Pabrik Susu Bertambah, Dorong Persaingan Harga

Pabrik Susu

SURABAYA – Bertambahnya jumlah industri pengolahan susu diharapkan bisa mengerek harga susu segar di tingkat peternak. Saat ini harga susu segar di tingkat peternak hanya sebesar Rp 3.400-3.500 per liter. Harga tersebut dinilai belum layak.

Selama ini di Jatim, ada lima industri pengolahan susu di antaranya PT Nestle, PT Greenfields Indonesia, PT Indolakto serta Pusat Koperasi Industri Susu Sekar Tanjung. Ke depan akan ada tambahan pabrik baru milik Indolakto.

“Diperkirakan, pabrik baru milik Indolakto akan buka September nanti. Dengan kebutuhan susu secara bertahap sekitar 200 ton per hari,” kata Ketua Bidang Usaha GKSI Jatim Sulistyanto.

Menurutnya, penambahan pabrik baru tersebut akan memberi dampak positif bagi peternak lokal. “Kami berharap bisa mendorong persaingan antar industri pengolahan susu secara sehat. Serta, memacu peternak untuk lebih bergairah dan produktif dalam menghasilkan susu segar. Karena selama ini banyak peternak yang menjalankan usaha susu segar tanpa memperhitungkan rugi laba,” ungkapnya.

Disebutkan, susu segar di tingkat peternak dihargai Rp 3.400-3.500 per liter. Dalam proses distribusi, susu dari peternak dikumpulkan di koperasi. Kemudian dari koperasi dijual ke industri dengan harga Rp 3.900-4.000 per liter.

“Padahal, dalam hitungan kami harga susu yang layak di tingkat peternak Rp 4.000. Dengan kata lain, di tingkat koperasi minimal Rp 4.500 per liter,” sebutnya.

Diuraikan, perhitungan itu memasukkan biaya penyusutan. Sebab, harus mempertimbangkan usia sapi perah di mana untuk jangka waktu tertentu sudah tidak produktif.

“Nah hitung-hitungan layak itu kalau peternak bisa menyisihkan sedikit keuntungan untuk membeli sapi lagi. Ada saatnya sapi perah itu sudah tidak produktif, kemudian dijual dagingnya. Selain itu, keuntungan juga diperlukan untuk memberikan nutrisi yang baik bagi sapi sehingga produksi susu bisa meningkat,” ucap dia.

Selama ini, lanjut dia, persaingan harga beli oleh industri pengolahan susu belum terlalu signifikan. Karena itu, perlu ada yang memulai sehingga tercipta persaingan yang sehat dan bisa menguntungkan bagi peternak.

Tercatat produksi susu segar sebesar 900 ton per hari. Ditargetkan, pada semester kedua bisa meningkat hingga 1.200 ton per hari. Sedangkan jumlah sapi total mencapai 160 ribu ekor yang tersebar di empat sentra peternakan, antara lain Malang, Pasuruan dan sebagian di Tulungagung serta Blitar. (res/jpnn)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=24651

Posted by on 31 Agu 2012. Filed under EKBIS NASIONAL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.