Dampak Gempa Salak, Jadi Peringatan yang Harus Diwaspadai (2-habis)

REKAMAN GEMPA : Petugas memperlihatkan rekaman seismograf (alat pengukur gempa) milik pos pengamatan Gunung Salak.

Sadar Wilayahnya Rawan Gempa, Muspika Susun Jalur Evakuasi.

Dari sumber Balai Besar Meterologi dan Geofisika Wilayah II menerangkan bahwa wilayah indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Indo -Australia, Lempeng Pasifik. Itu merupakan bagian dari dua jalur utama gempa bumi dunia, yaitu jalur Pasifik dan jalur Mediterian. Sementara penyebab gempa yang terjadi pada Minggu (9/9) lalu, dapat dipastikan merupakan gempa tektonik aktivitas sesar Cimandiri yang melintang di kawasan Sukabumi hingga Padalarang, Bandung.

ANDRI SOMANTRI Sukabumi

TRAUMA Dengan bencana alam gempa bumi masih dirasakan sejumlah warga Kecamatan Kabandungan, hal ini nampak ketika dilakukanya sosialisasi dampak gempa Balai Besar Meterologi dan Geofisika Wilayah II pusat serta ahli Vulkanologi Jabar di aula Desa Kabandungan belum lama ini. Hal ini nampak dari pertanyaan yang terlontar dari warga kepada narasumber.

Ini dilakukan terkait adanya isu yang beredar bahwa sumber gempa dari aktivitas eksploitasi di Gunung Salak. Kabar simpang siur dari pihak yang tidak bertanggung jawab ini akhirnya semakin membuat warga bimbang, serta membebani warga yang menjadi korban kerusakan akibat musibah ini. Beberapa kali narasumber menegaskan bahwa sumber gempa ialah tektonik pergerakan dari sesar Cimandiri.

Lalu apa tindakan pemerintah dengan kondisi tersebut, Camat Kabandungan Achmad Sujadi mengatakan mesti ada rencana penanggulangan bencana sebagai antisipasi meluasnya dampak yang ditimbulkan. Sebagai langkah pertama yang akan ditempuh, Kecamatan Kabandungan akan membuat jalur evakuasi, dimana kecamatan ini belum mempunyai peta evakuasi tersebut.

“Dengan penjelasan yang sudah dipaparkan oleh ahlinya bahwa dampak gempa sangat besar, selain merusak tidak menutup kemungkinan menimbulkan korban jiwa dari itu mesti ada langkah antisipasi seperti jalur evakuasi, dalam waktu dekat ini BPBD akan membantu kecamatan untuk membuat peta jalur evakuasi bagi warga,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Sujadi menembahkan jalur evakuasi saja tidak cukup dari itu masyarakat akan dibekali dengan keahlian tanggap bencana. “Sebab ketika bencana terjadi pasti ada jatuh korban dari itu masyarakat mesti bisa bertahan dengan wawasan pengetahun atas dan tanggap cegah bencana,” ujarnya.

Terakhir, dirinya menghimbau supaya masyarakat tidak terpancing isu dari pihak yang tidak bertanggung jawab atas bencana. Sebab tidak menutup kemungkinan bila mana dalam kondisi musibah masih saja ada niat jahat dengan tujuanya memperkeruh suasana. “Dari itu ketika terjadi sesuatu percayakan semua pada ahlinya, karena menerka bukan menjadi pilihan. Yang ada pentingkan keselamatan,” tukasnya. (**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=28208

Posted by on 20 Sep 2012. Filed under FEATURES, KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->