Dekat dengan Komunitas BMX

ATRAKSI BMX: Sejumlah anggota BMX menampilkan atraksi dalam acara menyambut HUT RI di Sindang palay kecamatan Cibeureum. foto:ikbal/radarsukabumi

Inginkan Fasilitas Layak untuk Atraksi

Meraih prestasi dalam satu bidang memang tidaklah mudah. Seperti yang dihadapi Komunitas Ikatan BMX Sukabumi (IBSI). Untuk bisa meraih prestasi, pihaknya dibenturkan dengan kendala didaerah yang menjadi hambatan. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan fasilitas apapun untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Padahal, kalau ada fasilitas yang mendukung bukan hal yang tidak mungkin bisa meraih prestasi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka sampai saat ini, belum mendapatkan tempat latihan dan hanya berlatih di Lapangan Merdeka saja.

Laporan, Nunur Radar Sukabumi

Lepas tangan (no hend), melompat (jumping), memutar seperda di udara (table top) dan beberapa aksi esktrem lainya, merupakan keseharian dari Komunitas Ikatan BMX Sukabumi (IBSI). Meskipun sebenarnya, kegiatan tersebut sarat dengan resiko. Baik itu patah tulang, keseleo dan lainnya. Namun, bagi para komunitas tersebut justru semakin tinggi tantangannya semakin semangat ia untuk mempelajarinya. Seperti yang dikatakan salah satu senior IBSI, Mick-mick. “Kita tidak hanya mempelajari trik yang ada saja, tapi saya juga sering menciptakan trik sendiri dan itu lebih terasa bagi saya.

Sayapun sering memainkan trik sendiri ketimbang trik yang sudah ada,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin.Menurutnya, dengan menggunakan trik yang dibuatnya sendiri lebih gampang dipraktikkan. Hal ini dikarenakan, antara gerakan dengan hati sudah menyatu. Tak heran, dengan kepiawaiannya dalam bersepeda mebuatnya meraih prestasi diajang nasional. Dirinya berhasil mengharumkan Kota Sukabumi saat mengikuti kejuaraan di Jakarta dan meraih peringkat empat.Prestasi itu jelas tidak lah mudah bagi Mick-mick. Selain pesaing yang saat itu mengikuti banyak yang piawai, kendala didaerah juga menjadi hambatan.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan fasilitas apapun untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Padahal, kalau ada fasilitas yang mendukung bukan hal yang tidak mungkin bisa meraih prestasi ke tingkat yang lebih tinggi. “Memang sampai saat ini kita belum memiliki fasilitas untuk mengembangkan bakat kami. Paling kita dan temen-temen berlatih di Lapangan Merdeka,” keluhnya.

Saat inipun, anggota yang ikut dalam IBSI sudah mencapai 100 orang lebih. Mereka rata-rata memang yang mencintai akan dunia sepeda dan tantangan yang didapat. Sepeda yang digunakan dalam aktrasi sendiri, memang bukan sepeda yang bisas digunakan. Mick-mick mengatakan, sepeda yang digunakan merupakan hasil rakitan dan harga onderdilnyapun tidaklah murah. “Satu sepeda untuk merakit dengan kualitas standar, bisa mencapai Rp4 Juta,” pungkasnya.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=27343

Posted by on 15 Sep 2012. Filed under FEATURES, KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.