Lagi, 18 Imigran Gelap Diamankan

DIAMANKAN: Polisi saat mengamankan imigran gelap asal Timur Tengah di Terminal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Mereka diduga menunggu kapal yang akan menjemputnya menuju Pulau Christmas, Australia. foto: perli rizal/radarsukabumi

DIAMANKAN: Polisi saat mengamankan imigran gelap asal Timur Tengah di Terminal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Mereka diduga menunggu kapal yang akan menjemputnya menuju Pulau Christmas, Australia. foto: perli rizal/radarsukabumi

*Menunggu Jemputan Kapal ke Australia

SUKABUMI–Sebanyak 18 imigran gelap asal Pakistan dan Afganistan dicomot aparat kepolisian di dua lokasi berbeda, kemarin.Tujuh imigran diamankan anggota Polsek Cisolok saat berada di Pantai Cibangban dan 11 lainnya diamankan anggota Polsek Palabuhanratu di Terminal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, para imigran itu menggunakan mobil pribadi dan datang dari Cisarua, Bogor Kamis (20/9) lalu. Sekitar pukul 06.30 WIB, penangkapan pertama dilakukan saat imigran bersantai di Pantai Cibangban. Mereka diduga menunggu kapal yang akan menjemputnya menuju Pulau Christmas, Australia. Karena kapal tak kunjung datang, mereka keburu diciduk polisi yang menerima informasi dari warga. Warga sedari awal curiga karena jumlah mereka bergerombol dan berada di satu tempat yang sama.

Namun sayang, saat hendak diciduk, sebagian dari imigran mencoba meloloskan diri. Petugas dan imigran pun sempat saling kejar-kejaran. Diduga, jumlah mereka lebih dari 20 orang. Di tempat lain, petugas Polsek Cisolok terus berkoordinasi dengan polsek sekitarnya. Benar saja, saat dipantau, petugas Polsek Palabuhanratu langsung mengamankan para imigran yang berusaha kembali ke Cisarua, Bogor sedang berada di kawasan Terminal Palabuhanratu.

Salah satu saksi, Boay (40) mengatakan, petugas mengamankan imigran itu saat hendak menumpang di bus di Terminal Palabuhanratu. Setelah digiring ke mapolsek, imigran yang berjumlah 18 orang itu langsung di bawa ke Kantor Imigrasi Sukabumi. Para imigran itu hanya melengkapi diri dengan berkas UNHCR. Salah satu Imigran asal Pakistan, Husain (18) berkilah jika dirinya hendak melakukan perjalanan ke Pulau Chrismast Australia. Bahkan ia juga membantah jika dirinya datang ke Palabuhanratu berbondong-bondong.

“Saya hanya sendiri untuk jalan-jalan. Dan saya tidak tahu kalau jalan-jalan keluar dari Bogor itu dilarang,” kilah Husain.

Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Firman mengatakan, pihaknya berupaya melakukan pengamanan di wilayah Pantai Palabuhanratu. Sehingga pihaknya berhasil mengamankan 18 imigran itu. “Ya, kami mengamankan para imigran itu di dua tempat. Di Cisolok pertama dan setelahnya di Terminal Palabuhanratu. Semua para imigran itu sudah kami serahkan kepada ke Kantor Imigrasi Sukabumi,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kemigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas IIB Sukabumi, Isman Jayadi, mengatakan data sementara 12 orang Imigran gelap berasal dari Pakistan, dan tiga orang sisanya dari Afghanistan. untuk sementara itu para imigran ini diamankan di Hotel Gardenia, Kecamatan Cisaat, Sukabumi.

“kami akan melakukan pendataan, jika telah selesai kami akan segera kirim ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)” ujarnya. Sementara itu kasus penyelundupan imigran gelap sepanjang 2012, terjadi enam kasus. Di mana Kawasan selatan Sukabumi dijadikan lokasi transit untuk menyeberang ke Pulau Christmas, Australia. Sebagian besar imigran ini sebelumnya berada di tempat penampungan Cisarua, Bogor di bawah pengawasan International Organization for Migration (IOM). (ryl/bal)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=28424

Posted by on 22 Sep 2012. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.