Mengenal Pembisnis Muda Asal Sukabumi (1)

FOTO:IKBAL/RADARSUKABUMI
PERNAK-PERNIK: Intan (26) membuat pernak-pernik yang terbuat dari cangkang telur di galeri

Gunakan Media Tusuk Gigi, Raup Omset JutaanĀ 

Kaos atau Sepatu Lukis sudah tidak asing lagi, di telinga masyarakat Indonesia. Jenis usaha tersebut masih tetap eksis dan menjadi tren fesyen muda-mudi saat ini. Hampir di setiap kota besar, bahkan tidak sedikit anak muda yang sukses berbisnis dengan jenis usaha ini, salah satunya Intan Hermina. Namun, hasil karya Intan ini tergolong cukup unik dan berbeda dengan kaos lukis biasanya. Karena kaos lukis yang dibuatnya menggunakan media tusuk gigi.

Laporan : Widi Fitria Rachman

Usia muda tidak menjadi halangan bagi gadis mungil yang satu ini. Untuk mencapai kesuksesan, Intan Hermina memilih menjadi pebisnis muda. Di usianya yang relatif masih muda ini, dirinya mampu meraup omset ratusan juta rupiah dari bisnis yang digeluti selama empat tahun tersebut.

Intan sudah menjadi salah satu pembisnis muda yang mampu meraup omset sekitar Rp12 juta per bulannya. Berawal dari hobinya yang senang melukis, Intan memulai karirnya dengan mencoba terobosan baru. Yaitu mengembangkan bakat lukisnya tersebut lewat media kaos atau sepatu atau biasa yang di sebut dengan kaos lukis dan sepatu lukis.

“Awalnya sih dari iseng-iseng bikin kaos lukis dan sepatu lukis, lalu hasil karyaku ini diupload ke facebook,”kata Intan kepada Radar Sukabumi.

Dari situlah bisnis yang digeluti wanita kelahiran Sukabumi, 17 Mei 1985 ini membuahkan hasil. Selain banyak disukai konsumen, sambutan mereka juga positif. Sehingga dirinya makin bersemangat untuk mengembangkannya.

“Alhamdulillah usaha kaos dan sepatu lukis ini semakin berkembang sampai sekarang,ā€¯ujarnya.

Tidak hanya dua produk itu yang diproduksinya. Intan juga memproduksi barang-barang seperti body painting/tattoo temporary dengan tusuk gigi, lukisan kanvas dan yang terbaru adalah eggface atau telur bermimik.

“Untuk produksi, setiap tahun saya mengeluarkan produk-produk yang berbeda. Jadi tidak hanya satu bidang saja yang dikembangin, biar lebih bervariatif,”terangnya.

Saat ini, lanjut Intan, yang paling laris di lapangan adalah model kaos lukis dan eggface. “Apalagi waktu lebaran kemarin, eggface paling banyak dipesan untuk dijadikan ucapan selamat lebaran,”tambahnya.

Mengusung nama invalenti, semua merek yang diproduksinya dilabeli dengan nama Invalenti yang berasal dari kata Intan juga. Tidak hanya berpasar di Sukabumi saja, dirinya memasarkan dagangannya sampai ke luar Kota Sukabumi, seperti Bandung Jakarta, Jawa bahkan sampai luar pulau jawa seperti Riau, Medan, Aceh, Kalimantan, Palopo, dan kota-kota lainnya.

Dari usaha yang dibangunnya sejak usia 23 tahun, kini ia memiliki omset ratusan juta dengan penghasilan Rp12 juta per bulan. Dalam sebulan Intan mampu memproduksi kurang lebih 150 produk yang dibuatnya sendiri.

“Kalau karyawan punya satu, di bagian marketing. Tapi tetap untuk melukis, aku bikin sendiri . Soalnya kan konsumen lebih senang handmade,”ujar Intan yang hanya memasarkan produksinya lewat online saja dan juga bekerja sama dengan Gallery Kerajinan Kabupaten Sukabumi.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=26323

Posted by on 10 Sep 2012. Filed under FEATURES, PENGRAJIN. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright Ā© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
-->