KECAMATAN SUKALARANG, KABUPATEN SUKABUMI

Profil: KECAMATAN SUKALARANG, KABUPATEN SUKABUMI

Profil: KECAMATAN SUKALARANG, KABUPATEN SUKABUMI

Daerah Berpotensi Pertanian dan Peternakan Susu Sapi Perah

Kecamatan Sukalarang berada di daerah perbatasan dari Kabupaten Sukabumi. Jika terus ke arah timur dari Kabupaten Sukabumi, sudah masuk wilayah Kabupaten Cianjur. Jika menelisik potensi umum yang ada di Sukalarang, wilayah yang berpenduduk sekitar 40.125 jiwa ini berpotensi pertanian dan peternakan.

Laporan Didiet Rahma Aditya

Kecamatan Sukalarang terdiri dari enam desa. Keenam desa itu antara lain, Sukalarang, Cimangkok, Titisan, Sukamaju, Priangan Jaya, dan Semplak. Juga terdiri atas 24 dusun, 49 RW, dan 208 RT. Jika melihat pembagian potensi wilayah yang ada di Kecamatan Sukalarang, Camat Sukalarang, Rakhmat Mulyadi menyebutkan potensi di Sukalarang bisa dilihat dari perkembangan pertanian dan peternakan.”Untuk wilayah selatan dari Sukalarang adalah areal persawahan yang menghasilkan padi. Sedangkan wilayah utaranya adalah wilayah pertanian palawija yang terdiri dari sayur mayur,”sebutnya.

Menurutnya, kesuburan sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Sukalarang dibantu oleh pengairan. Namun, tidak ada irigasi teknis yang mengaliri lahan pertanian yang ada. Hamparan sawah yang ada airnya dibantu dari sumber-sumber mata air yang mengalir di sejumlah desa. Tidak hanya padi, kesuburan lahan pertanian yang ada di Sukalarang juga menghasilkan komoditi sayur mayur. Cesim atau sawi, tomat, cabai dan lain sebagainya membantu para penduduk yang bekerja sebagai petani. Setiap kali panen, sebagian petani maupun hasil bumi sayur mayur diangkut oleh penduduk untuk dijual ke pasar-pasar tradisional. Beberapa padi lagi ada yang disimpan untuk dikonsumsi secara pribadi. Adapun hasil dari penjualan komoditi sayur mayur sebagian dipakai untuk modal, sebagian lagi untuk kebutuhan keperluan sehari-hari.
“Karena Indonesia termasuk Kabupaten Sukabumi tumbuh sebagai wilayah agraria, diharapkan keberadaan lahan pertanian kelak bisa mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sukabumi,”bijaknya.

Potensi lain yang juga tumbuh berkembang di Kecamatan Sukalarang adalah peternakan. Ini ditunjukkan bahwa peternakan sapi perah pada khususnya juga sapi potong sangat bergeliat. Justru, kalau di Bandung wilayah yang terkenal karena susu sapi perahnya adalah Lembang dan Pangalengan, tapi kalau di Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Sukalaranglah yang sangat tersohor dengan produksi susu sapi perahnya.

Jika Anda melintasi Desa Sukamaju, Sukalarang, dan Cimangkok, adalah wilayah yang cukup banyak penduduknya dalam mengembangkan sapi perah. “Peternakan sapi perah ada yang diolah secara pribadi ada juga secara kolektif dalam kelompok tani.” Di sinipun sudah ada koperasi yang mengelola dan sebagai industri pengolahan susu sapi perah asli peternak Sukalarang,”terangnya.

Tiap bulan bisa berton-ton susu sapi yang diproduksi dari para peternakan di Sukalarang. Susu tersebut kemudian dijual dan dikonsumsi masyarakat untuk kesehatan. Soal kualitas susu produksi khas Sukalarang tidak diragukan lagi. Camat yang didampingi sekmat mengatakan, di sini ada dua penampungan untuk susu perah hasil peternak di Sukalarang. “Salah satunya yang terkenal adalah Hasmil,”terangnya. Hasmilah yang kemudian mengolah susu sapi perah dari peternak menjadi susu berkualitas yang layak untuk dikonsumsi, didistribusikan dan dipasarkan. Melalui Hasmil dan penampungan yang satu lagi, warga optimis produksi susu dari peternakan sapi perah mereka bisa berdayaguna hasil. Di mana hasil penjualan susu mampu memenuhi harapan para peternak untuk mencukupi kebutuhan pokoknya.

Sementara itu, soal asal muasalnya kenapa Kecamatan Sukalarang sebagai wilayah berpotensi pengembangan peternakan susu sapi perah. Sekmat menceritakan saat itu di era 80-an saat marak-maraknya program inpres, pemerintah memberi bantuan untuk pengembangan sapi perah. Lambat laun, ternyata bantuan ini memberi hasil positif. Sehingga, satu per satu sejumlah warga turut menjadi peternak sapi perah.”Hingga sekarang ini. Di mana produksinya sudah menjadi binaan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi dan sebagian produksinya ada yang dijual ke toko-toko hingga swalayan,”katanya yang berharap produksi susu sapi perah tetap maju. (*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=21488

Posted by on 8 Agu 2012. Filed under FEATURES, KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.