Ikan Paus 12 Ton Mati Terdampar

JADI TONTONAN: Ikan Paus seberat 12 ton terdampar di pinggir Pantai Jayanti, Cidaun, Kabupaten Cianjur menjadi tontonan warga. Rencananya, paus tersebut akan dipotong-potong untuk diambil daging serta minyaknya oleh warga. foto: ist/radarcianjur

JADI TONTONAN: Ikan Paus seberat 12 ton terdampar di pinggir Pantai Jayanti, Cidaun, Kabupaten Cianjur menjadi tontonan warga. Rencananya, paus tersebut akan dipotong-potong untuk diambil daging serta minyaknya oleh warga. foto: ist/radarcianjur

CIANJUR—Warga sekitar Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, kembali digegerkan temuan ikan paus seberat 12 ton yang mati terdampar di pinggir pantai. Peristiwa terdamparnya bangkai paus hitam tersebut merupakan kali kedua.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bangkai ikan paus tersebut ditemukan pertamakali oleh nelayan setempat yang hendak melaut. Nelayan tersebut melihat ikan besar seberat 12 ton terdampar di pinggir pantai dan diyakini telah mati. Kabar temuan tersebut, langsung mendapat perhatian warga. Warga yang penasaran, berbondong-bondong datang ke pinggir pantai untuk melihat bangkai tersebut.

“Waktu saya ingin melaut, saya melihat ada benda besar berwarna hitam terdampar di pinggir pantai. Sekilas saya yakin kalau itu adalah ikan paus, namun belum yakin kalau sudah mati. Sehingga saya sempat dekati dulu dan diperiksa untuk memastikan kondisinya, setelah dicek ternyata sudah mati,” tutur Iim, nelayan setempat.

Dikatakannya, terdamparnya ikan paus untuk kali kedua ini, disebabkan oleh terbawa arus laut yang kondisi sebelumnya sudah mati terlebih dahulu.

“Soalnya kondisinya, terlebih bagian punggung terdapat luka robek dan sudah membusuk. Kemungkinan besar, paus ini terbawa arus dan terdampar di sini,” paparnya.

Saat ini kondisi ikan paus tersebut selain menjadi tontonan warga, rencananya akan dipotong-potong untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi. “Kalau dipotong-potong, ini bias mencukupi dua kampung. Rencananya, memang warga mau mengambil daging dan minyaknya. Kalau dagingnya bias kita konsumsi, sementara minyaknya biasa dipakai untuk obat penyakit kulit,” pungkasnya.(zul)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=30117

Posted by on 3 Okt 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.