Dari Dekat dengan Petugas Penjaga Kamar Mayat (2-habis)

Kerja Harapkan Pahala, Sering Pilu ketika Urus Mr X

TERBIASA: Adang saat mengevakuasi jenazah korban kecelakaan belum lama ini. anddri radar

Sisi lain dari pekerjaan penjaga kamar mayat yakni mengurus jenazah dari mulai memandikan, mengkhfani hingga menshalatkan. Pekerjaan itu sudah menjadi bagian dari hidup Adang (52) yang ditekuninya sejak tujuh tahun lalu. Dirinya tidak punya gelar dokter ahli bedah dan PNS, hanya seorang yang mengharapkan pahala dari menyempurnakan orang yang sudah tidak bernyawa.

ANDRI SOMANTRI-Cibadak

ADANG Bersama seorang rekannya Asep nampak sibuk berduaan didalam kamar mayat, sudut terpojok dari lingkungan RSUD Sekarwangi Cibadak. Mereka berdua “asyik” dengan pekerjaanya mengurusi jenazah untuk dimandikan, hingga dikafani.         Mayat pria muda itu, baru saja tiba dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), pekerjaan ini rela mereka lakukan walau jenazah bukan keluarganya.
Tanpa rasa jijik setiap bagian tubuh dibersihkan, dilap lalu dikafani. Tidak sampai itu mayat lalu dishalatkan. Itu merupakan rutinitas dari pekerjaan ini. Sebab keduanya sudah terbiasa berhadapan dengan orang mati, baginya jenazah tersebut kondisinya biasa-biasa saja. Sebab dari kisah Adang, beberapa jenazah yang datang dalam kondisi tragis. Sebab kematianya akibat kecelakaan, atau terlantar hingga berhari hari.
“Kasihan jika ada mayat yang ditemukan statusnya Mr x. Tidak ada identitas atau tanpa ada sanak keluarga yang tahu. Misal mayat pembunuhan atau korban kecelakaan. Sebab walau mereka sudah tidak bernyawa tetapi harus dihormati hingga masuk liang lahat. Ini yang menggerakan hati saya hingga berani menghadapi mayat,” ungkap Adang.
“Memang orang lain pasti merinding ketika mendengar pengelaman saya dengan kamar mayat. Tapi kan yang namanya orang mati tidak akan hidup lagi, ” selorohnya.
Padahal, Adang dan Asep tidak punya jabatan dirumah sakit tersebut pekerjaan ini hanya harapkan pahala saja. Adang bekerja sebagai tukang kebersihan rumah sakit, sedangkan Asep pun demikian. Memang ada yang diposisikan di jabatan kamar mayat, tapi mereka butuh bantuan keduanya.
Dari pengalaman keduanya, puluhan mayat yang sudah diurusi, hingga tuntas pemakamanya. Bagi orang biasa hanya melihat segelintir kisah dari penjaga kamar mayat tidak jauh dari mistis, tetapi jauh dari itu bagia penjaga kamar mayat adalah rasa pilu ketika mengurus jenazah yang tidak sempurna, misal korban kecelakaan. Pasalnya setiap bagain tubuh yang terpisah mesti disatukan jangan sampai ada yang berceceran.
“Sebenarnya rasa takut atau kisah mistik tidak terlalu menjadi pengalaman, sebab jenazah sudah jadi hal biasa dan kamar mayat mungkin jadi tempat mojok saya,” timpal Asep. (**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=2560

Posted by on 8 Feb 2012. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->