, biasanya Nabi Muhammad langsung meninggalkan kesibukan apa pun untuk menemui Jibril dan menerima wahyu dari Allah SWT.

Sore itu, untuk pertama kalinya, Nabi Muhammad tidak segera menemui Jibril. Padahal Nabi sudah melihat kedatangan Jibril dan Jibril juga sudah menatap mata Muhammad. Namun Muhammad SAW terus bermain dengan imam Hasan dan Imam Husein, sampai 45 menit lamanya. Setelah itu barulah menemui Jibril.

Heran dengan peristiwa itu, Jibril pun mengajukan pertanyaan pada Muhammad. “Gambarkan seberapa cinta engkau wahai Muhammad kepada Hasan dan Husein,” tanya Jibril. Nabi pun menjawab: “Ketahuilah Jibril, Hasan dan Husein akan menjadi mata saya di surga kelak,” kata Nabi.

Dalam tasawuf ini maknanya dalam sekali. Apa artinya masuk surga kalau tidak bisa melihat surga.

Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri tergolong unik. Bapaknya adalah keturunan Imam Husein. Sedangkan ibunya adalah keturunan imam Hasan. Darah dua cucu Nabi Muhammad mengalir ke Syeh Abdul Qodir Jaelani. “Kebetulan saya sendiri waktu ke Irak sempat ziarah ke makam Imam Ali di Najaf dan Imam Hasan dan Imam Husein di Karbala,” ujar Dahlan. (*/snd)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=31914

Posted by on 13 Okt 2012. Filed under Catatan Dahlan Iskan, UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright Ā© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.