Terobosan Baru BBPBAT Sukabumi Hasilkan Varietas Unggulan

Ugadi dan Sangkuriang II Andalan Baru nan Bermutu

UDANG GALAH:Petugas BBPBAT Sukabumi memperlihatkan Udang Galah hasil teknik pembenihan Ugadi.

Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, terus melakukan inovasi untuk menghasilkan varietas unggulan. Belakangan ini, para peneliti ikan tawar di salah satu balai perikanan terbesar di Jawa Barat ini mengembangkan budidaya ikan lele Sangkuriang II yang merupakan hasil persilangan genetik Lele asal Benua Afrika dengan Lele Sangkuriang I. Ada juga inovasi lain dalam budidaya udang, yaitu dengan teknik tumpangsari yang diberi nama Ugadi atau Udang Galah dan Padi.

Jumaidil Halide, Cikole

Beberapa tahun lalu, Ikan Lele Jumbo sangat akrab di telinga karena kualitas dan penjualannya yang baik. Namun belakangan Lele Jumbo mulai meredup. Sempat tergantikan dengan kehadiran Lele Sangkuriang yang memang kualitasnya lebih baik.
Meski Lele Sangkuriang saat ini masih punya nama di kalangan pebisnis ikan tawar, namun pihak BBPBAT terus melakukan penelitian untuk menghasilkan varietas unggulan dengan kualitas yang jauh lebih baik. Terobosan yang dilakukan adalah mengawinkan gen lele asal Benua Afrika dengan Lele Sangkuriang I. “Varietas baru ini kami sebut Sangkuriang II,” terang
Kepala BBPBAT Abduh Nurhidayat.
Namun temuan baru ini belum diekspose secara resmi. Soalnya masih akan dilakukan persentase di hadapan pakar perikanan, baik dari pusat penelitian maupun dari perguruan tinggi. “Rencana dalam waktu dekat, penemuan baru ini akan dipersentasekan,” katanya.
Selain Lele Sangkuriang II, salah satu inovasi BBPBAT Sukabumi yang sudah berjalan sekitar setahun terakhir adalah budidaya Udang Galah dengan teknik tumpangsari yang disebut Ugadi. Yaitu benih udang galah disebar di areal persawahan yang ditanami padi khusus yang dapat tumbuh dengan tetap tergenangi air sampai panen. ”Setelah dua sampai tiga bulan Ugadi sudah bisa dipanen,” jelas Abduh.
Abduh menjelaskan saat panen yang lalu dari lahan persawahan 1.000 meter persegi telah menghasilkan panen padi mencapai 600 kilogram dan udang galah mencapai 100 kilogram. ”Udang galah yang dibenihkan sebanyak 5.000 ekor. Sedangkan bibit padi harus yang kuat direndam selama 120 hari,” jelasnya.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=2229

Posted by on 4 Feb 2012. Filed under EKBIS SUKABUMI, UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.