Pemuda Demo RSUD Palabuhanratu

PROTES RUMAH SAKIT : Pengunjuk rasa gabungan OKP dan ormas saat menyampaikan aspirasinya soal buruknya pelayanan RSUD Palaabuhanratu di halaman Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. foto: perli rizal/radarsukabumi

PROTES RUMAH SAKIT : Pengunjuk rasa gabungan OKP dan ormas saat menyampaikan aspirasinya soal buruknya pelayanan RSUD Palaabuhanratu di halaman Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. foto: perli rizal/radarsukabumi

* Buruknya Pelayanan Rugikan Masyarakat

PALABUHANRATU–Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan (OKP-Ormas) di wilayah Palabuhanratu mendesak izin praktik dokter di rumah atau klinik agar segera dievaluasi. Lantaran, gara-gara dokter membuka praktek di kilik atau di rumahnya masing-masing, pelayanan kesehatan di RSUD Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Palabuhanratu terkesan buruk dan merugikan pasien dari semua kalangan.

Terlebih pasien warga miskin yang menggunakan jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Persalinan (Jampersal). Pelayanan terhadap mereka sering terabaikan.

Desakan itu terungkap saat sekitar 60 OKP dan Ormas mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi di Jalan Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu, kemarin.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, pengunjuk rasa berukumpul di Jalan Sudirman depan RSUD BLUD Palabuhanratu menuju Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Di halaman gedung rakyat, mereka melakukan orasi seputar tuntutan yang diinginkan. Tuntutan itu diantaranya, evaluasi izin praktek dokter di klinik atau rumah sang dokter, mengubah sistem pelayanan RSUD Palabuhanratu. Salah satu orator aksi damai OKP-Ormas, Redy Santoso mengatakan, akibat sistem pelayanan yang tidak baik dan praktik dokter di mana-mana membuat pelayanan di RSUD semakin memburuk. “Pelayanan kepada masyarakat yang bayar saja sudah sulit. Apalagi pelayanan kepada pasien yang menggunakan jamkesmas, jamkesda, dan jampersal,” jelasnya.

Dengan menggunakan spanduk dan karton bertuliskan tuntutan, pendemo mengacung-ngacungkan tuntutan itu. Yang paling menonjol, tuntutan itu agar Direktur RSUD Palabuhanratu digantung.

Setelah diterima Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi, penyamapaian tuntutan dilanjutkan di ruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Sukabumi. Di sana, para aktivis yang sering mengantar pasien sakit dari kalangan miskin itu mengutarakan unek-uneknya. Bahkan tak sedikit testimoni yang disampaikan berdasarkan pengalaman pribadi saat berobat ke RSUD Palabuhanratu.

Selain Badri, penyampaian aspirasi di ruang banmus itu juga dihadiri Wakapolres Sukabumi Kompol Philemon Ginting, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Palabuhanratu, Albandi, Kepala TU RSUD Palabuhanratu Ade Suherman, Jaelani, serta perwakilan dinkes. Sedangkan Direktur Umum (Dirut) RSUD Palabuhanratu, Asep Rustandi tak hadir dalam kesempatan itu lantaran istrinya tengah sakit parah di Bandung.

Redy yang juga Wakil Ketua IV DPD KNPI Kabupaten Sukabumi menegaskan, jika Dirut RSUD Palabuhanratu tak mampu menata layanan rumah sakit dengan baik, maka ia meminta agar dirut mengundurkan diri dari jabatannya. “Dan Kabag TU harus meminta maaf karena sudah menyakiti perasaan masyarakat dengan ucapan yang kasar serta menantang saat ormas dan OKP akan menyampaikan aspirasi,” sebutnya.

Adapun salah satu testimoni yang dilayangkan itu seputar pelayanan dan obat-obatan. Seperti yang disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Citarik, Wahyu Purnama. Pria yang kerap dipanggil Bram itu menyebutkan kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan bagi pasien jamkesda. “Seharusnya skala rumah sakit BLUD ini pengadaan obat-obatannya harus ada di apotek rumah sakit. Jangan sampai pasien miskin malah disuruh beli keluar. Orang miskin itu kan tidak punya uang. Meski katanya akan diganti oleh rumah sakit. Padahal, ingat, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk jamkesda, jamkesmas itu,” ungkapnya.

Ia meminta, fasilitas Rumah sakit itu harus ditingkatkan. Sehingga jangan sampai terkesan dengtan perubahan status dari RSUD ke BLUD itu tidak ada perubahan sama sekali. “Fasilitas penunjang kesehatan, dokter spesialis dan obat-obatan itu harus ditambah untuk meningkatkan pelayanan,” bebernya.

Bukan hanya itu, malah RSUD Palabuhanratu dituding sering salah dalam menyampaikan hasil diagnosa. Misalnya salah satu pasien dari Cisolok yang didiagnosa mengalami sakit komplikasi dan harus diopersai hingga di rujuk ke RSUD Syamsudin (Bunut) Sukabumi. “Tapi, setelah dicek di Bunut, katanya hanya usus buntu saja. Kenapa diagnosa itu selalu salah dan berbeda. Makanya kami menuntut agar dokter spesialisnya ditambah dan fasilitas penunjangnya juga ditambah,” tukasnya. Dengan dilakukannya unjuk rasa itu, mereka juga menancam bakal melakukan pemantauan setiap saat terharap pelayanan RSUD Palabuhanratu.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi saat memediasi antara OKP-Ormas dengan pihak RSUD palabuhanratu mengatakan, semua tuntutan itu memang harus direalisasikan. Namun, mengenai volume pelayanan itu disesuaikan dengan kapasitas kemapuan anggaran daerah. Dengan adanya desakan kenyamanan pelayanan di rumah sakit itu juga ia mengaku, pemerintah daerah bakal mengiupayakan adnaya penambahan anggaran untuk kesehatan. Sehingga, diharapkan tidak ada lagi keluhan pasien yang menggunakan jamkeasmas dan jamkesda.

“Saya juga pernah meminta kepada pak direktur agar pelayan itu selalu senyum, sapa, sopan, santun dan salam. Dengan sikap seperti itu kan akan membuat senang pasien. Siapa tahu akan menjadi semangan pasien untuk sembuh,” sindir Badri.

Ia juga berharap, jangan sampai pasien yang pulang berobat dari RSUD Palabuhanratu ini malam menambah satu penyakit. Yaitu sakit hati lantaran pelayanan yang kurang baik. “Untuk pelayan masyarakat yang tidak sopan akan saya laporkan kepada Pak Bupati. dan saya minta harus merubah sikap prilaku saat melayani masyarakat. baik pasien maupun pengantar,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD BLUD Palabuhanratu, Albani mengatakan, ia menyadari masih lemahnya pelayanan di rumah sakit tempatnya bekerja. Ia mengakui semua aspirasi yang disampaikan pengunjukrasa dan dengan rubahnya status rumah sakit menjadi BLUD Palabuhanratu menjadi kritik untuk membangun. (ryl)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=21877

Posted by on 10 Agu 2012. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
3.34% 2.77% 11.49% 16.28% 13.80% 10.83% 10.17% 14.81% 5.76% 8.52% 1.50% 0.74%
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.