Berlakukan UU Darurat !

*Antisipasi Tawuran Pelajar

CIKOLE – Maraknya tawuran yang disertai tindakan kriminal oleh para pelajar di Kota Sukabumi, kembali menuai sorotan. Menurut salah satu pengamat politik dan kebijakan publik, Benyamin Sembiring mengatakan maraknya tawuran antar pelajar akibat tidak tegasnya pihak Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian. Sehingga, tak ada efek jera bagi siswa yang melakukan tawuran. “Seharusnya ketika mereka bikin kerusuhan ditindak dan diproses secara hukum. Sehingga, tak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Tindakan inipun untuk membuat jera bagi para siswa yang melakukan tawuran,” tegas Benyamin yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Pradi) Sukabumi kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Lebih lanjut Benyamin mengatakan, tindakan tawuran apalagi disertai kepemilikan senjata tajam seharusnya ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Pasalnya, dalam penerapan hukum tak boleh tebang pilih. Siapapun itu, kalau memang melanggar tetap harus ditindak. “UU darurat tentang kepemilikan senjata tajam harus bisa diterapkan. Adapun yang membedakannya hanya dari sisi porsesnya nanti bisa dibedakan,” lanjut Benyamin.

Selain itu, menurutnya pemerintah daerah dalam hal ini Disdik Kota Sukabumi juga harus membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengontrol tawuran antar pelajar ini. Begitu juga dengan aktifitas siswanya harus diperketat. “Mereka yang tawuran kan karena longgarnya kurikulum yang diterapkan. Makanya untuk meminimalisir itu, harus ekstrakulikulernya harus diperketat,” lanjutnya.

Begitu juga dengan pihak sekolah. Jangan sampai, karena alasan takut kehilangan siswanya tak ada tindakan apapun bagi siswa yang melakukan tawuran. Seharusnya, sekolah berani mengeluarkan siswanya sehingga jadi bahan contoh siswa lainnya dan tak ikut mengulanginya lagi. “Bukan jadi alasan takut kehilangan siswa. Karena pendidikan bukan untuk kepentingan bisnis tapi bagaimana mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=29732

Posted by on 1 Okt 2012. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

1 Comment for “Berlakukan UU Darurat !”

  1. Tawuran pelajar bukan rana politik apalagi dipolitisir, tisingkapi oleh pemerhati politik ! . Semaraknya tawuran pelajar sudah sejak dulu kira -kira di kota-kota besar dekake 80 an, dan semarak pasang surut. Khususnya ketika tahun 87 sampai 92 , volume tauran menurun dratis, tahu sebabnya ? Pada waktu itu baru berkembangnya olahraga baru yaitu PANJAT TEBING BUATAN dan berdirinya VEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA dengan ketuanya SETIAWAN JODI tahun 1990 dengan perintisnya adalah PELAJAR di setiap sekolah sekolah di kota kota besar, seperti SMA 70,SMA 6 , STM Penerbangan dan banyak lagi lainnya ( yg beberapa hari lalu tawuran ) serta lomba lomba ILMIAH kreasi siswa tidak seperti sekarang EGO sentris dan ambisi kepala sekola dan guru. Apalagi sekarang kesejahtraan guru sangat meningkat, bagaimana peran guru? dan kreatis guru dalam menyingkapi perubahan akibat MODERENISASI BUDAYA DAN TEKNOLOGI ?

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->